by

Cara Unik Warga Sukapura Probolinggo Rayakan Tahun Baru Islam

-berita-83 views
Obor besar peringatan Tahun Baru Islam di Sukapura, Probolinggo. (Ist)

Probolinggo – Ribuan warga muslim yang tinggal di Desa Sukapura Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo memperingati pergantian tahun islam 1 Muharam 1440 Hijriah dengan cara unik, Senin (10/9/2018) malam.

Sepintas, apa yang mereka lakukan sama dengan apa yang dilakukan di tempat lainnya, yakni pawai obor.

Namun, pawai obor di desa ini berbeda. Dari ribuan obor, ada satu obor besar yang berukuran 7-8 meter. Meski tidak diarak, obor ukuran besar ini menjadi perhatian banyak orang. Obor besar diletakkan di parkiran wisata.

Acara dilakukan setelah salat maghrib. Warga berkumpul dengan membawa obor mereka masing – masing. Selanjutnya, mereka mengelilingi desa dengan membawa obor.

Pawai ini diiringi alunan musik rebbana yang dimainkan warga setempat. Mereka bersenandung bersama di sepanjang pawai obor. Untuk semakin menyemarakkan pawai, peserta pun juga menyanyikan mars NU Yaa Ahlal Wathon.

Iring – iringan pawai dalam rangka menyambut pergantian tahun baru Islam mendapatkan sambutan hangat. Meski Kecamatan Sukapura didominasi warga yang memeluk agama Hindu. Keharmonisan dan kerukunan antar umat beragama di Sukapura sangat terjaga.

Warga pun ikut menyaksikan pawai ini. Bahkan, tak hanya warga lokal, wisatawan mancangera yang kebetulan liburan di Bromo pun juga ikut menyaksikan acara tradisional seperti ini.

Setelah iring – iringan mencapai finish, rombongan disambut dengan obor berukuran besar yang sudah menyala. Acara semakin meriah. Dan di penghujung acara ada tausiah dan dilanjutkan dengan doa bersama.

Kades Sukapura Budi Cahyono menjelaskan, pergantian tahun baru islam harus dirayakan. Alasannya, agar masyarakat tidak hanya mengenal pergantian tahun baru masehi.

“Yang membuat acara ini anak – anak muda di desa ini. Kami ikut senang dan bangga. Semoga acara ini bisa memberikan pemahaman terhadap generasi muda Islam,” katanya.

Camat Sukapura Yulius Christian sangat mengapresiasi kegiatan ini. Kata dia, Sukapura ini kaya akan budaya dan tradisi, termasuk budaya keagamaan.

Menurutnya, ini bisa dilestarikan. Bahkan, warga di Sukapura sini bisa menerima keberagamaan. Perbedaan bukan menjadi alasan untuk tidak hidup rukun. Mereka nyaman dalam perbedaan.

“Selain memberikan nuansa religius, juga menarik dari sisi wisata. Dari sini sudah bisa dilihat bahwa kegiatan yang ada di Sukapura bisa menggaet wisatawan,” tukasnya. (tbn)

Comment

News Feed