by

Wisata Kura Kura Belawa Cirebon + Mitos Sejarah Kisah Cerita Asal Usul Legenda

-berita-1,529 views

Lokasi: Belawa, Lemah abang, Cirebon, Jawa Barat 45183
Map: KlikDisini
HTM: Rp 3.000/Orang
Buka/Tutup: Senin – Minggu 08.00-17.00 WIB
Telepon:

foto by kompasiana.com

Kota Cirebon terdapat di Provinsi Jawa Barat, kota ini memiliki julukan dengan sebutan kota udang. Namun karena sudah banyak terdapat pabrik di daerah tersebut membuang limbah-limbah pabrik ke laut.

Membuat keasrian dan kebersihan laut terkotori. Sebab itulah sekarang julukan kota udang untuk tempat tersebut sudah mulai agak memudar.

Tetapi selain itu Cirebon juga terkenal dengan batik mega mendungnya yang sudah familiar di kalangan masyarakat umum. Dan tak kalah menariknya dari kota ini adalah terdapat hewan langka, dan menurut cerita hanya terdapat di Cirebon.

Yaitu kura-kura belawa asli Indonesia atau nama latinnya adalah Tortoise Ortilia Norneensih berasal dari suku Trionydae. Kura-kura tersebut kini populasinya terancam punah.

Jadi apabila anda sedang berlibur di Kota Cirebon jangan melewatkan kesempatan untuk melihat kura-kura langka Indonesia, yang hanya terdapat di Cirebon tersebut. Obyek wisata tersebut bernama Cikuya.

foto by radarcirebon.com

Karena tak ada salahnya mengenal lebih jauh tentang kura-kura di Indonesia, selain itu kura-kura tersebut memiliki bentuk dan ukuran berbeda dari kura-kura biasanya.

Tempat Wisata Cikuya Cirebon

Lokasi tempat wisata Cikuya Cirebon berada di Desa Belawa, Lemahabang, Cirebon, Jawa Barat. Taman wisata Cikuya memiliki luas sebesar 2.000 m2.

Di tempat wisata ini juga terdapat sebuah museum, didalamnya berisi awetan kura-kura belawa mati dan diletakan di aquarium yang berada di ruangan semi indoor berkolam.

foto by ikhwanulfalah.blogspot.co.id

Di tempat ini terdapat kolam khusus pemeliharaan kura-kura belawa dewasa dengan memiliki ukuran sekitar 630 m2, dan ruang penetasan telur, serta kolam pemeliharaan tukik yang tak kalah seru dan menariknya dengan museum.

foto by radarcirebon.com

Di dalam tempat wisata tersebut, hewan langka ini di rawat dan dijaga dengan sangat hati-hati. Dan untuk memperhatikan kesehatan hewan tersebut dengan teliti maka dibentuk kelompok salah satunya bernama Kuya Asih Mandiri.

Sejarah dan Mitos Kura-Kura Belawa

Hewan langka ini hidup di dua dunia yaitu darat dan air tawar, tetapi sebagian besar hidup kura-kura belawa bertahan hidup di air.

kura-kura belawa sendiri merupakan hewan akademik yang perkembangbiakannya dilakukan di darat dengan memberi lubang di pinggiran air. Telurnya memiliki diameter kurang lebih sekitar 21 mm sampai dengan 33 mm.

foto by disparbud.jabarprov.go.id

Kura-kura ini sangat berbeda dari yang lain. Karena dia memiliki ukuran badan cekung, menonjol dan berwarna hitam pekat, yang hampir mencapai 1 meter. Dan dengan berat badan hampir mencapai 80 kg, serta umurnya bisa mencapai usia selama 150 tahun.

foto by disparbud.jabarprov.go.id

Masyarakat setempat berpikir bahwa populasi kura-kura tersebut menurun dikarenakan kondisi air yang buruk.

Kura-kura belawa biasanya di berikan makanan oleh masyarakat setempat berupa ikan rucah, daging ayam serta singkong. Hewan langka tersebut juga dianggap oleh masyarakat umum seagai salah satu hewan yang memiliki mitos.

foto by sportourism.id

Diceritakan bahwa mitos tersebut berkaitan erat dengan sejarah asal usul penyebaran agama Islam di Cirebon. Menurut legenda pada saat zaman dahulu ada seorang santri bertapa di samping sumur pamuruyan lebih tepatnya diatas sebuah batu pasujudan, sekarang adalah obyek wisata kura-kura.

