by

Oriental Circus Siap ‘Hipnotis’ Warga Surabaya

-berita-114 views
Kru Oriental Circus Indonesia yang siap menghibur warga Surabaya.

Surabaya – Kapan terakhir kali Anda nonton sirkus, duduk di bawah tenda besar yang berbentuk oval? Menyaksikan atraksi para pemain melakukan akrobatik di udara, sepeda roda satu, dan permainan api yang membuat takjub dan menghibur?

Memperingati hari jadinya yang ke-50 tahun, Oriental Circus Indonesia hadir menyapa publik Surabaya mulai Rabu (13/3/19) besok. Mengusung pertunjukan yang diberi tajuk ‘The Great 50 Show’, Oriental Circus Indonesia akan menyuguhkan pengalaman menonton sirkus spektakuler di Surabaya.

Berbagai atraksi dari mulai akrobat, badut, aksi trapeze, juggling, dan sepeda roda satu dipadukan dengan musik, tarian dan efek suara. Inilah yang membuat konsep kali ini lebih segar dan menarik.

“The Great 50 Show adalah sebuah perayaan akan perjalanan panjang yang sarat dengan kegembiraan, kerja sama, dan juga keanekaragaman seni,” ujar Hans Manansang, Managing Director Ananta Harsa Group (AHG), penyelenggara The Great 50 Show, Selasa (12/3/19).

Bertempat di Parkir Utara Lenmarc Mall, pertunjukan kombinasi sirkus tradisional dan modern itu akan menampilkan 35 pemain dalam durasi 2 jam.

Pada pertunjukan ini tidak lagi memakai binatang tetapi akan memadukan sirkus klasik dengan penggunaan teknologi baru seperti drone, laser, dan video mapping, serta live band.

“Kisah pertunjukan kali ini diangkat dari kisah nyata tentang histori dari Oriental Circus, dengan balutan pertunjukan yang akan memanjakan mata untuk semua usia, terutama anak-anak dan keluarga, ” ujar Thibault Paquin, produser The Great 50 Show.

Tiket pertunjukan dijual di harga mulai Rp100 ribu dengan jadwal pertujukan berlangsung Selasa-Minggu.

Alur cerita

Pertunjukan The Great 50 Show mengusung kisah perjalanan seorang anak laki-laki muda bernama Noah. Kisah berawal ketika dalam kesehariannya sebagai pekerja serabutan, Noah jatuh cinta dengan kelompok sirkus nomaden yang berpindah-pindah keliling dunia saat ia bekerja sebagai salah satu buruh di Shanghai. Aksi akrobatik dan pertunjukan sirkus telah membuat ia takjub, sehingga ia memutuskan untuk bergabung dalam kelompok sirkus tersebut.

Persoalan hidup (digambarkan sebagai Tiger Invasion) ‘memaksa’ Noah untuk meninggalkan kelompok sirkus yang dicintainya dan naik ke atas kapal layar yang membawanya ke Indonesia. Ia kemudian mencoba memulai hidup baru sebagai seorang pedagang dan mulai berkeluarga. Namun, mimpi bermain sirkus masih ia pegang erat di dalam hatinya.

Seiring dengan bertumbuhnya ketiga anak laki-laki Noah, ia melatih mereka untuk melakukan pertunjukan akrobatik dan mulai membentuk suatu grup pemain sirkus yang tampil menghibur masyarakat di alun-alun kota. Kesuksesan pertunjukan mereka menimbulkan riuh di seluruh kota dan akhirnya mereka membentuk Oriental Circus. (rur)

Comment

News Feed