by

Manjakan Lidah di Pasar Malem Tjap Toendjoengan

Surabaya – Selama sebulan penuh sejak tanggal 1 Mei 2019 warga Kota Surabaya akan disuguhi aneka pilihan kuliner tradisional di ajang ‘Pasar Malem Tjap Toendjoengan’.

Agenda rutin yang digelar dalam rangka ulang tahun Kota Surabaya ke-726 yang disajikan oleh East Coast Center & Food Festival ini bisa dinikmati masyarakat di area parkir barat Food Festival, Pakuwon City.

Peserta yang gabung di ‘Pasar Malem Tjap Toendjoengan’ (PMTT) kali ini jauh lebih banyak. Jika pada PMTT 2018 ada sekitar 61 tenant makanan dan minuman, tahun ini jumlahnya mencapai 92 tenant, dan masih didominasi kuliner khas Jawa.

Menu yang bisa dinikmati di area PMTT ini antara lain semanggi, nasi bakar, aneka penyetan, kupang lontong, rujak cingur, dan aneka sate. Selain itu masih ada banyak pilihan jajanan dan minuman sebagai pelengkap hidangan berbuka puasa.

“Tema kegiatan kali ini adalah ‘Andhoq sak wareg’e’ (makan sampai kenyang). Jadi pengunjung bisa memilih menu yang disukai dan makan sampai kenyang,” cetus Eka Hendrawan, GM East Coast Center.

Menurut Eka, selama menikmati kuliner pengunjung akan disuguhi aneka atraksi di panggung utama. Diantaranya adalah keroncong gaul, musik patrol, campursari, lomba minum jamu, food show dan cooking class.

“Kami harap atraksi di panggung hiburan ini bisa makin membuat PMTT makin meriah,” katanya.

Ditekankan Eka, seperti aneka menu yang disajikan para tenant, atraksi di panggung utama ini pun tak lepas dari unsure tradisional. “Contohnya waktu pembukaan itu kami hadirkan Tari Remo. Juga ada pementasan ketoprak,” paparnya.

Atmosfer tradisional ini kian kental dengan sajian dekorasi bertema candi yang melatari panggung utama. “Selain menikmati menu, tentu pengunjung bisa memanfaatkan dekorasi itu sebagai latar untuk swafoto atau foto ramai-ramai bersama anggota keluarga dan teman dekatnya,” imbuh Eka.

PMTT yang berlangsung hingga 31 Mei mendatang ini diperkirakan menyedot pengunjung rata-rata 3.000 orang pada saat week day, dan sekitar 5.000 orang saat week end.

“Kami tetap pertahankan kesan tradisional dan menciptakan suasana yang festive,” pungkasnya. (sby)

Comment

News Feed