by

Wisata Alam dan Sejarah Geopark Silokek

Sumatara barat, yukpigi.com – Lelah perjalanan darat sejauh sekitar 145 kilometer atau empat jam perjalanan darat dari kota Padang, itu lenyap begitu sampai di Sijunjung. Inilah satu dari 19 kabupaten/kota di Sumatera Barat yang kaya dengan obyek wisata, baik budaya maupun wisata alam. Antara lain yang populer adalah Desa Adat Sijunjung dan kawasan wisata Geopark Nasional Silokek.
Udara bersih dan pemandangan alam nan elok di kawasan Silokek (sekitar 14 kilometer dari pusat kota Sijunjung), tentu saja akan menghipnotis para pelancong yang terbiasa penat dengan hiruk pikuk suasana kota. Di sana, pelancong dimanjakan dengan banyak obyek yang bisa dinikmati; ada air terjun, pasir putih, sungai, dan sejumlah ngalau (gua), baik yang vertikal maupun horizontal. Gua di Silokek ini menawarkan pemandangan khas, yakni stalagmit dan stalaktit.
Nama Silokek, demikian penjelasan Kepala Dinas Kominfo, Rizal Efendi, yang menemani perjalanan kami ke Silokek, Kamis (04/07/2019), diambil dari nama nagari (desa) Silokek. Lokasinya di kawasan yang terbentuk ribuan tahun, yang membentuk kawasan Silokek sedemikian rupa yang menawarkan potensi sangat tinggi. Tidak hanya kekayaan alam (geologi, flora dan fauna), di Geopark Nasional Silokek juga memiliki warisan budaya dan wisata lokomotif uap peninggalan Jepang.
Silokek telah ditetapkan menjadi kawasan geopark nasional oleh Pemerintah Kabupaten Sijunjung. Dengan panorama yang eksotik, warisan geologi, serta memiliki budaya, keragaman fauna dan floranya, Silokek merupakan aset pariwisata yang tak ternilai.
Di Silokek, pelancong tidak hanya dapat menikmati sajian panorama yang indah, namun juga dapat merambah ilmu pengetahuan tentang sejarah, khususnya tentang tambang batubara. Juga tentang romusha. Konon, dahulu ribuan romusha dipaksa membelah sebagian hutan Sijunjung untuk membuat jalur kereta api dari Sijunjung ke Pekanbaru.
Tentang Geopark Silokek, Pemerintah Daerah Sumatera Barat, serius mengembangkannya. Untuk itu, mereka menggandeng Universitas Andalas, guna merancang Silokek Nasional Geopark. Yakni, mengembangkan kawasan yang bertumpu pada kekayaan unsur-unsur geologi luar biasa, dengan masyarakat berperan serta secara aktif melindungi warisan alam, termasuk nilai-nilai arkeologi, ekologi, dan budaya.

Melengkapi semangat pengembangan wisata Silokek, sejak Kamis (25/4/2019), telah pula dibuka Pusat Informasi Geopark Nasional Silokek di simpang Tugu Muaro Sijunjung. Saat peresmian itu, Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno mengatakan, Geopark Silokek merupakan aset bagi pengembangan pariwisata di Kabupaten Sinjunjung dan Provinsi Sumatra Barat. Gubernur juga menginstruksikan agar pengembangan Silokek menjadi perhatian utama sebagai destinasi wisata unggulan di Kabupaten Sijunjung.
Kepala Sekretariat Pusat Informasi Geopark Nasional Silokek, Ridwan menjelaskan, ada tiga nilai utama Geopark Silokek. Yakni arkeologi, ekologi, dan budaya. Tiga nilai tersebut, menjadi dasar bagi pengembangan taman nasional di Kabupaten Sijunjung. Diharapkan nantinya, juga bisa memberikan kontribusi untuk pengembangan wisata di Sumatera Barat.

Yang unik, di kawasan wisata Geopark Silokek ini, terdapat batuan tua yang berumur 359 juta tahun yang lalu, yang terdiri dari Kelompok Batu Gamping (Karst), Batuan Sendimen, Batuan Metamorf dan Intrusi Granit. Selain batuan gunung, juga ada batuan laut, yang oleh ahli geologi, disebukan telah melewati tiga era dalam Skala Waktu Geologi. Itu tercermin dalam susunan batuan yang membentuk kawasan

Potensi geologi yang menarik adalah tebing vertikal karst elok (tinggi lebih 70 meter) sebagai hasil dari proses geologi patahan (tectonic fault) dengan jejak-jejak patahan yang masih terekam dengan baik. “Ini menjadikan kawasan ini sebagai destinasi wisata yang wajib dikunjungi oleh setiap lapisan wisatawan mulai dari masyarakat awam sampai dengan para peneliti kebumian,” sambung Ridwan.

Nah, bagi Anda yang penasaran seperti apa rupa panorama Silokek ini, jangan ragu untuk menyempatkan diri berkunjung ke objek wisata ini. Soal akses, kini lebih gampang dan mudah dilalui. (wan/jpp/dwt)

Comment

News Feed