by

Disinggahi Api Obor Asian Games, Berikut Fakta Menarik Kawah Ijen

Bondowoso – Api obor Asian Games singgah di Gunung Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (22/7/2018) dini hari lalu. Api obor dibawa oleh mantan petinju nasional, Phino Bahari. Kawah Gunung Ijen terletak di perbatasan Bondowoso dan Banyuwangi, Jawa Timur.

Kawah Ijen sendiri merupakan salah satu obyek wisata yang diminati oleh wisatawan mancanegara maupun domestik. Blue fire, daya tarik utama Gunung Ijen merupakan semburan api berwarna biru yang berada pada ketinggian kawah sekitar 2.443 meter dari permukaan laut.

Uniknya semburan api biru di Ijen adalah satu satu dari dua lokasi di dunia selain Eslandia. Terdapat waktu tertentu untuk menyaksikan blue fire sekitar pukul 02.00 – 03.00 WIB.

Bila berkunjung ke Kawah Ijen jangan lewatkan indahnya matahari terbit di Kawah Ijen. Ada transportasi unik di Gunung Ijen, yakni taksi manusia. Penumpang akan diangkut menggunakan gerobak dengan ditarik dan didorong oleh para penambang di kawasan tersebut.

Warga di sekitar kawasan Gunung Ijen juga menyediakan kopi lego, kepanjangan dari Lerek-Gombengsari dengan jenis robusta. Anda bisa menikmati dinginnya Gunung Ijen ditemani secangkir kopi lego.

Banyak homestay tersedia untuk tempat wisatawan beristirahat sembari menunggu mendaki di pagi hari. Biaya menginap berkisar dari Rp 100.000 – Rp. 500.000 per malam.

Berikut ini fakta menarik dari Kawah Ijen:

1. Lokasi Kawah Ijen

Kawah Gunung Ijen, terletak di perbatasan Bondowoso dan Banyuwangi, Jawa Timur. Wisatawan pun bisa memilih titik landasan terdekatnya. Bila menggunakan pesawat, maka bisa memilih tujuan penerbangan ke Banyuwangi, Malang, dan Surabaya. Setelah itu bisa lanjut menggunakan kendaraan umum atau pun menyewa.

2. Bisa Melihat Blue Fire

Salah satu tujuan wisatawan datang ke Kawah Ijen adalah ingin melihat semburan api bewarna biru (blue fire). Bila ingin melihat blue fire tentu Anda harus mendaki terlebih dahulu. Ketinggian kawah berada sekitar 2.443 meter dari permukaan laut. Perlu di ketahui, semburan api biru di Ijen adalah salah satunya dari dua lokasi di dunia selain Eslandia.

3. Waktu Terbaik Melihat Blue Fire

Wisatawan tidak bisa melihat blue fire sepanjang waktu. Ada waktu-waktu tertentu untuk menyaksikan keindahannya. Ada pun waktunya adalah sekitar pukul 02.00 WIB hingga 03.00 WIB.

4. Penambang di Dasar Kawah

Tidak hanya menikmati panorama alam, tetapi Anda juga bisa menyaksikan kegiatan dari para penambang di sana. Para penambang tersebut biasanya turun ke dasar kawah untuk mengumpulkan bongkahan belerang.

Setelah mendapatkannya mereka bawa dan ditampung di puncak gunung. Perlu diketahui, para penambang begitu memiliki keberanian dan melakukannya dengan cara konvensional, hanya mengandalkan tenaga dari tubuhnya.

5. Indahnya Matahari Terbit di Kawah Ijen

Momen yang bisa Anda dapatkan di sana adalah indahnya proses matahari terbit di Gunung Ijen. Dari gunung ini juga wisatawan bisa melihat indahnya pesona gunung di daerah lain seperti dari timur Kawah Ijen terlihat puncak Gunung Merapi di Yogyakarta. Lalu juga gunung-gunung lain seperti puncak Gunung Raung, Gunung Suket, dan Gunung Rante.

6. Spot Instagramable

Tidak hanya indah dipandang dengan mata telanjang, tetapi Kawah Ijen juga bisa menjadi spot yang instagramable. Apalagi jika Anda berkesempatan untuk melihat blue fire, maka bisa Anda abadikan melalui foto. Selain itu juga Anda bisa berfoto saat pendakian, juga foto dengan latar indahnya danau atau Kawah Ijen saat pagi hari.

7. Terdapat Taksi Manusia

Salah satu yang bisa Anda temukan di Kawah Ijen adalah taksi atau ojek manusia. Bukan menggunakan mesin, melainkan ini merupakan alat transportasi yang terbuat dari gerobak. Nantinya akan didorong oleh seseorang yang biasanya adalah penambang di sana, dan bisa ditumpangi oleh wisatawan dengan tarif yang diberikan.

8. Terdapat Homestay

Tak perlu khawatir untuk berkunjung ke Kawah Ijen, sebab di sana sudah terdapat homestay untuk tempat wisatawan beristirahat. Wisatawan bisa menyewa kamar untuk menunggu mendaki di pagi hari. Biaya kamar per malamnya mulai dari Rp 100.000 hingga Rp 500.000.

Pengojek atau supir supir taksi menunggu wisatawan yang ingin menggunakan jasa ojek atau taksi di sekitar jalur pendakian Gunung Ijen, Jawa Timur (9/9/2017). Pengojek atau supir taksi itu akan mengantarkan wisatawan menggunakan gerobak.

9. Rencana Pengadaan Kereta Gantung

Untuk mengembangkan pariwisata di Kawah Ijen, pemerintah pusat dan daerah berencana membangun cable car atau kereta gantung di sana. Bupati Azwar Anas berharap kereta gantung ini bisa membantu mereka yang sudah manula untuk tetap bisa menikmati keindahan Gunung Ijen tanpa harus turun ke bagian dasar kawah, sehingga bisa melihat blue fire dari kereta gantung.

10. Wisata Kopi di Kaki Gunung

Usai menikmati indahnya pesona Kawah Ijen, Anda bisa menikmati hidangan kopi di Dusun Lerek, Kelurahan Gombengsari, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Warga di sana menyebutnya kopi lego, kepanjangan dari Lerek-Gombengsari di mana tempat kopi tersebut tumbuh. Jenis kopinya sendiri adalah robusta. Wisatawan bisa memetik kopi hingga menikmati kopi di tengah perkebunan kopi.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed