by

Wisata Religi Masjid Jami Al Hidayah Kota Bekasi Jawa Barat

-berita-450 views

Lokasi: Kompleks Seroja, Kaliabang Bungur, Pejuang, Bekasi, Jawa Barat 17131
Map: KlikDisini
HTM:
Buka/Tutup:
Telepon:

foto by arsitag.com

Banyak cara yang dilakukan untuk mengisi liburan. Begitu pun tempat untuk berkunjung, ada beragam pilihan. Salah satu tempat yang bisa anda singgahi ketika berlibur adalah masjid Jami al Hidayah. Sebagaimana kita ketahui, bangunan religi ini merupakan tempat untuk melaksanakan ibadah. Termasuk aktivitas apapun yang berhubungan dengan keagamaan.

Di samping itu, tempat ini ternyata bisa dimanfaatkan untuk tujuan lain. Salah satunya yaitu sebagai destinasi tujuan wisata cukup menjanjikan. Banyak alasan yang bisa membuat tempat ibadah layak untuk menjadi obyek wisata pilihan.

Seperti bangunan lain, masjid pun bisa dinilai dengan beberapa parameter. Misalnya sejak kapan berdiri, material penyusun dalam pembangunan, keindahan dan kemegahan arsitektur. Kemudian sejarah atau cerita dibalik berdirinya sebuah bangunan keagamaan.

Masjid Jami’ al Hidayah sendiri merupakan salah satu dari obyek wisata kaya dengan aspek sejarah. Sejarahnya berhubungan dengan pergerakan bangsa sebelum dan sesudah kemerdekaan Indonesia. Masjid ini adalah sarana berkumpul untuk merencanakan strategi melawan penjajah.

foto by teluklove.com

Pasca kemerdekaan pun juga begitu. Kegunaan lainnya juga tak jauh berbeda. Pada masa itu, perjuangan mempertahankan kemerdekaan sedang hangatnya. Setelah periode itu, ada lagi pergolakan politik dalam negeri yang tak ada habisnya. Karena itulah, keberadaannya begitu berharga bagi Indonesia, khususnya masyarakat Bekasi.

Rute menuju Lokasi

Tempat ibadah ini berdiri di kawasan Kaliabang Bungur. Lokasinya berada di sekitar perempatan jalan kompleks Seroja dalam wilayah Kecamatan Pejuang. Kawasan ini masuk ke dalam bagian dari kota Bekasi bagian utara Kabupaten Jawa Barat.

Disekitar masjid, ada pondok pesantren Sullamul Istiqomah. Dari pondok pesantren, bangunan tersebut berada di seberang jalan sebelah kanan. Anda bisa menggunakan google map dengan mudah untuk menemukannya, karena lokasi tersebut masih berada dalam kota Bekasi.

foto by teluklove.com

Tarif masuk

Meskipun sudah dapat pengakuan dari masyarakat sebagai obyek wisata, namun masjid ini masih tetap sama dengan bangunan ibadah lain. Tak ada tarif masuk yang diberlakukan untuk tempat ibadah. Masyarakat bebas menikmati me

jid ini kapan saja untuk berbagaj kebutuhan. Terutama untuk beribadah bagi pemeluk agama Islam

Daya Tarik Masjid Jami’ Al Hidayah

Masjid Jami Al Hidayah ini sangat terkenal. Arsitektur bangunannya termasuk indah dan menawan. Banyak wisatawan atau pun jamaah yang ingin mengunjungi tempat ini. Karena itulah, obyek ini masuk ke dalam daya tarik wisata kota Bekasi.

foto by teluklove.com

Sebenarnya, Jami al Hidayah banyak dipakai untuk nama masjid di beberapa lokasi. Bahkan, di Bekasi pun ditemukan selain dalam kecamatan pejuang, kawasan Kaliabang Bungur. Lokasinya adalah Perumnas III dalam kawasan kelurahan Aren Jaya. Kecamatannya bukan pejuang, namun bernama Belasi Timur , juga dalam wilayah kota Bekasi.

Selain itu, anda bisa menemukan lagi di daerah Jawa Barat. Tepatnya, di jalan Arcamanik Endah dalam wilayah kota Bandung. Kemudian, ada lagi di wilayah admistrasi Jakarta bagian Barat. Yaitu terdapat di kelurahan Kalianyar dalam kecamatan Tambora. Jika di telusuri, mungkin saja anda bisa menemukan nama mesjid ini di wilayah lainnya.

