by

Sate Gebug Khas Malang, Usianya Hampir Satu Abad

Foto: Adhi Kusumo

Malang – Sate, yang pernah dinobatkan sebagai salah satu hidangan terlezat di dunia menurut jajak pendapat CNN Go 2011, adalah salah satu kuliner nusantara paling populer di dunia.

Hidangan ini mendapat pengaruh budaya Timur Tengah dari pendatang muslim Tamil dan Gujarat. Konon Istilah sate atau satai berasal dari bahasa Tamil.

Di Kota Malang, ada salah satu warung yang menyajikan menu utama sate sejak hampir seabad lalu. Menunya masih sama. Kelezatan dan keunikannya pun masih lestari hingga kini. Orang menyebutnya dengan sate gebug.

Warung itu tepat berada di sebelah gerai restoran cepat saji di Jalan Basuki Rahmat. Tempatnya cukup kecil, kontras sekali dengan restoran di sebelahnya yang cukup besar dan mewah.

Warung kecil ini bercat kombinasi hijau dan kuning. Dari luar terlihat sederhana, bersih dan terawat. Kondisi tempat yang nyaris tak berubah selama puluhan tahun itu menjadi oase unik di antara gedung perkantoran dan bangunan modern di pusat Kota Malang.

Di dalam warung yang tak terlalu luas ini hanya terdapat lima meja dan beberapa kursi dengan kapasitas tak lebih dari 20 orang.

Pemilik warung Sate Gebung bernama Bu Cipto. Sate Gebug begitu populer dan legendaris di Malang. Gebug dalam Bahasa Jawa memiliki makna dipukul. Ini lantaran cara membuatnya yang memukul-mukul daging sapi dengan ulegan batu agar empuk, sebelum direndam dengan bumbu rempah. Setelah dirasa empuk baru dibakar menggunakan arang dengan bara api terjaga, supaya matang dan empuknya merata hingga dalam.

Bu Cipto merupakan generasi keempat pengelola warung ini.

Wujud Sate Gebug memadukan antara Sate Buntel Solo dan Sate Komoh Malang. NSate Gebug disajikan bersama mangkok kecil berisi sambal kecap encer yang bisa dibalurkan daging sate.

Pemegang resep pertama Sate Gebug
adalah Mbah Naserin, leluhur suami Bu Cipto. Dia menglaim tak pernah sedikitpun mengubah bumbu yang tertulis.

Bagi yang bosan dengan makanan pesan antar (online) atau kuliner kekinian, Sate Gebug menjadi alternatif yang perlu dijajal. Cukup merogoh kocek Rp 20 ribu untuk satu tusuk sate, Anda akan mendapat pengalaman kuliner legendaris tiada dua.

Warung Sate Gebug terletak di Jalan Basuki Rahmat 113 A Kota Malang. Buka setiap hari kecuali hari Jumat. Buka mulai jam 08.00 – 16.30 WIB. (Jatim plus)

Comment

News Feed