Dari situ asal mulanya munculah kisah kura-kura putih di dalam sumur pamuruyan, dan kura-kura tersebut akhirnya dikeramatkan.

foto by id.linkedin.com

Akhirnya mitos tersebut memberikan dampak positif kepada populasi kura-kura belawa dan juga kura-kura putih yang dikeramatkan. Karena dari mitos tersebut tidak ada yang mau memperjual belikan dan memakan hewan tersebut.

Sehingga sampai saat ini hewan tersebut masih terdapat di Indonesia yaitu di Kota Cirebon, dan terdapat 400 ekor masih bertahan hidup sampai sekarang.

Bukan hanya hewan langka itu saja yang dianggap memiliki mistis oleh masyarakat, tetapi tempat wisata Kura-Kura Belawa juga dianggap mistis beserta barang-barang didalamnya.

Walaupun demikian masyarakat dan para pengunjung tidak takut akan hal tersebut, tetapi hal itu membuat obyek wisata Cikuya menjadi semakin terkenal di daerah Jawa Barat.

Barang-barang yang dianggap mistis oleh masyarakat setempat adalah sumur pamuruyan, yaitu sumur dengan air dangkal.

Secara filosofi maupun harfiah sumur ini memiliki air sangat jernih dan bisa memantulkan apa saja yang ada di atasnya, sehingga di manfaatkan untuk bercermin.

Dan selain itu bisa diartikan sebagai tempat untuk bercermin melihat kedalam diri sendiri atas apa saja yang telah dilakukan selama hidup ini. Maka dari itu sejak kedatangan Islam di Cirebon, sumur pamuruyan dijadikan sebagai tempat untuk bersuci.

Dan menurut kisah lainnya, apabila ada seseorang yang berwudhu di sumur ini maka orang tersebut akan terlihat jelas kebaikan hidupnya dari wajahnya dan bagian tubuh yang terkena air tersebut.

foto by travel.detik.com

Barang kedua yaitu batu altar, yaitu sebuah batu datar yang tak boleh diinjak oleh siapapun. Karena bila ada orang menginjak batu tersebut secara sengaja maupun tidak sengaja, maka hal buruk akan mengejar kepada orang tersebut.

Menurut sejarah, batu tersebut di kubur dengan tanah oleh kepala desa untuk melindungi serta tidak memancing ritual mistis yang ada. Namun pada saat kepala desa yang baru, batu tersebut di gali dan sampai sekarang bisa anda lihat di Cikuya.

Harga Tiket Masuk dan Rute Menuju Taman Wisata Cikuya Cirebon, Jawa Barat

Bagi anda yang ingin menghabiskan waktu liburan ke Taman Wisata Cikuya, anda tak perlu khawatir akan rute perjalanannya. Karena rute yang dilalui bisa dibilang cukup mudah.

Apabila anda berpusat di Kota Jakarta, Bandung, purwokerto, Yogya, Semarang, Surabaya, dan Malang, anda dapat menggunakan transportasi umum berupa kereta api dengan arah tujuan stasiun Kejaksaan.

foto by cireboner.com

Setelah anda tiba di stasiun tersebut, anda harus menaiki angkutan kota jurusan perumnas dan turun di lampu merah. Dari sana anda harus menaiki angkutan umum dengan jurusan sindang laut dan turun di pasar cijeupeuh.

Setelah itu anda bisa menaiki ojek langsung ke Taman Wisata Cikuya, dan anda sudah data menyaksikan hewan langka yang hanya terdapat di kota tersebut.

Untuk memasuki kawasan Taman Cikuya, anda perlu membayar tiket masuk yang cukup terjangkau yaitu seharga 3.000 rupiah perOrang. Uang tersebut nantinya akan digunakan oleh pengelola sebagai perawatan kura-kura belawa dan perawatan obyek wisata Cikuya.

foto by nyero.id

Comment

News Feed