by

Banyumili, Warna Warni Surabaya dalam Lukisan Cat Air

-berita-116 views

Surabaya – Deretan karya 14 seniman dipersembahkan untuk ulang tahun kota Surabaya. Hingga 15 Juni 2019 mendatang masyarakat dapat menyaksikan karya-karya lukisan cat air di Galeri Paviliun House of Sampoerna dengan tajuk “Banyumili.”

Tema yang diambil dari Bahasa Jawa berarti air mengalir ini, dimaksudkan agar para seniman dapat dengan leluasa, bebas dan lepas berekspresi seperti layaknya air. Mengungkapkan keterikatan batin terhadap kota Surabaya yang menginspirasi untuk menampilkan lansekap serta kearifan budaya Kota Pahlawan dalam sudut pandang masing-masing.

Penggunaan cat air sebagai media utama juga menjadi hal unik dalam pameran ini. Sebagian besar peserta pameran biasa berkarya menggunakan media lain seperti cat minyak maupun cat akrilik. Meski begitu, untuk mempopulerkan media cat air ke masyarakat, mereka bersepakat dan merasa tertantang untuk menggunakan media bersifat transparan ini pada 42 karya yang dipamerkan.

Seperti lukisan berjudul “Sanggar Agung” oleh Agus Koecink. Bercerita tentang tradisi nyekar dilaut sebagai budaya masyarakat peranakan menjelang Qing Ming, sebuah ritual tahunan masyarakat Tionghoa untuk bersembahyang dan ziarah ke makam kerabat.

Lain lagi dengan Budi Bi, cerita tentang keunikan pasar tertua di Surabaya menjadi ide utama karyanya yang berjudul “Pedagang Ikan Pasar Pabean.” Kisah tentang budaya dan nilai historis Surabaya sebagai kota Pahlawan juga digoreskan melalui warna warni cat air oleh seniman yang akrab disapa Jo Pram lewat karya berjudul “Sejarah Jembatan Merah.”

Selain itu, ada pula lukisan bertajuk “City of Tomorrow” karya Yoes Wibowo yang menggambarkan Surabaya sebagai kota yang hijau, smart city, bersih, lancar, indah, tentram, dan sejahtera lewat penggambaran dari udara ala drone.”

“Semoga kegiatan pameran bersama ini sukses dan lancar seperti milinya air (air mengalir) dan menebarkan energi positif kepada seniman lain untuk muncul dengan gaya dan pemahaman masing masing, serta turut mempopulerkan lukisan dengan media cat air. Sehingga nanti banyak apresian yang kenal lalu sayang dengan media satu ini,” ungkap Budi Bi, ketua pameran Banyumili.

Manager House of Sampoerna, Rani Anggraini, mengatakan, pameran ini diselenggarakan untuk turut serta meramaikan hari jadi Kota Surabaya ke-726, selain semakin mendekatkan media cat air kepada masyarakat.

“Tantangan menggunakan cat air bagi peserta pameran juga sebagai gambaran semangat para seniman dalam menghasilkan karya indah dari media yang tidak biasa mereka gunakan, sebagai kado ulang tahun kota Surabaya tercinta. Semoga semangat ini dapat menginspirasi generasi muda untuk keluar dari zona nyaman, mengasah kreatifitas untuk berkarya,” lanjut Rani. (rur)

Comment

News Feed