by

Sekolah Soekarno Muda di Surabaya, Kini Menjadi Kantor Pos

-berita-85 views

Surabaya – Saat tinggal di kediaman Hadjie Oemar Said (HOS) Tjokroaminoto yang terletak di Peneleh gang VII, Surabaya, Soekarno menempuh pendidikan Hogere Burger School (HBS). Gedung HBS terletak di Regentsraat, tak jauh dari kawasan Peneleh.

HBS merupakan sekolah lanjutan tinggi pertama (gabungan SMP dan SMA) untuk warga negara Belanda, Eropa, dan elit pribumi. Soekarno dapat diterima di HBS atas bantuan HOS Tjokroaminoto, yang tak lain merupakan kawan dari ayahanda Soekarno, Soekemi Sosrodiharjo.

Gedung HBS masih tegak berdiri hingga sekarang, namun telah beralih fungsi yakni menjadi Kantor Pos Besar Surabaya. Yang kini lebih dikenal dengan sebutan Kantor Pos Kebonrojo.

Pada dinding tiang kiri di luar bangunan utama Kantor Pos Kebonrojo terdapat plakat berwarna hitam. Plakat itu merupakan penanda jika gedung yang didominasi cat putih dengan genting oranye itu adalah bagunan cagar budaya.

Pada plakat tertanggal 6 Juni 2011 bertulis, di sini tempat bersekolah DR Ir. Soekarno penggali Pancasila, Proklamator, Presiden pertama RI ketika di Hogere Burger School (HBS) 1915-1920.

Plakat itu ditanda tangani Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Di sekolah itulah Soekarno pernah menempuh pendidikan dari tahun 1915 sampai 1920. Bahkan ruang kelas yang dipakai Soekarno masih ada hingga kini, yakni berada di sisi sebelah kiri bangunan utama Kantor Pos Kebonrojo.

“Ruang kelasnya Pak Karno masih ada, tapi bangku-bangkunya yang sudah tidak ada. Sekarang ruang kelas Pak Karno dijadikan sebagai gudang,” ujar Lesutriono, bagian wisata pos Kebonrojo.

Dalam ruangan tersebut terpajang foto Soekarno saat menjadi Presiden pertama Republik Indonesia. Kehadiran foto tersebut seolah mempertegas bahwa di ruangan inilah dulunya kelas Pak Karno semasa menempuh pendidikan HBS.

Lesutriono lantas menjelaskan, gedung Kantor Pos Kebonrojo dibangun awal tahun 1880an. Pertama kali gedung tersebut menjadi tempat tinggal bagi Bupati Soerabaia’ hingga tahun 1881. Dulunya gedung tersebut masih belum seperti wujudnya saat ini, atapnya masih rata dan tidak menjulang seperti sekarang.

“Dulu nama jalannya Regentsraat, tapi lama-lama disebut Jalan Kebonrojo karena rumah dinas bupati ada disini,” imbuhnya.

Pada tahun 1881, lanjut Lesutriono, gedung tersebut dipergunakan sebagai HBS hingga tahun 1923. Kemudian gedung tersebut dipergunakan sebagai markas polisi hingga sekitar tahun 1926. Ketika gedung tersebut dipergunakan sebagai kantor polisi tidak terjadi perubahan pada bentuk maupun susunan gedung, tetap seperti ketika masih menjadi rumah bupati maupun ketika menjadi gedung HBS.

“Di tahun 1926 baru direnovasi dengan wujud seperti yang sekarang, dengan susunan genting yang sedemikian rupa. Setelah direnovasi kemudian gedung ini dipergunakan sebagai kantor kepala pos Soerabaia’,” tukasnya.

Bangunan utama gedung tersebut kini menjadi pusat pelayanan pengiriman barang kantor pos. Bangunan samping kiri yang dulunya kelas-kelas sekolah HBS kini menjadi gudang dan kantor bank. Sedangkan bangunan kanan disewakan kepada PT Antam (Aneka Tambang), sebuah badan usaha pertambangan.

Di tahun 2008 gedung tersebut ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Dinas kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya. (rur)

Comment

News Feed