by

Kampung Peneleh Surabaya, Pemukiman Kuno yang Penuh Makam

-berita-122 views

Surabaya – Salah satu kampung kuno yang dimiliki Surabaya adalah Kampung Peneleh. Di kampung inilah jejak sejarah terekam mulai dari makam, masjid, hingga rumah bersejarah.

Menurut sejarawan Kuncarsono Prasetyo, Peneleh merupakan perkampungan tertua di lir Brantas (pinggir aliran sungai Brantas).

“Seorang jurnalis Belanda Ghvon Faber dalam bukunya ‘Oud Soerabaia’ tahun 1931, mengidentifikasi Peneleh sebagai perkampungan tertua di Surabaya dimana salah satu cirinya adalah keberadaannya di lir Brantas yang menjadi transportasi utama masyarakat di masanya,” jelas pria yang juga tinggal di kawasan Jalan Peneleh ini.

Nama Peneleh, lanjut pria yang karib disapa Kuncar ini, dipercaya berasal dari kata dalam bahasa Jawa “pinilih”, yang bermakna “terpilih” atau “kaum pilihan”. Pengucapan lidah orang Jawa lantas membuatnya menjadi Peneleh.

Selain berada di lir Brantas, ciri perkampungan kuno lainnya yang melekat pada Kampung Peneleh adalah banyaknya makam yang dapat dijumpai di tengah pemukiman warga.

“Dulu setiap warga disini memiliki makam keluarga yang terletak di area rumahnya. Sehingga ketika sekarang Peneleh menjadi kawasan pemukiman padat penduduk, makam-makam itu ada di antara rumah mereka, bahkan di jalan kampung,” ungkapnya.

Keberadaan makam-makam tersebut masih ada hingga sekarang. Seperti yang bisa kita jumpai di Peneleh gang I. Bahkan saat melintas di Peneleh gang VII, kita juga akan menjumpai makam keluarga yang melintang di tengah jalan kampung.

Di kampung Peneleh juga terdapat sebuah peninggalan kuno yang terkenal, yakni Masjid Jami’ Peneleh. Lokasinya di Peneleh Gang V. Masjid Jami’ Peneleh disebut-sebut sebagai masjid tertua di Surabaya yang merupakan peninggalan Sunan Ampel.

Dikisahkan Kuncar, Sunan Ampel melakukan perjalanan bersama rombongannya dari ibukota Majapahit menyusuri Kalimas menuju Ampeldenta. Ia memutuskan mampir di Peneleh, karena mendengar di kawasan tersebut telah bermukim komunitas muslim. Namun, mereka belum memiliki tempat ibadah yang layak. Sunan Ampel lantas memimpin rombongannya beserta warga setempat dalam pembangunan Masjid Jami Peneleh yang awalnya hanya berupa langgar.

Pada masa pertahanan kemerdekaan, masjid ini dijadikan tempat berembug Laskar Hizbullah menyusun strategi melawan penjajah Belanda.

Di kampung ini pula kita akan menemukan rumah peninggalan tokoh sejarah Indonesia, rumah H.O.S Tjokroaminoto, yang dikenal sebagai guru bangsa. Rumah bersejarah ini terletak di Peneleh gang VII nomor 29—31.

Di kawasan Peneleh akan dijumpai pula makam Belanda. Kompleks pemakaman bernama resmi De Begraafplaats Peneleh Soerabaja yang dibangun tahun 1814 ini merupakan tempat peristirahatan terakhir bagi golongan atas kaum Eropa yang pernah bermukim di Surabaya.(rur)

Comment

News Feed