by

Nikmat Sup Ndoro Bei dari Olahan Bandeng dan Udang Windu

Sidoarjo – Berkunjung ke Sidoarjo tidak lengkap kalau tidak mencicipi udang windu dan ikan bandengnya. Hendri Dwi Wibowo, Executive Chef Luminor Hotel Sidoarjo menghadirkan hidangan yang tak biasa itu bagi tamu atau pengunjung Resto Wajik, yakni sup pakai olahan daging bandeng dan udang windu.

“Sup ini terinspirasi dari menu yang ada di daerah asal saya di Jawa Tengah,” ungkapnya.

Menurut Chef Hendri, sup yang dia beri nama Ndoro Bei ini berbeda dengan sup-sup lainnya. “Kuah sup lain cenderung bening karena pakai ayam atau daging. Sedang sup ini pakai olahan bandeng,” paparnya.

Sup Ndoro Bei, masih kata Chef Hendri, benar-benar disajikan bagi tamu yang ingin menikmati makanan khas Sidoarjo. “Semua bahannya asli asal Sidoarjo. Bandeng dan udang yang jadi bahan utama sup, masih ditambah sate kerang yang juga khas Sidoarjo,” urainya.

Tak hanya itu. Untuk sambalnya, Chef Hendri berkreasi lewat petis yang juga spesial Sidoarjo. “Sambal petis udang sudah cukup pedas. Tetapi, jika tamu merasa kurang pedas, nanti bisa kami tambahkan level pedasnya,” cetus Chef Hendri.

Bagi yang berminat menikmati Sup Ndoro Bei, Chef Hendri menegaskan menu spesial tersebut tidak disajikan dalam bentuk ala carte. “Sup Ndoro Bei ini merupakan salah satu menu Lunch Munch Buffet yang tersedia di Resto Wajik,” katanya.

Untuk menikmati Lunch Munch Buffet, termasuk Sup Ndoro Bei yang disajikan mulai pukul 12.00-15.00 ini tamu cukup membayar Rp 75.000 nett.

Resto Wajik menawarkan konsep berkuliner di hotel bintang tiga dengan beragam sajian makan siang kuliner khas Jawa pada hari Selasa hingga Jumat. Sedang menu Western disajikan pada hari Sabtu.

Wajik dan Ndoro Bei ternyata punya filosofi yang unik bagi Luminor Hotel Sidoarjo. “Wajik itu kan makanan tradisional yang biasanya disuguhkan pada acara pernikahan. Maknanya agar pasangan pengantin lengket terus. Begitu pula harapan kami agar tamu lengket dan selalu hadir di tempat ini,” tandas Soesijanto, GM Luminor Hotel Sidoarjo.

Sedang Ndoro Bei, tutur Soesijanto, dalam budaya Jawa berarti ‘tuan’. “Kami menganggap tamu-tamu di hotel ini, terutama yang menikmati jamuan di Resto Wajik adalah tuan yang perlu dapat layanan terbaik,” pungkasnya.

Comment

News Feed