by

Dua Fotografer Muda Prancis Gelar Karya di Surabaya

-berita-287 views

Surabaya – Institut Français Indonesia (IFI) Surabaya bekerjasama dengan House of Sampoerna (HoS) menggelar pameran fotografi paralel Jeune Création (baca: jzhen kréasiong) / Cipta Karya Muda, hasil karya residensi fotografi di Surabaya pada tahun 2018 dari 2 fotografer muda Prancis. Mereka adalah Erell Hemmer dan Rémi Decoster, yang masing-masing menyoroti hal yang mereka pandang unik, dari hasil berkarya selama di Surabaya, dalam kaitannya sebagai kota maritim dan pesisir.

Erell Hemmer menampilkan karya dari project foto jangka panjangnya, termasuk hasil observasi di Surabaya berjudul Pourquoi suis-je incapable d’aller sur la tombe de mon père (“Mengapa Ku Tak Sanggup Pergi ke Makam Ayah”) di halaman HoS dan Rémi Decoster mengangkat topik dengan pendekatan sosial dan model penceritaan dongeng ala Indonesia berjudul L’ogre de Gergasi (“Raksasa Gergasi“) di Galeri Paviliun.

Salah satu keunikan pameran, untuk pertama kalinya di HoS Surabaya sebuah pameran foto kontemporer menyatu dengan peti kemas industrial (asli tanpa modifikasi), yang dipakai untuk keperluan transportasi dan penyimpanan barang antar lautan. Hal ini berkaitan dengan tema yang diangkat Erell yang memiliki keterkaitan erat dengan lautan. Peti kemas ini menjadi bagian dari pameran karyanya. Lautan dan pesisir menjadi inspirasi utama bagi Erell, terutama sejak kepergian sang ayah, seorang kapten kapal. Project fotografi ini ialah ungkapan tahapan dukacita yang ia lalui, dengan pengambilan gambar bertema antara lain lautan, pelabuhan serta kehidupan di pesisir laut, di sejumlah negara, termasuk di Surabaya.

Di sisi lain, keistimewaan karya Rémi diperoleh berkat kejelian dan sudut pandang yang khas dalam mengobservasi fungsi sosial di masyarakat. Ia menemukan bahwa sebuah keahlian terkait seni dapat menjadi profesi yang diterima di dalam masyarakat yang dikenal relatif konservatif. Rémi menampilkan karyanya dengan gaya seri foto yang ‘bertutur’ ala dongeng, rekaannya sendiri, dengan mengambil inspirasi dongeng raksasa asal Indonesia, atau yang dikenal dengan Gergasi. Subjek foto Rémi adalah penata rias pengantin di Madura dengan aktivitas di seputarnya dan kehidupan keseharian mereka yang belum banyak dikenal.

Pameran berlangsung mulai 12 hingga 27 April 2019.

“Gelaran karya fotografi ini menunjukkan perbedaan cara pandang terhadap kebiasaan yang terjadi disekitar kita. Hal-hal yang dianggap sederhana dapat menjadi sesuatu yang menarik bagi orang lain. Dengan diselenggarakannya pameran ini diharapkan dapat mendorong generasi muda untuk semakin peka terhadap adat dan budaya, sebagai inspirasi dalam berkarya,” tutur Rani Anggraini, selaku Manager House of Sampoerna.

Dua fotografer muda yang baru menyelesaikan studi master, melakukan residensi fotografi selama 3 bulan pada tahun lalu. Mereka mengamati problematika kota Surabaya dan sekitarnya, Pada 2019, keduanya kembali ke Kota Pahlawan.(rur)

Comment

News Feed