by

Pelaku Budaya minta Daerah Sekitar Trowulan juga dilestarikan

Kolam Segaran Trowulan Mojokerto

Mojokerto, Semua wajib melestarikan dan menjaga kelestarian kerajaan Trowulan yang tidak saja ada di Mojokerto, di beberapa daerah sekitarnya diantaranya Jombang dan Tuban wajib dilestarikan karena juga merupakan kekuasaan kerajaan Trowulan
Begitu yang dipaparkan ketua panitia Taufik Monyong dalam Dialog Kebudayaan bertema penguatan kawasan trowulan sebagai destinasi pariwisata yang diadakan pada kamis 13/12 di ponpes segoro agung trowulan mojokerto.
Dikatakannya, agar langkah strategis dan praktis dapat diwujudkan, maka sangat penting dan perlu diadakannya Dialog Budaya seperti ini.
Ini sebagai wahana diskusi dan musyawarah bagi berbagai pihak dismping itu juga dimaksudkan sebagai upaya penataan pengelolaan kawasan lebih lanjut. Merangkap sebagai pembawa acara panitia mengapresiasi dan bangga akan konsep Segaran yang cukup lengkap menceritakan tentang,puncaknya pemerintah Majapahit waktu itu
Ia menceritakan saat itu Kerajaan Negarakertagama sudah membangun kolam yang cukup besar,pintu airnya dibagian barat dan keluarnya ada di bagian selatan. Namun saluran air yang ada di tenggara tertutup
Untuk menjaga agar air tetap penuh, pintu air yang ada di utara di buka sehingga kebutuhan persawahan pada masa itu tetap terjaga. Sekarang pun masih ada beberapapeninggalan yang sudah mulai rusak dan masih perlu ditemukan lagi. Misalnya candi Tikus bukti peninggalan gorong- gorog pengairan waktu itu.
Sementara dialog kebudayaan ini juga dihadiri beberapa pelaku budaya dan tokoh Jatim. Turut hadir Bambang Budi Utomo (peneliti senior pusat penelitian Arkeologi Nasional Kemendikbud), Dr.Muhamad Said M Hum (kepala BPCB Jatim) Dr.Edi Tri Haryantoro(tim kepubakalan), Adrian Perkasa (Dosen Sejarah Unair)
Acara ini juga dimeriahkan oleh Tari Bedoyo, oleh SMS Mojokerto. Tari ini merupakan perpaduan seni dan budaya spiritual jawa. ( fan/wan)

This slideshow requires JavaScript.

Comment

News Feed