by

Targetkan Lebih dari 1,5 Juta Wisatawan, Begini Strategi Pemkab Tulungagung

Tulungagung – Pariwisata Tulungagung tumbuh dengan optimistik. Menurut Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo, berkembangnya wisata di Tulungagung turut pula mendorong berkembanganya sarana penunjang pariwisata, seperti agen perjalanan wisata, cinderamata, restoran, pusat kuliner dan bisnis perhotelan.

“Tahun 2017 jumlah wisatawan ke Tulungagung 967.637 orang, pada tahun 2018 meningkat menjadi 1.233.746 wisatawan,” ujar Maryoto.

Untuk tahun 2019, pihaknya menargetkan lebih dari 1,5 juta wisatawan berkunjung ke Tulungagung. Sebagai akomodasi, kota kecil di selatan Surabaya itu memiliki 22 hotel, dua di antaranya hotel berbintang. Untuk transportasi, kota kecil ini memiliki ojek dan taksi online.

Lalu, untuk mendatangkan wisatawan, Tulungagung memiliki pantai-pantai indah di pesisir selatan dan pedesaan yang indah di barat kota, di kaki Gunung Wilis.

Pantai Popoh

Pantai Popoh berada di pesisir selatan Tulungagung. Pantai selatan ini merupakan ikon wisata Tulungagung sejak 1980-an. Pantai ini terus bersolek, dan kerap dijadikan upacara adat warga setempat. Kapal-kapal nelayan kerap menurunkan hasil tangkapannya di pantai ini, yang bisa dibeli atau dinikmati di rumah makan seafood yang ada di pantai itu. Untuk anak-anak terdapat wahana bermain untuk anak-anak. Pantai Popoh memiliki pemandangan ke laut bebas Samudera Indonesia. Untuk menikmati keindahan Pantai Popoh, pengunjung dikutip Rp5.000.

Pantai Kedung Tumpang

Tak jauh dari Pantai Popoh terdapat Pantai Kedung Tumpang. Pantai yang terletak di Desa Pucanglaban, Kecamatan Pucanglaban, Tulungagung ini merupakan salah satu pantai eksotis. Pantainya memiliki pasir putih dengan pemandangan tebing di sekeliling pantai. Karang-karang itu membentuk kolam-kolam atau laguna dengan air hijau toska yang bening.

Jembooland Waterpark

Untuk wisata keluarga, Tulungagung Jembooland Waterpark. Objek wisata Jembooland Waterpark ini menawarkan berbagai wahana permainan air. Untuk dewasa dan anak-anak, taman wisata ini memiliki roller coaster. Fasillitas yang tersedia di tempat wisata ini pun cukup lengkap, seperti toilet, tempat bersantai dan juga foodcourt. Lokasinya berada di Jalan Raya Srabah, yang merupakan kaki Gunung Wilis. Para pengunjung dikenai tiket sebesar Rp 35.000 per orang.

Air Terjun Coban Kromo

Tulungagung juga memiliki air terjun, lokasinya berada di Desa Pelem Campurdarat. Air terjun ini menawarkan keindahan kolam alami yang indah. Untuk menuju ke air terjun ini, kamu harus menempuh jarak 12 kilometer dari pusat kota Tulungagung. Air terjun ini berada di lokasi yang terpencil, hanya bisa dijangkau dengan berjalan kaki. Pengelola telah menyediakan anak tangga untuk menjangkau lokasi wisata alam ini.

Air Terjun Alas Kandung

Selain Coban Kromo, air terjun lainnya berada di Alas Kandung, di Desa Tanen, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung. Air Terjun Alas Kandung berjarak hanya 1 jam perjalanan. Namun, lokasinya memang tersembunyi, Anda harus banyak bertanya kepada warga sekitar.

Air Terjun Alas Kandung ini memiliki tiga tingkatan ketinggian yang bervariasi. Paling tinggi berada di ketinggian sekitar 15 meter. Airnya yang kebiru-biruan mengundang siapa saja untuk berenang. Kedalaman kolam yang tercipta oleh air terjun itu mencapai 4-8 meter, walhasil hanya diperuntukkan bagi mereka yang bisa berenang.

Waduk Wonorejo

Bendungan atau waduk yang terletak di Desa Wonorejo, Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung, ini selalu ramai dikunjungi wisatawan dari dalam maupun luar kota Tulungagung. Waduk ini memiliki penginapan, area jogging, speedboat, pemancingan, restoran, taman rekreasi keluarga, dan kenyamanan jalur transportasi menuju lokasi memudahkan dijangkau dengan berbagai jenis kendaraan. Cuacanya yang sejuk, membuat waduk ini sangat pas untuk wisata keluarga.

Gunung Joko Budeg

Gunung di sisi selatan Tulungagung itu, setinggi 585 mdpl. Letaknya berada di Desa Boyolangu, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung. Gunung Budeg biasa digunakan untuk tracking pendaki pemula. Kawasannya sudah tertata rapi dengan jalur pendakian berupa tangga. Dari puncak gunung, lanskap Tulungagung terlihat jelas. Di puncak Gunung Budeg, terdapat patung Joko Budeg, yang menurut legenda merupakan penjelmaan pertapa yang dikutuk kekasihnya.(tc)

Comment

News Feed