by

Menikmati Wisata Damkar di Surabaya yang Berusia 2 Abad

Surabaya – Kota Surabaya ternyata masih memiliki objek wisata yang selama ini kurang mendapat perhatian masyarakat. Salah satunya adalah de Brandweer atau yang kini dikenal dengan nama Pemadam Kebakaran (Damkar).

Untuk memperingati ulang tahun de Brandweer yang jatuh pada tanggal 4 September, House of Sampoerna melalui Surabaya Heritage Track (SHT) di bulan September ini menghadirkan program tematik tur ‘Si Jago Merah’.

Program yang bisa dinikmati mulai Selasa (17/9/19) itu akan berlangsung hingga 17 Oktober mendatang. Bagi yang berminat mengetahui eksistensi Damkar ini bisa mengikuti bus SHT setiap hari Selasa-Kamis pukul 10.00-11.00.

De Brandweer pertama kali dibentuk Pemerintah Hindia Belanda pada 4 September 1810, dan sekaligus menjadi institusi pemadam kebakaran pertama di Hindia Belanda.

Pos de Brandweer ini awalnya ditempatkan di sekitar bangunan-bangunan strategis seperti pabrik senjata (altellerie constructive winkel) di sekitar Kalisosok, Benteng Lodewijk di Pulau Mengare, Gresik, rumah sakit militer (Centrale Burgelijke Ziekeninrichting) di Jalan Pemuda, dan sekitar Kalimas.

Setiap pos tersebut dilengkapi alat pompa yang digenjot manual secara bergantian oleh 40 petugas pribumi saat terjadi kebakaran. Modernisasi de Brandweer baru dirasakan secara signifikan pada tahun 1906 setelah penetapan Surabaya sebagai Gementee (kotamadya).

Semua keperluan mengenai pembiayaan mulai dari pemindahan markas semi permanen dari Pasar Besar ke bangunan permanen di Pasar Turi pada tahun 1927, hingga pembelian peralatan baru dibiayai oleh pemerintah Gementee Surabaya.
Pada masa kependudukan Jepang, de Brandweer diubah menjadi Syoobotai. Tugas Syoobotai tidak hanya menangani kebakaran biasa, namun juga disiapkan untuk memadamkan kebakaran akibat serangan udara.

Selain itu, bersama Keibodan (Barisan Pembantu Polisi), Syoobotai juga memberikan pelatihan berupa simulasi pemadaman api akibat serangan udara kepada masyarakat Surabaya untuk berjaga-jaga dari situasi darurat.

“Melalui program tematik SHT, kami mengajak masyarakat belajar mengetahui cara mengantisipasi dan mengurangi risiko kebakaran serta mendalami sejarah Dinas Pemadam Kebakaran di Kota Surabaya dengan mengunjungi tempat bersejarah terkait, yaitu Dinas Damkas di Jl Pasar Turi,” kata Rani Anggraini, Manager House of Sampoerna. (rur)

Comment

News Feed