by

Banyuwangi Ijen Green Run 2019

Banyuwangi, yukpigi.com – Tahun ini ajang wisata olahraga (sport tourism) Banyuwangi Ijen Green Run 2019 kembali diadakan untuk keempat kalinya. Antusiasme tinggi dari para wisatawan mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi untuk terus mengembangkan wilayah ini sebagai destinasi sport tourism terfavorit di Indonesia.
Untuk mewujudkannya, Pemkab Banyuwangi kemudian menggandeng LOKET, perusahaan penyedia sistem teknologi manajemen event dan hiburan yang telah bekerja sama dengan hampir 90% event raksasa di Indonesia. Dalam kolaborasi ini, LOKET memberikan dukungan sebagai official partner management ticketingdalam 11 kegiatan sport tourism di Banyuwangi.i
“Kolaborasi ini sejalan dengan komitmen Banyuwangi untuk menjadikan pariwisata sebagai pilar baru yang menopang pertumbuhan ekonomi di daerah,”ujar Abdullah Azwar Anas, Bupati Banyuwangi dalam sairan pers Minggu (21/7).
Azwar mengungkapkan bahwa melalui kolaborasi dengan LOKET, peserta akan semakin termudahkan dalam pembelian maupun penukaran tiket, sehingga diharapkan mereka bisa merasa lebih nyaman dalam mengikuti beragam kegiatan sport tourismdi Banyuwangi. Selain itu, distribusi tiket juga akan lebih menyebar secara luas, sehingga diharapkan dapat menarik minat lebih banyak wisatawan untuk berkunjung ke Banyuwangi.
Berdasarkan data Pemkab Banyuwangi, tingkat kunjungan wisatawan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir. Di tahun 2018 jumlah wisatawan domestik meningkat hingga 960% dan mancanegara meningkat hingga 919%.
Bupati Azwar juga menambahkan bahwa kegiatan Banyuwangi Ijen Green Run tahun ini dibuat lebih spesial dan istimewa dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, yang menggelar 3 rute lintasan baru, yaitu sepanjang 9K, 22K dan 42K.
“Pelari profesional maupun pehobi lari dapat menyaksikan dan menikmati langsung keindahan alam hutan, sungai, serta area hijau lainnya yang menyegarkan mata selama mengikuti olahraga ini,” tambahnya.
Menanggapi kolaborasi dengan Pemkab Banyuwangi, Ario Adimas – VP Marketing LOKET menyatakan kebanggaaan turut dilibatkan dalam kegiatan serta mengakui bahwa perkembangan sport tourismBanyuwangi yang keindahan alamnya sudah menjadi perbincangan para wisatawan.
“Sebagai pionir di industri teknologi event, kami siap memberikan dukungan untuk memberikan pengalaman terbaik baik bagi Pemkab Banyuwangi maupun para peserta dan wisatawan yang mengikuti kegiatan Banyuwangi Green Ijen Run tahun ini,” ujar Ario.
Melalui kolaborasi ini, para calon peserta diberikan kemudahan untuk membeli tiket secara online baik melalui platform unggulan LOKET yakni Loket.com dan GO-TIX yang tersedia di aplikasi GOJEK dan laman go-tix.id. Daftar kegiatan sport tourism yang ada di Banyuwangi, nantinya dapat diakses calon wisatawan melalui laman loket.com/banyuwangisporttourism.
Menyusul Banyuwangi Ijen Run 2019, PemKab Banyuwangi akan menyelenggarakan 10 kegiatan sport tourism lainnya, yaitu Blue Fire Ijen Challenge 2019 di bulan Juli, Savana Duathlon dan International Tour de Banyuwangi Ijen di bulan September. Kemudian Red Island Cycling Adventure, Durian Happy Cycling dan Alas Purwo Geopark Run di bulan November 2019 Dan masih banyak yang lainnya.
Lomba lari ini diikuti oleh 560 peserta dari manca negara dan dari berbagai kota di Indonesia. Tercatat ada peserta dari Kenya yang merupakan salah satu negara penghasil pelari di dunia, Prancis, dan Belanda. Ada pula yang datang dari Makasar, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, hingga Surabaya.
Tanjakan menjadi salah satu ciri khas trek yang disuguhkan dalam kompetisi lari yang telah memasuki tahun ke-empat ini. Mengawali start dari Taman Gandrung Terakota, peserta langsung dihadapkan pada tanjakan yang kemiringannya mencapai 40 derajat.
“Tanjakannya luar biasa. Benar-benar menguras tenaga. Bahkan ada tanjakan yang kita naiknya harus pakai tali. Namun, pemilihan rutenya kian tahun kian menarik,” ucap Sutikno, pelari yang tahun ini menjuarai kategori 22K.
Sementara itu, pemenang utama kelas 42K kategori men open masih dipegang oleh Samson Karega Kamau. Dengan catatan waktu 03:40:43, pelari asal Kenya itu berhasil mengulang kesuksesannya menjadi jawara Ijen Green Run 2017.
“Rutenya lebih bagus, dan yang pasti tanjakannya tetap menantang. Udaranya sangat bersahabat, sangat membantu. Menurut saya, tahun ini lebih sempurna penataan jalurnya,” pungkas Samson.

Race manajemen Ijen Green Run 2019 Udianto menjelaskan bahwasannya tahun ini memang dibuat berbeda dan lebih menantang, sedangkan kategori pertama yang dilepas adalah Marathon 42K, lalu half marathon 22K, dan terakhir 9K. “Spesial tahun ini kita beri trek yang menantang dan pengalaman tak terlupakan,” ujar Udianto. (wan/gnp/bs)

Comment

News Feed