by

Cara Unik Taman Safari Prigen Peringati Hari Jerapah se Dunia

Pasuruan – Tamu Baobab Safari Resort , Pasuruan, berkesempatan menyaksikan pemandangan langkah. Mereka bisa melihat jerapah diberikan makanan secara langsung dari tangan mereka sendiri dalam satu baki kecil. Jerapah pun menjulurkan lidahnya untuk mengambil makanan tersebut.

Aksi tiga jerapah (zahra, zahari dan kamil) menyantap makanan disaksikan langsung para tamu di feeding station, Baobab Safari Resort, Pasuruan, Kamis (21/6/2018) saat acara tumpengan memperingati World Girafe Day. Acara World Girafe Day ini pertama kali dilaksanakan ada tahun 2014.

Mereka sangat antusias karenajarang melihat satwa ini menyantap satu baki penuh makanan yang diberikan para tamu. Biasanya jerapah – jerapah ini diberi feeding dalam bentuk feeding reguler (kacang panjang), sedangkan saat girafe day ini mereka diberi full satu baki berisi sayuran dan beberapa makanan yang mereka sukai.

Tumpengan sengaja digelar selain untuk memperingati Hari jerapah se-Dunia yang jatuh pada 21 Juni, juga dimaksudkan untuk mengkampanyekan “save girafe” dari kepunahan. Populasi jerapah di alam bebas terus menurun seiring dengan masifnya kerusakan hutan yang merupakan habitat mereka.

Tentu saja, tumpeng yang disediakan bukan berbahan nasi, melainkan tumpukan sayur segar dan beberapa buah. Sebelum diberikan pada tiga jerapah di feding station, sepuluh tumpeng terlebih dulu didoakan. Tujuannya untuk keselamatan jerapah – jerapah di alam bebas.

Meski disediakan sepuluh tumpeng, jerapah – jerapah tersebut sempat untuk berebut tumpeng terdekat. Dan dalam sekejap, tumpukan sayur yang disediakan ludes. Setelah puas memberikan makan ke jerapah-jerapah yang ada di Baobab Safari Resort, tamu Baobab Safari Resort berkesempatan untuk memberikan cap tangan atau Hands for Giraffe untuk berkomitmen mendukung pelestarian satwa cantik asli Afrika ini.

“Menjaga populasi jerapah merupakan tanggungjawab kita bersama. Kita berharap acara ini bisa mengkampanyekan perlindungan habibat satwa ini,” kata Eko Windarto, Wildlife Education Manager Taman Safari Prigen, dalam siaran persnya.

Saat ini hewan tertinggi di dunia, yakni jerapah, sedang dalam ancaman. Pasalnya, populasi jerapah dalam kurun waktu 15 tahun terakhir menurun drastis, hingga 40 persen. International Union for Conservation of Nature (IUCN) Red List menyatakan bahwa jerapah sebagai kategori hewan terancam punah.

Diketahui, IUCN Red List merupakan organisasi internasional untuk memberikan informasi dan analisis mengenai status, tren dan ancaman terhadap spesies. Pengumuman ini guna mempercepat tindakan dalam upaya konservasi keanekaragaman hayati.

Menurut laporan Nature World News, para pemburu yang tak bertanggung jawab rela menjelajah ke 21 negara tempat jerapah bersemayam, kemudian menargetkan jerapah sebagai sasaran tembak. Hal ini dilakukan di taman nasional milik negara, swasta, maupun lahan umum. Akibatnya, saat ini jumlah jerapah dari Afrika Barat yang tersisa di Nigeria kurang dari 300 ekor, serta kurang dari 700 ekor lainnya bisa ditemukan di Uganda dan Kenya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed