by

Sambut Annual Meeting IMF-World Bank, Banyuwangi Siapkan 4 Destinasi Wisata Istimewa

Pura di Alas Purwo. (Ist)

Banyuwangi – Menyambut Annual Meeting – International Monetary Fund (IMF)-World Bank Group 2018 yang digelar di Bali Oktober mendatang, Kabupaten Banyuwangi telah melakukan pembenahan infrastruktur pariwisata.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, adanya pertemuan IMF-World Bank membawa berkah bagi perkembangan pembenahan infrastruktur di kawasan Banyuwangi.

“Kami berterima kasih pada pemerintah pusat, pariwisata Banyuwangi akan kian berkembang dengan adanya pertemuan ini, karena branding Banyuwangi sampai ke 17.000 delegasi sedunia. Belum lagi media valuenya, karena pertemuan ini akan diliput media luar negeri,” ungkap Anas.

Berikut 4 destinasi wisata unggulan di Banyuwangi yang telah disiapkan untuk menerima tamu wisman para delegasi pertemuan IMF-World Bank.

1. Alas Purwo

Kawasan yang telah ditetapkan sebagai cagar biosfer dunia UNESCO ini punya banyak destinasi wisata alam yang banyak digemari wisman. Mulai dari savana hingga deretan pantai yang masih alami menjadi bagian Taman Nasional Alas Purwo. Menyambut pertemuan IMF-World Bank, pemerintah pusat bahkan telah mengucurkan dana hingga Rp 20 miliar untuk pembangunan infrastruktur. Dana tersebut digunakan untuk membangun beragam fasilitas pariwisata, mulai dari toliet, BTS, aliran listrik, hingga pembanahan akses jalan sehingga mudah dilalui mobil wisman yang ingin berkunjung.

2. Pantai Plengkung

Bagi turis mancanegara Pantai Plengkung dikenal dengan sebutan G-land.
Berada di kawasan Taman Nasional Alas Purwo, pantai yang satu menjadi salah satu pantai ‘perawan’ di Pulau Jawa. Selain punya pemandangan alam yang memesona, pantai ini juga memiliki ombak yang menantang, sehingga banyak digemari peselancar mancanegara.

Ombak besar Pantai Plengkung sendiri disebabkan oleh adanya patahan di dasar laut bagian barat yang membentuk palung laut. Adanya palung laut mengakibatkan terjadinya arus bawah laut yang membentur dinding karang, sehingga mampu membentuk ombak besar dengan ketinggian mencapai 6-7 feet. Bagi para surfer, ombak yang besar dan panjang serta berlapis-lapis tentu menjadi spot yang baik untuk berselancar.

3. Savana Sadengan

Berlokasi sekitar 2 kilometer dari pintu masuk pos Rawa Bendo, Taman Nasional Alas Purwo, padang rumput ini sekilas tidak jauh berbeda dengan savan Bekol yang ada di Taman Nasional Baluran. Memiliki luas sekitar 80 hektar, Savana Sadengan menjadi habitat asli bagi sekawanan binatang liar, mulai dari rusa, banteng, babi hutan, bahkan harimau.

4. Kawah Ijen

Kawah Ijen sendiri merupakan fenomena alam langka dan unik, yang bahkan hanya ada dua lokasi di seluruh dunia. Fenomena api biru Kawah Ijen dianggap mampu menarik minat kunjungan wisman dengan digelarnya acara pertemuan IMF-World Bank, mengingat media value pertemuan tersebut sangat besar.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed