by

Gereja Pohsarang Kediri, Gereja Katolik Tertua se Asia Tenggara

-destinasi-88 views
Ist.

Kediri – Puhsarang merupakan sebuah desa di Kecamatan Semen di kaki Gunung Wilis, kurang lebih 10 km dari Kota Kediri. Puhsarang juga merupakan tempat ziarah yang terkenal dengan Gereja Pohsarang, yaitu gereja Katolik tertua di kawasan Asia Tenggara. Di komplek dengan luas 13,5 ha ini terdapat Gua Maria Lourdes Pohsarang yang merupakan replika Gua Maria Lourdes di Perancis.

Di depan Gereja Pohsarang Kediri terdapat sebuah patung Yesus dengan ukiran yang halus serta sangat indah. Sedangkan pada gapura batu St Maria, terdapat sebuah patung Maria yang diayomi atap dengan bentuk menyerupai atap bangunan elok khas Minangkabau.

Di dalam area Gereja Pohsarang ini juga terdapat Jalan Salib yang mengitari sebuah bukit dengan balutan rindangnya pepohonan, yang dimana terdapat patung-patung seukuran orang dewasa berwarna keemasan yang terdiri dari 15 stasi, dimulai sejak Yesus divonis hukuman mati sampai ia dimakamkan.

Patung Maria di area Gua Maria Lourdes Pohsarang Kediri dengan tinggi 4 meter, merupakan tiruan patung di Perancis yang tinggi aslinya hanya 1,75 meter. Sedangkan Gua Maria Puhsarang Kediri tingginya mencapai hampir 18 meter. Tempat ini sangat cocok untuk melakukan meditasi karena suasananya yang cukup senyap.

Memasuki gapura batu plengkung yang disambut dengan ucapan selamat datang, kemudian sedikit menyusuri jalan ke arah Gua Maria Pohsarang, Kamu akan melihat sebuah lonceng ditengah-tengah pilar batu lengkung tinggi yang dilatar belakangi bangunan gereja. Di jalan menuju Gua Maria Pohsarang, terdapat beberapa kios yang menjual berbagai keperluan para peziarah, cindera mata yang bertemakan religius, serta berbagai hasil kerajinan tradisional.

Cerita Puhsarang

Gereja Pohsarang Kediri didirikan pada 1936 atas inisiatif Romo Jan Wolters CM, pastor di paroki Kediri pada kala itu, dengan bantuan arsitek Henri Maclaine Pont. Gereja ini memiliki rancang bangun yang unik, dengan memadukan gaya arsitektur khas Eropa dan Jawa Majapahit.

Tedapat pula Gedung Serba Guna Emaus Pohsarang Kediri dengan bentuk menyerupai perahu dan gunungan yang struktur dan arsitekturnya mirip dengan Gereja Pohsarang Kediri. Kerangka atap bangunan memakai bentang baja tanpa usuk dan reng kayu seperti bangunan pada umumnya, serta bentuk genting yang khas.

Beralih ke area Gua Maria Pohsarang, terlihat bekas lelehan ribuan lilin yang dibakar di bawah patung Maria berukuran besar, membentuk relief seperti aliran air terjun yang berwarna putih. Tampak sejumlah bunga mawar merah dan kanthil ditebar pada puncak undakan.

Dari area ini terlihat undakan yang memperlihatkan kontur perbukitan menuju ke Jalan Salib Bukit Golgota Puhsarang Kediri. Undakan tampak tidak terlalu curam, dengan pepohonan rindang di kiri kanan undakan yang teduh.

Melangkah menuju ke Jalan Salib Bukit Golgota Puhsarang Kediri, pada gerbang batu Jalan Salib terdapat patung keemasan yang indah. Stasi I Jalan Salib menggambarkan saat Yesus dijatuhi hukuman mati di rumah Pilatus.

Stasi II dan Stasi III, ketika Yesus jatuh untuk pertama kalinya setelah dipaksa memanggul salib saat melintasi jalanan Yerusalem menuju Golgota. Peristiwa tersebut dinamakan Via Dolorosa, yang berarti Jalan Duka atau Jalan Salib. kemudian Stasi IV menggambarkan peristiwa saat Yesus bertemu dengan ibunya.

Stasi VI Jalan Salib berupa peristiwa ketika Veronica mengusap wajah Yesus yang berlumuran darah menggunakan kerudungnya, sehingga wajah Yesus tergambar di kain tersebut. Veronika dihormati sebagai santa dikarenakan ketulusannya meringankan beban Yesus ketika menuju penyaliban di Golgota. Veronika kemudian masuk Kristen, dan sebelum wafat ia memberikan kerudungnya kepada Paus Klement.

Pohsarang Kediri merupakan sebuah tempat yang menarik untuk dikunjungi para peziarah maupun masyarakat umum sekalipun. Selain dapat mengagumi arsitektur bangunan Gereja Pohsarang, Kamu juga dapat menikmati suasana yang hening serta sakral di sekitar Gua Maria dan Jalan Salib.(follow Kediri?

Comment

News Feed