by

Percantik, Tahun Depan Surabaya Tambah 500 Pohon Tabebuya

Surabaya,yukpigi.com – Tahun depan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan menanam sebanyak 500 pohon Tabebuya berdiameter 8-10 centimeter dengan ketinggian 3 meter. berusia 4 tahun .
“Karena usia bohon sudah cukup tua, begitu kita tanam, setahun sudah berbunga,” kata Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan Penerangan Jalan Umum (PJU) Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Kota Surabaya, Hendri Setianto di Surabaya, Selasa (19/11).

Ratusan Tanaman Tabebuya yang dialokasikan di APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) 2020, penanamannya akan difokuskan di wilayah Surabaya Barat. Diantaranya, Mayjend Sungkono, HR Muhammad dan Wiyung.

“Rata-rata tanaman yang kita tanam Tabebuya yang berwarna Pink, karena bunganya menarik dari warna lainnya,” kata Hendri.
Memasuki petengahan November, jalan protokol Kota Surabaya terlihat begitu cantik. seiring mulai bermekarannya Bunga Tabebuya berwarna putih, kuning, dan pink.

Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan Penerangan Jalan Umum (PJU) Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Kota Surabaya, Hendri Setianto mengatakan, biasanya Bunga Tabebuya bermekaran sejak Bulan Oktober. Namun, tahun ini, kembang Tabebuya baru nampak di Bulan November.

“Tahun ini mekarnya mundur, akibat cuaca yang kurang bersahabat. Tahun lalu, Oktober sudah mekar semua,” kata Hendri, Selasa (19/11).

Pemkot Surabaya, menanam Tanaman Tabebuya di pinggir-pinggir jalan sejak 10 tahun lalu. Tiap tahun jumlahnya diperbanyak, dan hingga kini sedikitnya 7 ribu tanaman Tabebuya berdiri di sepanjang ruas jalan protokol.

Menurutnya, alasan Pemkot Surabaya memilih tanaman Tabebuya di tanam di pinggir jalan, karena dari segi kualitas bunganya menarik, dan pohonnya cepat tumbuh besar. Di sisi lain, tanaman tersebut tetap tumbuh dengan baik terhadap iklim apapun. “Untuk perawatan, gak ada kesulitan. Empat bulan sekali kita kasih pupuk,” ungkapnya.

Untuk kegiatan perawatan, Hendri mengaku hanya melakukan penyiraman dan memberikan pupuk secara reguler. Pupuk yang digunakan adalah pupuk organik yang dihasilkan dari proses pengomposan sampah.

“Dari kegiatan perantingan pohon, kita manfaatkan untuk kompos. Untuk tanaman-tanaman yang ada di taman, kita sudah kurangi penggunaan pupuk kimia, beralih ke organik,” paparnya.
Keindahan tanaman Tabebuya menarik perhatian masyarakat. Beberapa orang tak melewatkan begitu saja panorama tersebut dengan mengabadikan mekarnya bunga Tabebuya.

Banyak warga atau pendatang yang memanfaatkan momen mekarnya bunga yang mirip sakura ini untuk berswafoto dengan latar belakang pohon Tabebuya. Salah satunya Susan Anggraini, wanita asli Wonogromo Tengah ini mengaku, senang dengan bermekarannya Bunga Tabebuya.

“Bunganya indah dan cantik, seperti Bunga Sakura. Surabaya jadi semakin indah, beda dengan kota lain di Indonesia,” ujarnya.

Sementara, Riska Sagita pendatang asal Jombang mengaku, kalau bunga Tabebuya tidak setiap saat terlihat. Bunga ini setahun hanya terlihat sekali mekarnya.

“Bunga ini mekar hanya setahun sekali, makanya begitu ada kesempatan, saya ingin melihat bunganya dari dekat. Foto-foto bunga yang saya abadikan ini nanti saya share ke medsos,” kata almuni UPN Surabaya. (wan/jnr)

Comment

News Feed