by

Kampung Pandean Surabaya, dari Sentra Pande Besi Hingga Tempat Lahir Soekarno

-berita-466 views

Surabaya – Ada banyak penamaan unik untuk kampung-kampung kuno di Surabaya, salah satunya Kampung Pandean. Terletak bersebelahan dengan kampung Peneleh, Kampung Pandean merupakan sentra pande besi di jaman dahulu. Bahkan keberadaan para pande besi di wilayah tersebut diperkirakan sudah ada sejak sebelum jaman Belanda. Ini menilik dari keberadaan Sumur Jobong yang belum lama ini ditemukan di kawasan tersebut.

“Sumur Jobong yang ditemukan di Pandean gang satu merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit. Ini dari hasil penelitian dari Trowulan, Sumur Jobong seperti ini banyak terdapat pada situs-situs permukiman pada masa Hindu-Budha, khususnya di Trowulan yang merupakan bekas Ibu Kota Majapahit,” jelas Ida Armawati, perangkat RT 1 RW 13, tempat ditemukannya Sumur Jobong.

Masih menurut Ida, Sumur Jobong dulunya biasa dipakai sebagai tempat mencuci keris dan peralatan lainnya yang merupakan hasil karya dari pande besi. Ida lantas menunjuk sebuah rumah dengan pintu bercat hijau kuning, tak jauh dari keberadaan Sumur Jobong yang kini ditutup pintu besi.

“Rumah itu dari cerita bude saya yang asli sini, merupakan rumah paling terakhir dari generasi pande besi di kampung ini. Tapi sekarang sudah tidak ada keluarganya dan ditempati Sinse Fan. Ini semakin memperkuat bukti bahwa Kampung Pandean dulunya memang tempat para pande besi,” tegas wanita kelahiran tahun 1968 ini.

Penamaan Kampung Pandean yang berasal dari kata pande, kian memperkuat jika kampung tersebut awalnya merupakan sentra pande besi.

Pande besi merupakan proses pembuatan alat-alat pertanian maupun kerajaan yang berbahan dasar besi. Menempa besi keras yang kemudian dipanaskan, menjadi salah satu ciri khas dari kerajinan ini.

Nama Kampung Pandean pun kian dikenal khalayak luas sejak ditemukannya rumah lahir tokoh proklamator Indonesia, Soekarno. Rumah lahir Soekarno diketahui berada di Pandean gang IV nomor 40.

Bangunan rumah dengan pintu bercat biru itu masih nampak kuno layaknya bangunan tempo dulu. Pintu masuknya seperti pintu gerbang yang memiliki dua pintu, dan di dalamnya terlihat gorden putih menutupinya.

Di luar gang terdapat spanduk besar bergambar Soekarno, disertai tulisan: Pandean Bersejarah, Tanah Kelahiran Soekarno. Terdapat tulisan Pandean IV di pintu masuk gang, tak jauh dari spanduk bergambar Soekarno.

Memasuki gang itu, ada sebuah lukisan bergambar Bung Karno dan beberapa tulisan seperti: Perjuanganku Lebih Mudah Sebab Mengusir Penjajah. Kampung Kelahiran Soekarno. Suroboyo Kampung Soekarno. Jasmerah; Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah. (rur)

Comment

News Feed