by

Peringkat Pariwisata Indonesia di Dunia Naik Dua Tingkat

-berita-58 views

Jakarta – Peringkat indeks daya saing pariwisata Indonesia di dunia naik menjadi peringkat 40 di tahun 2019 dari peringkat 42 di tahun 2017.

Hal itu berdasarkan Laporan The Travel & Tourism Competitiveness Report yang dirilis WEF ( World Economic Forum) 2019 baru-baru ini.

Di dunia, Indonesia berada di peringkat 40 dari 140 negara. Di kawasan Asia Tenggara, indeks daya saing pariwisata Indonesia berada di peringkat empat.

Indonesia meraih skor 4,3 dari total penilaian pilar-pilar seperti lingkungan bisnis, keamanan, kesehatan dan kebersihan, sumber daya manusia dan lapangan kerja, keberlanjutan lingkungan dan lainnya.

Adapun skala penilaian yaitu 1 untuk terburuk sedangkan angka 7 untuk terbaik.

Skor di atas 5 yang diperoleh Indonesia adalah prioritas pariwisata. Pilar higienitas menjadi salah satu perbaikan yang dilakukan oleh Indonesia dan dinilai baik.

Pada tahun 2015, Indonesia berada di peringkat 50 dunia. Pada tahun 2017, peringkat Indonesia melonjak menjadi peringkat 42. Sementara, pemerintah Indonesia menargetkan naik ke rangking 30 di dunia.

Terkait devisa, sumbangan dari sektor pariwisata terus meningkat setiap tahunnya. Pada 2015 tercatat pariwisata menyumbang 12,2 miliar dollar Amerika Serikat (AS). Kemudian, tahun 2016 naik menjadi 13,6 miliar dollar AS dan tahun 2017 menjadi 15 miliar dollar AS.

Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada tahun 2018 sebanyak 15,81 juta wisatawan. Bila dibandingkan tahun 2017, kunjungan wisatawan mancanegara naik 12,58 persen.

Dikutip dari laporan World Economic Forum 2019, pariwisata sebagai industri global telah berkembang sejak laporan WEF terakhir pada tahun 2017. Kontribusinya terhadap PDB global (saat ini 10 persen) diperkirakan akan meningkat sebanyak 50 persen pada dekade berikutnya.

Di sisi lain, dalam laporan WEF tahun ini adalah bahwa pertumbuhan infrastruktur pendukung pariwisata seperti jalan, pelabuhan, bandara, dan akomodasi hotel merosot yakni hanya 1,4 persen.

“Ketika konektivitas internasional terus meningkat, kami melihat daya saing perjalanan dan pariwisata terus tumbuh,” kata Christoph Wolff, Head of Mobility.

“Peningkatan pariwisata membawa manfaat besar bagi banyak negara tetapi harus dikelola dengan baik oleh pembuat kebijakan dan bisnis untuk masa depan yang berkelanjutan,” tambahnya.

Selama lebih dari satu dekade, World Economic Fourm melibatkan para pemimpin sektor pariwisata untuk melakukan analisis mendalam tentang daya saing pariwisata.

Diterbitkan dua tahun sekali, Laporan The Travel & Tourism Competitiveness Report menjadi tolok ukur daya saing pariwisata dari 140 ekonomi dan mengukur serangkaian faktor dan kebijakan yang memungkinkan pengembangan berkelanjutan sektor pariwisata.(kc)

Comment

News Feed