by

Yuk Kunjungi Pakaya Tower, Eiffel Gorontalo

Gorontalo – yukpigi.com – Tak perlu jauh-jauh ke Paris, Perancis jika hanya untuk menikmati Menara Eiffel atau ke Tokyo untuk menyaksikan keindahan Tokyo Tower. Di Limboto, Kabupaten Gorontalo, Pakaya Tower (dulunya menara keagungan) kini tak kalah indahnya dengan menara Paris yang dibangun sebagai simbol kejayaan revolusi industri Perancis tahun 1887 itu, terlebih saat malam hari.
Pakaya Tower yang telah dilengkapi dengan lampu light-emitting diode (LED) warna-warni, membuat icon Gorontalo yang dibangun Bupati Ahmad Pakaya, begitu mempesona.
Memang, sejak dibangun pada tahun 2004 lalu, Pakaya Tower selalu diidentikan dengan menara Eiffel Paris, namun saat malam hari kondisinya jauh beda, hal itu karena menara yang berdiri tepat di jantung Kota Limboto ini tak dilengkapi dengan penerangan yang cukup.
Dulu, pernah ada lampu sorot tepat di puncak menara, tapi kurangnya perawatan membuat lampu sorot itu tak bertahan lama. Seiring berjalannya waktu, Pakaya Tower pun dipoles. Bukan melalui anggaran pemerintah daerah, tapi bantuan langsung dari PT Panasonic Gobel Indonesia.
Sejak Pakaya Tower berbenah dengan menampilkan lampu warna-warni, banyak orang yang menjadikany sebagai latar foto selfie. , kawasan taman menara dipadati wisatawan yang berasal dari sejumlah daerah untuk menikmati ‘Menara Eiffel’ ala Limboto itu.
Pantauan antara di Gorontalo, pekan lalu sabtu 2/2, ribuan masyarakat memadati taman Menara Pakaya dan halaman masjid Baiturahaman untuk melihat atraksi lampu.
Salah seorang pengunjung, Hizrah mengatakan jika suasana lampu di Menara Pakaya membuatnya seperti melihat menara Eiffel di Paris.
“Indah sekali permainan lampunya, saya baru pertama kali ke sini sejak adanya atraksi baru ini,” ujarnya.
Ia mengaku jika melihat unggahan menara tersebut dari media sosial sehingga ingin melihat langsung dan berfoto di lokasi itu.
Sementara itu, pengunjung lainnya, Febriyanto mengaku Menara Pakaya menjadi lokasi favorit untuk swafoto
“Wisata foto tentunya sangat kekinian saat ini, inovasi yang sangat bagus dari pemerintah dan juga pengagas lampu warna warni ini,” ungkapnya.
Ia berharap lokasi wisata malam itu selalu indah dan dirawat, selain itu kebersihannya juga harus dijaga dengan menyediakan tempat sampah dan imbauan agar pengunjung menjaga kebersihan serta tidak buang sampah sembarangan.
Sebelumnya Perusahaan elektronik raksasa yang didirikan putra Gorontalo ini membantu LED berkapasitas 5 ribu watt. Menariknya, lampu dengan kapasitas listrik yang besar itu, sama sekali tanpa membenani daerah untuk biaya listrik PLN, sebab LED bantuan Panasonic itu menggunakan generator sendiri.
“Pemasangan lampu ini merupakan suatu keinginan saya sejak awal. Tapi pada waktu itu teknologi belum sempurna, makanya baru sekarang (dipasang LED),”kata Presiden Komisaris PT Panasonic Gobel, Rachmad Gobel saat soft launching lampu Pakaya Tower di Taman Limboto, Gorontalo, Senin (31/12/2018) malam
Sebagai orang Gorontalo, kata Rachmad Gobel ia berkewajiban untuk memajukan daerah ini, ia optimis dengan LED yang menyulap Pakaya Tower mirip Eiffel Tower bisa lebih meningkatkan pariwisata Gorontalo.
“Dengan dilengkapi Lampu LED dari Panasonic, menara Keagungan Limboto akan semakin indah dan diharapkan mampu menarik kembali wisatawan dari dalam dan luar negeri dan meningkatkan perekonomian masyarakat kecil.” ujarnya.
Saat soft launching lampu Pakaya Tower, Rachmad mengaku belum sepenuhnya rampung. Ia menyebut masih ada beberapa pekerjaan, termasuk penataan taman menara, yang nantinya rampung bulan februari 2019 mendatang.
Dalam menambah keindahan Menara Pakaya, Rachmat mengaku tidak asal memilih warna. Pria yang disematkan gelar adat Gorontalo Ti Bulilango Lo Hunggia mengatakan, memilih lima warna masing-masing merah, ungu, hijau, kuning dan biru itu merupakan warna adat yang melambangkan kebudayaan Gorontalo.
“Semoga kalau lampu nyala, harapan saya adalah, dengan keindahan lampu dari menara, ini akan menggambarkan kekayaan budaya Gorontalo,” tuturnya. (bs/ant/hrg/wan)

Comment

News Feed