by

Wisata Al Munawar Kampung Arab Palembang, Lokasi di Tepi Sungai Musi + Sejarah

-berita-1,108 views
Selamat Datang | Foto: sultanpalembang.com
Selamat Datang | Foto: sultanpalembang.com

Lokasi: Jl. K.H. A. Azhari Lorong Al-Munawar, 13 Ulu, Seberang Ulu II, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30115
MAP: Klik Disini
HTM: Rp. 3.000 per orang
Buka/Tutup: 7.30 – 17.00
Telepon:

Wisata tidaklah selalu tentang alam, museum dan taman, namun sebuah kampung bisa disulap menjadi wisata menarik dengan menonjolkan keunikannya. Kota tua atau kampung dengan sejarah tersendiri sering dijadikan objek wisata.

Berbicara tentang kota tua, Palembang merupakan salah satu kota tertua di Indonesia. Palembang memiliki berbagai etnis dan budaya di lingkungan masyarakatnya. Mulai dari etnis Tionghoa, etnis India, etnis Arab dan lain-lain.

Kali ini kita akan berbicara mengenai wisata kampung Arab yang terkenal dengan sebutan Wisata Al Munawar. Kampung ini berisi orang-orang keturunan arab dan juga dengan berbagai budayanya. Sehingga kampung ini dapat dijadikan destinasi wisata Palembang.

Lokasi dan Cara Menuju Al Munawar

Mengunjungi kampung wisata Al Munawar sangatlah mudah. Kampung ini berada di daerah 13 Ulu, Seberang Ulu II, Kota Palembang. Tepat di sisi sungai Musi dan tak jauh dari Jembatan Ampera.

Cara menuju kampung ini bisa menggunakan jalur darat yaitu dengan menyebrang melewati jembatan Ampera dari sisi Ilir menuju sisi Ulu Palembang.

Warnanya Kalem | Foto: fainun.wordpress.com
Warnanya Kalem | Foto: fainun.wordpress.com

Terdapat banyak transportasi umum seperti bus kota dan transmusi menuju Plaju dapat digunakan hingga turun di sisi sebrang Ulu. Selanjutnya berjalan kaki sedikit menuju Pasar 7 ulu dan naik angkot Tangga Takat berwarna biru.

Berhentilah di Lorong Al-Munawar. Lorogng ini berada tepat di depan gedung Pos Pemadam Kebakaran. Atau jika tidak mau repot gonta ganti angkutan bisa menggunakan aplikasi ojek online atau taksi.

Ada cara lebih menarik untuk sampai ke Kampung Al Munawar yaitu melewati jalur air alias menyebrangi sungai Musi. Anda dapat naik perahu kecil. Perahu ini disebut “ketek” oleh masyarakat Palembang.

Berawal dari kawasan dermaga Benteng Kuto Besak, tarif ketek sendiri tidak menentu karena perlu tawar menawar. Standarnya adalah 50 ribu untuk berangkat dan kembali. Karena semakin ramai akan semakin murah pula tarifnya.

Sejarah Kampung Arab Palembang

Asal usul kampung Arab Al Munawar  berkaitan dengan masa pemerintahan Belanda ratusan tahun silam. Pada tahun 1825, pemerintah Belanda melakukan pendekatan terhadap etnis Arab.

Pendekatan ini dengan menunjuk seorang pemimpin, kemudian diberi pangkat kapten. Kapten arab tersebut bernama Ahmad Al-Munawar. Kapten ini wafat pada tahun 1970.

Terlihat Jadul | Foto: viva.co.id
Terlihat Jadul | Foto: viva.co.id

Di kampung ini terdapat deretan rumah – rumah tua. Usia rumah bahkan hingga berusia hingga 300 tahun dan masih kokoh berdiri. Hal ini dikarenakan rumah-rumah di kampung Al Munawar terbuat dari kayu – kayu ulin dan batu marmer yang didatangkan dari dataran Eropa.

Ada yang Ngintip | Foto: instagram.com oleh _Adlu8
Ada yang Ngintip | Foto: instagram.com oleh _Adlu8

Ada sekitar 17 rumah tua di kampung ini dan 8 diantaranya masuk ke dalam Bangunan Cagar Budaya. Sehingga sangat dirawat secara rutin untuk menjaganya tetap kokoh dan bersih guna menjaga kearifan lokal.

Budaya Kampung Al Munawar

Hal yang menarik di kampung ini adalah penduduk disini memiliki garis kekerabatan yang erat. Ini terjadi karena tradisi yang tidak memperbolehkan anak perempuan menikah dengan orang luar kampung. Namun untuk pria diperbolehkan menikahi perempuan luar kampung karena garis keturunan Ayah sebagai orang Arab sangat kental.

