by

Bazaar Takjil ‘Bertebaran’ di Sidoarjo Saat Ramadhan

Sidoarjo – Sudah menjadi tradisi setiap tahun di bulan puasa seperti saat ini, wajah pasar di area perumahan Taman Suko Asri desa Suko Legok kecamatan Sukodono sedikit berbeda.

Sejak siang hingga menjelang malam, puluhan penjual berjajar menawarkan aneka jenis makanan di depan pasar perumahan itu. Ada aneka jenis kue, dan berbagai minuman segar, ada pula beragam jenis lauk pauk yang menggoda selera.

Deretan berbagai jenis makanan itu begitu menggoda mata dan selera. Ditambah lagi aroma sedap yang keluar dari ragam makanan khas dari berbagai daerah itu.

Aris (42) sudah 6 tahun berjualan kue lumpia berbuka puasa di Pasar perumahan Taman Suko Asri (TSA).

“Tahun 2012, saya mulai jualan di pasar perumahan Taman Suko Asri. Awal mula belum begitu banyak yang berjualan seperti saat itu,” ucapnya.

Makin lama, jumlah penjual bertambah hingga memadati lokasi berjualan, menurut Aris, sempat berpindah – pindah ke lokasi pasar dekat perumahan di Taman Suko Asri saat itu. Namun, dia dan pedagang lain menolak karena di lokasi untuk berjualan terlalu masuk, dagangan mereka pasti tidak akan laku.

Para pedagang pun kemudian memilih berjualan di depan jalan.

“Area ini biasanya untuk keluar masuk orang – orang perumahan. Namun, berjualan saat bulan puasa saja, kami sewa untuk tempat berjualan,” katanya.

Aris menjual aneka kue takjil, seperti lumpia dan resoles. Harga jualnya mulai Rp 3.000 per biji. Aris mengakui, harga di sini lebih menjangkau ketimbang harga kue lumpia dan resoles serupa di tempat lain. Selisih ini digunakan untuk menutup biaya bahan baku yang berkualitas.

Menurut Aris, kue yang ia jual selalu baru. Bahan baku makanan yang sebagian besar terbuat dari rebung dan wortel, terbatasnya daya tahan makanan di suhu ruang. Bila barang dagangan tak habis terjual ada sisa, Aris membagikannya ke masjid untuk orang-orang yang lagi tadarus sehabis sholat tarawih.

Usaha dagang lumpia dan resoles ini merupakan usaha yang ditekuni sejak dulu oleh istri Aris.

“Dulu istri masih gabung jadi satu bersama kakaknya istri dan masih berjualan berpindah – pindah. Lalu lokasi berjualan sekarang sudah menetap hingga ke lokasi yang ada sekarang,” ucapnya.

Aris dan istrinya dulu selalu berjualan bersama kakak ipar, kalau kakaknya jualan berupa aneka kue dan minuman dingin. Lantaran tenaga yang sangat terbatas, kakak dari istri Aris tidak lagi menjual semua jenis makanan seperti yang dilakukan seperti dulu.

Selain itu, antara Aris dan istrinya serta kakaknya sekarang tiap tahun tepatnya saat bulan puasa, bahkan sehari – hari bisa merasakan tempat untuk berjualan, lumpia dan aneka kue, kini sudah mulai mendapatkan tempat atau lokasi.

Ragam takjil juga bisa ditemukan di halaman perumahan pasar di wilayah perumahan Sukodono – Sidoarjo. Santapan berbuka puasa itu digelar di atas lapak-lapak dan gerobak makanan atau aneka kue oleh para pedagang.

Pilihan takjil di sini beragam. Yang membuat kangen jajanan pasar bisa menemukan kue pisang, ketan srikaya, talam ubi, dan beragam macam gorengan.

Jika ingin minuman segar, juga tersedia ragam sajian es, seperti es cendol, es buah, es campur dan es degan. Juga Ingin takjil yang lembut dan manis juga tersedia es goder dan es bubur ketan srikaya.

Di bazar takjil ini juga tersedia beragam santapan untuk makan malam, seperti gudeg,sate ayam / kambing,nasi bebek, nasi pecel, bahkan ada menu kekel sapi. Harganya mulai dari Rp 10.000 sampai Rp 25.000 per porsi.

Para pedagang takjil, juga menyediakan beragam masakan rumahan, seperti buntil, balado teri, dan kering tempe. Mulai membuka lapaknya sejak pukul 14.00 dan akan tutup pukul 18.00.

Pengakuan menurut salah seorang pedagang yang enggan di sebut namanya, hanya tiap tahun tepatnya di bulan puasa dia berdagang santapan takjil. Di luar itu, sehari-hari dia berdagang buah-buahan.

Comment

News Feed