by

‘Perang’ Melawan Sampah Lewat Mural

-berita-392 views

Surabaya – Mural dalam sebuah kota, kehadirannya banyak tidak diperhatikan bahkan sebagian dianggap tidak penting. Padahal mural selalu memberi daya tarik, dan sarat memberi pesan penting pada setiap orang yang melihat. Baik secara selintas maupun sebagai visual perenungan.

Mural di dalam kota lebih berfungsi membangun ruang interaksi antara
masyarakat dengan keadaan perkembangan kota. Mural tidak hanya sekadar sebagai hiasan kota, melainkan sebagai visual penyadaran yang memberi nilai edukasi warga, serta sebagai perenungan
masyarakat terhadap kota yang memiliki orientasi dan perspektif jauh ke depan.

Kali ini Bengkel Muda Surabaya (BMS) kembali tampil untuk mendukung program Walikota Tri Risma Harini sekaligus sebagai Presiden UCLG-ASPAC (United Cities Local Goverment Asia-Pasific) 2018-2020, yang saat ini dipusatkan perhatiannya terhadap penataan kota yang bersih, indah, kreatif dan ramah.

Bengkel Muda Surabaya (BMS) melalui wadah Seni Rupa yang diasuh oleh Saiful Hadjar, mengangkat problem sampah yang sangat kompleks masalahnya terjadi di tengah-tengah masyarakat.

“Perang Melawan Sampah diambil sebagai tema karena problem sampah hingga kini merupakan sebuah problem di dunia yang memiliki permasalahan yang sama. Artinya di seluruh dunia menghadapi persoalan sampah di perkotaan masing-masing juga tak kunjung selesai,” ujar Heroe Budiato, Ketua BMS, belum lama ini.

Heroe lantas mengungkapkan, hasil riset para ilmuwan menyebutkan bahwa Indonesia berada di posisi kedua penyumbang sampah plastik ke laut setelah Tiongkok, disusul Filipina, Vietnam, dan Sri Lanka. Menurut Riset Greeneration, organisasi nonpemerintah yang 10 tahun mengikuti isu sampah, satu orang di Indonesia rata-rata menghasilkan 700 kantong plastik per tahun.

“Di alam, kantong plastik yang tak
terurai menjadi ancaman kehidupan dan ekosistem. Indonesia Darurat Sampah layaknya sebuah ungkapan untuk membangun kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem tanah dan air bebas dari sampah plastik,” tukas Heroe.

Dalam kesempatan yang diberikan oleh Wali Kota Pemerintah Kota Surabaya, Humas Pemerintah Kota Surabaya, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya kepada Bengkel Muda Surabaya menggarap Visual Mural Penyadaran pada dinding Jembatan Fly Over di Jalan Ketabang Kali menjadi tantangan yang cukup serius untuk ditangani.

“Agar Perang Melawan Sampah ini menjadi gerakan penyadaran moral yang positif bagi masyarakat, yang ikut andil memeliharia bumi untuk generasi
anak-cucu di kemudian hari,” imbuhnya.

Pelaksanaan mural tersebut digarap mulai Sabtu, 27 April 2019 hingga selesai. Sedikitnya 10 perupa dari BMS terlibat dalam penggarapan mural ini.

Heroe berharap dari kegiatan tersebut tidak boleh putus atau berhenti sampai disini. Kegiatan lanjutan dapat diekspresikan dengan berbagai bentuk. Tentu saja harus melibatkan peranan masyarakat langsung. Masyarakat harus terlibat dan ikut berbuat guna memerangi sampah di lingkungan sekitarnya.(rur)

Comment

News Feed