by

Jaga Ekosistem, TP PKK Bersih-Bersih Sampah Pantai Gili Ketapang

 

Probolinggo, yukpigi.com – Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Timur melakukan bersih-bersih sampah di sepanjang bibir Pantai Gili Ketapang Kab Probolinggo. Kegiatan dilakukan sebagai upaya menjaga ekosistem dan keindahan pantai.
Ketua TP PKK Jatim, Arumi Bachsin saat memimpin bersih bersih sampah, Kamis (4/4) menyayangkan banyaknya sampah di sepanjang pantai. Menurutnya, sampah-sampah ini selain mencemari ekosistem, juga mengotori pemandangan Pantai Gili Ketapang yang indah. Agar pantai ini kembali bersih, ia menilai perlu adanya perubahan pola pikir, dan pola hidup dari seluruh pihak untuk lebih sadar dan menjaga kebersihan. “Masalah sampah bukan sekedar fisik sampahnya saja, tapi ada masalah pola pikir, pola hidup, dan masalah fundamental,” katanya.
Menurut studi, lanjut Arumi, penghasil sampah paling banyak adalah kaum perempuan. Sebab 60 % sampah yang beredar berasal dari sampah rumah tangga, yang menghasilkan limbah organik dan non organik. Untuk organik, sampah tersebut lambat laun akan terurai, namun berbeda dengan sampah non organik yang bisa saja tidak terurai. “Di Gili Ketapang, yang paling banyak adalah sampah popok sekali pakai dan bungkus makanan, seperti mie instan, sampah pembalut sekali pakai, dan lainnya,” lanjutnya.
Karena itu, Arumi mendorong seluruh pihak, untuk lebih menjaga kebersihan, salah satunya dengan tidak membuang sampah sembarangan. Iamencontohkan perusahaan besar, diharapkan bukan hanya fokus pada faktor produksi dan penjualan barang saja, tetapi juga pasca produksi dan penjualannya. Misal,pabrik barang kosmetik, jika ada konsumen yang lotion atau krim wajahnya habis, botolnya jangan dibuang, tapi bisa dikembalikan ke tokonya supaya bisa mendapat potongan 20 %. Tujuannya tidak lain agar orang tidak membuang sampah sembarangan.
Menurut Arumi, motivasi ini harus terus dibangun, sebab jika sampah sampai terbuang ke laut, sampah tersebut akan mengambang. Jika mengambang dan terkena panas dan hujan, sampah itu lama kelamaan bisa terurai dan meleleh, kemudian berubah jadi mikroplastik. Ukurannya sebesar butiran garam. “Ini yang berbahaya, sebab bisa saja mikroplastik ini dimakan oleh ikan, kemudian ikannya dimakan oleh manusia. Dan hal ini juga bisa menjadi faktor dari stunting, sebab salah satu faktor dari penyakit tersebut adalah higienitas yang kurang,” terangnyamelalui siaran pers Humas Setdaprov Jatim.
Setelah bersih-bersih sampah, Arumi bersama rombongan berkesempatan meninjau Posyandu Baitur Rohman yang terdapat di Pulau tersebut. Di posyandu ini, Arumi berdiskusi dengan para ibu-ibu yang memeriksakan tumbuh kembang anaknya. (put/jnr)

Comment

News Feed