by

Kisah Mustaqbilal, Pemahat Difabel Asal Banyuwangi yang Memahat dengan Satu Tangan

-berita-48 views

Surabaya – Terlahir dengan kondisi fisik kurang sempurna tak menjadikan Mustaqbilal terpuruk meratapi nasib. Pria kelahiran Banyuwangi 3 September 1981 ini lebih memilih bekerja sebagai pemahat, meski kondisi tangan kanannya yang tidak utuh dan tidak memiliki jari-jari, serta tidak memiliki kedua kaki.

Pria yang akrab disapa Bilal ini sudah menekuni kerajinan memahat sejak 1999. Ia memahat kayu balok menjadi kerajinan kepala Barong Oseng. Barong Oseng merupakan kesenian adat asli Suku Oseng khas Banyuwangi.

“Awalnya bantu-bantu bapak mengayam rotan, lalu saya belajar memahat. Dan keterusan memahat sampe sekarang,” ujar Bilal saat dijumpai di area Jatim Fair di Grand City Surabaya, Jumat (11/10).

Fisik Bilal memang kurang sempurna namun ia sangat lihai memahat. Tangan kanannya yang tidak utuh dan tidak memiliki jari-jari itu diikat pada palu. Untuk mengikat palu itu, Bilal menggunakan tangan kiri dan mulutnya. Sedangkan tangan kirinya memegang alat pahat.

Lempengan besi berbentuk persegi panjang dengan ukuran sekitar 20 hingga 30 sentimeter digunakan Bilal sebagai fondasi saat memahat dan mengukir.

Tidak hanya piawai membuat kepala Barong Oseng, Bilal juga dapat membuat beragam kepala Barong Bali, Barong Rejeng, hingga kepala Macan-macanan yang biasa digunakan dalam rangkaian seni jaranan. Untuk pemasaran hasil karyanya tersebut saat ini hanya dilakukan di area Banyuwangi saja.

”Penjualannya masih di wilayah Banyuwangi saja dan saya hanya mengerjakan kepala barong sesuai pesanan karena saat ini pasaran Barong sepi peminat,” tukasnya.

Satu Barong berukuran kecil mampu diselesaikan Bilal dalam waktu 3 hingga 4 hari. Barong yang ia buat berasal dari kayu mangga. Sedangkan untuk menyiasati sepinya permintaan Barong, Bilal pun membuat ukiran kaligrafi Arab dari kayu bambu.

“Kalau kaligrafi Arab bikinnya dari pohon bambu karena lebih mudah mendapatkan batang pohon bambu,” imbuhnya.

Sementara untuk harga kepala barong berukuran kecil dipatok harga Rp400 ribu. Sedangkan barong yang berukuran besar bisa mencapai Rp8 juta. Adapun kerajinan kaligrafi yang dibuat Bilal dijual mulai harga Rp100 ribu.(rur)

Comment

News Feed