by

Destinasi Wisata Batik yang Tak Boleh Dilewatkan

Setiap tanggal 2 Oktober, diperingati sebagai hari batik nasional. Ini menyusul masuknya Batik ke dalam daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO pada tahun 2009.

Meski, antusiasme tinggi terhadap batik banyak dari kita yang sedikit mengetahui proses pembuatan batik itu.

Nah, tak ada salahnya jika kita berwisata menengok proses demi proses pembuatan batik langsung dari asalnya. Berikut ini beberapa destinasi wisata batik yang bisa dijadikan rekomendasi liburan Anda, seperti dilansir dari Viva Travel:

1. Kampung Batik Kauman di Pekalongan

Terletak di Kelurahan Kauman, Pekalongan desa ini sejak tahun 2007 ditetapkan sebagai kampung batik kauman. Di sini kamu pun dapat memilih beragam kain batik khas Pekalongan yang banyak dipengaruhi asimilasi waga Pekalongan dengan bangsa China, Arab, Melayu, India, bahkan Belanda dan Jepang di masa lalu. Misalnya motif Jlamprang yang terinspirasi gaya India dan Arab.

Ada juga Batik Encim dan Klangenan yang dipengaruhi peranakan China. Motif Batik Pekalongan pun lebih berwarna dan beragam jika dibandingkan dengan umumnya batik di Solo, Jawa Tengah.

Tak hanya kain, Anda dapat membeli beragam tas, sandal, dompet dan aksesoris lainnya dengan corak khas batik. Mengingat kawasan pembatik, Kampung Kauman telah mendirikan showroom untuk memberi ruang bagi wisatawan untuk mengekspresikan kreasinya membatik di atas kain. Jangan lupa untuk mengunjungi museum Batik Pekalongan untuk menambah wawasan Anda seputar Batik.

2. Kampung Batik Laweyan di Solo

Kampung Laweyan ini menjadi salah satu kampung batik tertua dan ikon batik di Solo sejak abad ke-19. Di sini, wisatawan pecinta batik akan ditawarkan 250 jenis batik dengan warna yang cenderung lebih terang. Selain membeli, kampung ini pun menawarkan paket wisata workshop membuat batik.

Nantinya Anda dapat mengikuti kursus membatik selama 2 jam dan dapat membawa pulang hasil karya dari kursus itu. Selain itu juga ada pelatihan membatik secara intensif bagi yang ingin mendalami teknik pembuatan batik tulis dan cap.

Tak hanya menawarkan wisata batik, kampung ini pun menawarkan daya tarik tersendiri lainnya. Salah satunya adalah mengagumi arsitektur bangunan rumah penduduk di kampung ini yang banyak dipengaruhi oleh arsitektur Jawa, Eropa, Cina dan Islam. Arsitektur bangunan ini pun disebut-sebut menggambarkan kejayaan saudagar batik asli pribumi Laweyan yang dikenal dengan sebutan “Gal Gendhu”.

Setelah lelah membatik dan berkeliling kampung, istirahatlah sejenak untuk menikmati makanan khas kampung ini. Seperti kue ledre, kue apem dan lainnya.(viv)

Comment

News Feed