by

Manis dan Segarnya Soto Ayam Khas Yogyakarta

Surabaya – Hampir semua daerah di Indonesia mempunyai varian kuliner soto, tak terkecuali di Yogyakarta. Namun dibanding kuliner soto dari wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, kuliner soto Yogyakarta kurang begitu familier.

Menurut pemerhati batik sekaligus fashion designer Embran Nawawi, kurang familiernya kuliner soto Yogyakarta tak terlepas dari asal muasalnya.

“Dulunya soto di Yogyakarta hanya dinikmati kalangan tertentu, seperti pengrajin batik yang membuat soto untuk pekerjanya atau abdi dalem yang masak soto untuk bangsawan keraton,” jelas Embran.

Karena hanya diperuntukkan bagi kalangan tertentu, lanjut pria yang pernah menetap di Yogyakarta selama 3 tahun ini, menjadikan soto di Yogyakarta kurang berkembang pesat seperti kebanyakan kuliner soto lainnya.

Terlepas dari kurang familiernya soto Yogyakarta, namun kuliner ini memiliki keunikan tersendiri yang terletak pada kuahnya.

M. Yunus Efendi, juru masak Omah Sae mengungkapkan jika soto Yogyakarta memiliki penampilan kuah yang bening dan rasanya manis segar.

“Kalau kebanyakan soto kan kuahnya cenderung gurih, tapi soto Yogyakarta itu kuahnya manis dan ada campuran jahenya yang bikin seger,” ujar Efendi.

Lebih lanjut Efendi menuturkan, rasa manis pada kuah soto Yogyakarta berasal dari gula merah yang tak lazim digunakan sebagai bumbu kuah soto.

“Soto Yogyakarta kan memang aslinya manis, tapi kalau disini (Surabaya,red) rasa manisnya agak dikurangi, disesuaikan dengan lidah orang sini,” imbuh Efendi.

Soto Yogyakarta ini berisi kol yang diiris kotak-kotak kecil, suwiran daging ayam kampung, bawang goreng, dan seledri. Semakin sedap disantap dengan sepiring nasi, telur rebus, dan perkedel.

Dikatakan Efendi, soto Yogyakarta disajikan tanpa dipisah dengan kuahnya dengan kata lain, nasi, suwiran daging ayam, seledri, dan sebagainya disajikan dalam satu mangkok.

“Penyajiannya tidak dipisah, dan paling nikmat disantap untuk sarapan,” pungkasnya. (rur)

Comment

News Feed