by

Tips Mudik Seru Naik Bus

Jakarta – Momen mudik segera tiba. Ada banyak cara untuk mudik ke kampung halaman, bisa dengan kendaraan pribadi seperti mobil atau sepeda motor, bisa juga dengan kedaraan umum seperti kereta api, pesawat, kapal, atau bus.

Jika pilihan transportasi untuk mudik tahun ini adalah menggunakan moda transportasi bus, maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar perjalanan berlangsung lancar dan menyenangkan.

Berkut ini 5 tips mudik asyik naik bus untuk merayakan Idul Fitri 2019 di kampung halaman, seperti dilansir dari Travel Kompas:

1. Cari Informasi tentang Bus yang Akan Digunakan

Sebelum mulai berangkat, hendaknya kumpulkan informasi mengenai informasi bus yang akan digunakan. Satu info yang wajib dicari adalah keberangkatan dan tujuan akhir. Hal itu untuk meminimalisasi risiko salah jurusan.

Cek juga kredibilitas bus yang akan digunakan. Pastikan bus laik jalan dan fasilitasnya memadai. Hal itu agar perjalanan ke kampung halaman bisa berlangsung dengan aman dan nyaman.

Jika harus oper bus, cari tahu pula informasi mengenai bus yang akan digunakan untuk melanjutkan perjalanan. Itu penting agar tidak bingung saat sampai terminal transit agar tidak ada pihak yang memanfaatkan kebingungan itu untuk keuntungan pribadi, misal calo.

2. Beli Tiket Resmi agar Lebih Murah

Jika sudah tahu bus apa yang akan digunakan, maka langkah selanjutnya adalah mendapatkan tiket. Pastikan untuk mendapat tiket resmi dari bus yang akan digunakan agar biayanya tidak terlampau mahal.

Tiket resmi bisa didapatkan salah satunya dengan cara mendatangi pool bus tersebut. Memang harganya akan lebih mahal jika dibanding hari biasa. Namun biasanya harga tiket tetap lebih murah daripada jika membeli lewat calo.

3. Cek Jadwal Keberangkatan

Penting untuk mengetahui jadwal keberangkatan bus ke tempat tujuan. Hal itu dilakukan agar tidak perlu menunggu bus yang akan digunakan.

Jika datang beberapa saat sebelum waktu keberangkatan, maka bus yang akan digunakan sudah menunggu untuk dinaiki.

Selain itu, jam operasional beberapa bus juga terbatas. Ada yang keberangkatan sudah habis pada jam tertentu.
Oleh karena itu, pastikan tahu jadwal keberangkatan bus agar tidak kehabisan bus untuk mudik pada satu hari tertentu.

4. Berpakaian Nyaman dan Tidak Mengenakan Perhiasan

Pemudik yang naik bus hendaknya mengenakan pakaian yang nyaman. Pakaian yang nyaman untuk bergerak merupakan pilihan yang tepat. Meski hanya duduk diam saat bus berjalan, tetap saja butuh kelincahan saat naik atau turun bus.

Selain itu, sesuaikan juga setelan pakaian dengan kondisi bus. Jika naik bus AC, maka sediakan jaket karena tidak jarang suhu udara akan cukup dingin. Sebaliknya jika non-AC, maka pakai baju yang serap keringat untuk mengantisipasi suhu panas.

Satu hal yang tidak kalah penting untuk dilakukan adalah tidak mengenakan perhiasan. Mengenakan perhiasan hanya akan mengundang tindakan kejahatan seperti jambret atau copet.

5. Bawa Barang Bawaan Secukupnya

Meski sama-sama berpindah tempat, mudik bukanlah pindah rumah. Oleh karena itu, sangat lebih baik jika hanya membawa barang-barang seperlunya saja. Barang tidak penting cukup ditinggal saja.

Membawa barang secukupnya selain tidak berat, pemudik juga akan lebih gesit karena ruang untuk bergerak lebih luas. Selain itu, lebih mudah untuk menjaga barang sedikit daripada barang banyak.

6. Siapkan Pengusir Bosan

Jika waktu tempuh perjalanan cukup lama, maka lebih baik jika membawa pengusir bosan seperti buku dan daftar lagu atau film di smartphone. Dengan membaca buku, menikmati musik, atau menonton film, perjalanan lama tak akan terasa.

Namun, hendaknya perlu diperhatikan jika aktivitas membaca buku dan menatap layar smartphone bisa menyebabkan mabuk. Jangan lupa pula untuk mengisi penuh smartphone dan membawa power bank.

7. Jangan Lupa Berdoa

Setelah semua siap, jangan lupa untuk berdoa untuk keselamatan dan kelancaran perjalanan. Saat sudah duduk di dalam bus, maka tidak ada hal lain yang bisa dilakukan untuk keselamatan dan kelancaran perjalanan selain berdoa.

Terkadang perjalanan yang diperkirakan akan lancar bisa saja berubah menjadi tidak lancar, misal karena mesin rusak. Semua itu terjadi atas kehendak Tuhan sehingga hendaknya doa selalu dipanjatkan kepada-Nya agar perjalanan tetap lancar dan selamat sampai tujuan. (kc)

Comment

News Feed