Dibanding tempat lain dengan nama sama, masjid Jami’ al Hidayah di kecamatan pejuang lah yang terkenal. Banyak orang mengunjungi lokasi ini karena daya tariknya tidak di temui di wilayah lain. Bangunan ini memiliki latar belakang sejarah yang mengagumkan.

Jika ingin mempelajari tentang sejarah yang terjadi dalam kota Bekasi sebelum dan sesudah kemerdekaan, masjid ini adalah salah satu jawabannya. Karena itulah, masjid ini di kunjungi oleh berbagai kalangan terutama yang berkaitan dengan sejarah dan perkembangan budaya wilayah bekasi mulai dari tempo dulu.

Sejarah Masjid Jami’ Al Munawarah

Dibangunnya masjid Jami’ al Hidayah ini diprakarsai oleh KH. Noer Ali, Ustadz Burhanuddin, H. Thoha dan tokoh lain yang seperjuangan dengan mereka. Masjid ini mulai dibangun sebelum Negara Kedaulatan Republik Indonesia (NKRI) ada, sekitar tahun 1935.

foto by abdullahhatta.wordpress.com

Pada masa itu, Area ini merupakan tempat berkumpul untuk laskar Hizbullah ketika berjuang melawan Belanda. Noer Ali sangat terkenal karena nyalinya yang besar ketika bersentuhan dengan Belanda. Ia pun disebut dengan julukan Singa Karawang Bekasi.

Berkat kegigihannya tersebut, semangat perjuangannya pernah dijadikan sebuah film dengan judul yang sama dengan julukannya pada tahun 2003. Setelah agresi militer Belanda pada Juli tahun 1947, Noer Ali membuat laskar Hisbullah Sabillillah selama perang mempertahankan kemerdekaan.

foto by almunawaroh.com/

Ia juga ditunjuk sebagai komandan markas pusat laskar tersebut. Berkat sepak terjang nya, ia pun dinobatkan sebagai salah satu pahlawan nasional. Gelar kepahlawanannya disematkan pada 9 november 2006.

Masjid ini membawa kontroversi ketika masa penjajahan. Apalagi masjid tersebut juga dikenal sebagai cikal bakal terbentuk laskar Hizbullah atau Sabillillah yang sangat ditakuti. Belanda atau pun Jepang selalu memasang mata-mata atau intelijen khusus untuk mengawasi lokasi ini. Mereka sangat mencurigai aktivitas dan gerak sekecil apa pun.

Belanda pernah menangkap seseorang yang mengajarkan tafsir Al-Quran. Terjemahan kitab umat Islam ini ke bahasa Melayu memang terlarang pada era ini. Apalagi materi yang diberikan tentang jihad. Artinya ada upaya yang dilakukan untuk melawan Belanda akibat penanaman makna jihad itu.

Ketika Jepang berkuasa, suasana masjid juga tak jauh beda. Intelijen Jepang mengendus sebuah gerakan bawah tanah yang berpusat dari masjid ini. Karena itulah, penjagaan ketat selalu dilakukan meskipun mereka tidak menemukan bukti yang kuat.

Sebelum bernama Jami al Hidayah, nama awal masjid ini adalah Jami an Nur. Lokasi tempat pembangunan merupakan lahan wakaf. Tanah ini sangat luas yaitu sekitar 4000 meter persegi. Mulanya, kondisi bangunan ini begitu sederhana. Cocok dengan kondisi zaman pada waktu itu.

foto by almunawaroh.com

Lantainya masih berbentuk tanah yang diratakan. Kemudian, tikar pandan pun dihamparkan supaya lebih layak. Jumlah orang yang bisa masuk kedalam hanya 70 orang. Setelah kemerdekaan lah proses pembangunan benar-benar terjadi. Masjid ini dibuat menjadi lebih permanen dengan luas area yang diperlebar sampai sekarang.

Melihat dari proses sejarahnya, masjid ini benar-benar layak disandingkan dengan obyek wisata berharga lain. Tempat ini bisa dijadikan sebagai destinasi wisata religius, sejarah, dan budaya khususnya bagi masyarakat Bekasi.

foto by almunawaroh.com

Fasilitas Masjid Jami Al Hidayah

Seperti tempat ibadah lainnya, fasilitas masjid ini juga termasuk lengkap. Lapangan parkirnya termasuk luas. Obyek bersejarah ini juga memiliki MCK atau kamar mandi terawat serta tempat wudhu lumayan bersih.

Jika ingin menginap, anda bisa menemukan fasilitas untuk menginap di sekitar lokasi. Sebagai bangunan ibadah umat Islam, tempat ini juga menyediakan perlengkapan khusus untuk shalat dan Alquran bagi yang ingin menggunakan.

Comment

News Feed