Wajib Jepret-Jepret | Foto: fainun.wordpress.com
Wajib Jepret-Jepret | Foto: fainun.wordpress.com

Karena merupakan kampung dengan penduduk warga Arab, maka nilai – nilai islam menjadi tiang utama. Dapat dilihat dari kegiatan sekolah, hari Jum’at adalah hari libur namun justru hari minggu sekolah tetap berlangsung.

Pada hari – hari khusus seperti Tahun Baru Islam, Ramadhan dan Maulid Nabi berlangsung kegiatan kesenian seperti gambus dalam perayaannya. Oleh sebab itu Al Munawar menjadi salah satu destinasi wisata religi terbaik di Kota Palembang.

Bangunan Tua yang Instagramable

Setiap sudut kampung Al Munawar terdiri dari bangunan – bangunan tua dengan kondisi masih asli atau otentik. Terdapat rumah – rumah dengan desain arsitektur unik yang dapat dijadikan untuk spot berfoto.

Terdapat banyak bangku kayu dengan penataan rapi yang membalut suasana tradisional di kampung ini. Apalagi saat masuk lebih dalam menuju lorong – lorong yang sudah ditata cantik menambah kesan kota tua menjadi amat kental.

Cocok Buat Foto | Foto: trover.com oleh Gven
Cocok Buat Foto | Foto: trover.com oleh Gven

Ciri khas rumah disini yaitu rumah panggung dengan lantai bawah. Rumah ini dibangun dengan bahan kayu maupun. Adapula bangunanya sudah berbahan bata dengan beralaskan lantai berbahan marmer. Motif lantai yang unik menambah kesan tradional dan juga elegan.

Kombinasi Warnya Bagus | Foto: viva.co.id
Kombinasi Warnya Bagus | Foto: viva.co.id

Untuk menambah kesan timur tengah yang kental, kampung Al Munawar telah dipercantik dengan bangunan kubah ala Turki. Kubah ini ditempatkan di dekat dermaga menghadap sungai Musi.

Di bagian tepi sungai Musi juga ada sebuah Musholla. Lokasi tempat ibadah ini menjorok langsung ke permukaan sungai. Dengan suasana tersebut akan memberikan rasa penasaran untuk merasakan beribadah disana.

Sambutan Warga Kampung yang Ramah

Apabila anda menuju lokasi dengan jalur sungai, maka anda akan disambut oleh tulisan “al munawar” dan “logo pesona Indonesia” yang terpampang menghadap sungai Musi. Dengan bangunan yang dominan berbahan kayu menambah pemandangan yang sungguh klasik.

Keren Sekali Jepretannya | Foto: instagram.com oleh Odie Poetra
Keren Sekali Jepretannya | Foto: instagram.com oleh Odie Poetra

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat berkunjung ke kampung ini mengingat kita juga sebagai tamu yang juga harus mengikuti dan menghormati peraturan yang ada di kampung Arab ini. Peraturan yang harus dipatuhi yaitu sebagai berikut:

  1. Pakaian sopan memakai celana/ rok panjang dan baju yang tertutup.
  2. Tidak boleh foto berpasangan bagi yang bukan muhrim/ belum menikah
  3. tidak boleh duduk berduaan bagi yang bukan muhrim/ belum menikah

Saat kita berada di dalam kawasan kampung arab seakan merasakan seperti rumah sendiri karena keramahan dan senyum manis dari penduduk sekitar. Walau hanya sebentar saja kita bisa merasakan kehidupan dengan budaya Arab disini.

Kuliner Khas Al Munawar

Pengunjung Al Munawar dapat menikmati hidangan makanan di acara “munggahan” sejenis tradisi makan bersama secara lesehan dengan hidangan makanan bernuansa arab.

Hidangan khas yaitu nasi minyak yang mirip dengan nasi briyani namun ada campuran kismis dengan didampingi oleh lauk pauk seperti gulai kambing, ayam serta sayuran dan buah – buahan.

Warnanya Ituloh | Foto: fainun.wordpress.com
Warnanya Ituloh | Foto: fainun.wordpress.com

Harganya pun bersahabat, dengan 20 ribu rupiah kita bisa menikmati masakan nasi minyak dan lauknya. Sensasi yang lebih seru dengan iringan musik gambus serta rumah yang menghadap langsung ke sungai Musi.

Di kampung ini terdapat kedai yang menawarkan kopi khas yang cukup ngetren. Bagi pecinta kopi sangat disarankan untuk mencoba kopi khas buatan dari kampung ini. Menikmati secangkir kopi sembari bercengkrama dan ditemani dengan suara arus sungai Musi.

Al Qur’an Bertinta Emas

Keren | Foto: Tribunews.com
Keren | Foto: Tribunews.com

Hal yang mengejutkan di kampung Arab Al Munawar ini adalah adanya Al Qur’an tua dengan tulisan berbahan tinta emas yang berusia sekitar 250 tahun Al Qur’an ini sendiri tersimpan rapi di Rumah Limas. Al Qur’an ini sudah jarang digunakan mengingat umurnya yang sudah tua.

Comment

News Feed