Harga Tiket Masuk Banyu Panas Palimanan + Jam Buka Wisata Pemandian Air Panas Cirebon

Lokasi: Palimanan Barat, Gempol, Cirebon, Jawa Barat 45161
Map: KlikDisini
HTM: Rp 4.000/Orang
Buka/Tutup: Senin – minggu 06.00–18.00
Telepon:

foto by wisatacirebon.info

Cirebon merupakan kabupaten yang berbatasan langsung dengan kabupaten Kuningan dan juga Majalengka. Daerah ini cukup terkenal dengan julukan sebagai kota udang, dan juga terkenal dengan musik tralingnya.

Kota Cirebon juga terkenal dengan keindahan objek wisatanya. Salah satunya adalah terdapat pemandian air panas bernama Banyu Panas Palimanan.

Apabila anda sedang mencari tempat berlibur bersama keluarga, maka anda harus berkunjung ke tempat ini.

Banyu Panas Gempol Palimanan ini memiliki pesona yang begitu indah. Masyarakat sekitarpun sangat ramah sekali. Ditambah lagi dengan pemandangan dan suasana sangat menarik.

foto by berberita.com

Objek wisata Banyu Panas Palimanan berada di Cirebon terletak di perbukitan. Lebih tepatnya berada di Lembah dari pegunungan hijau.

Pengunjung dapat langsung berenang di pemandian air panas ini. Selain itu pengunjung juga dapat melihat secara langsung sumber mata air kolam tersebut.

foto by aboutcirebon.id

Keindahan Objek Wisata Banyu Panas Palimanan

Alamat Banyu Panas Palimanan berlokasi di jalan Cirebon, Bandung, Desa Palimanan Barat, kecamatan Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, Indonesia. Objek wisata ini berjarak kurang lebih sekitar 16 km dari pusat kota Cirebon.

Pemandian air panas ini dapat ditempuh sekitar 25 sampai 30 menit dari pusat kota. Tempat ini cukup ramai dikunjungi oleh masyarakat Cirebon dan bahkan ada pengunjung yang datang dari luar kota.

foto by teluklove.com

Menurut Bahasa Jawa, banyu artinya adalah air, sedangkan banyu panas menurut Bahasa Indonesia adalah air panas. Sehingga arti dari Banyu Panas Palimanan sendiri adalah tempat kolam pemandian air panas.

Wisata ini sangat ramai sekali pada saat hari-hari libur seperti Sabtu dan Minggu. Anda akan disuguhi oleh pemandangan pepohonan alam yang hijau dan suasana yang sejuk kerena posisi Banyu Panas ini berada di Pegunungan Kapur Kromong.

foto by kompasiana.com

Selain itu pengunjung akan melihat bebatuan kapur yang berwarna abu-abu. Warna tersebut terjadi karena keberadaan sumber air panas di daerah gempol berdekatan dengan batu kapur dan perbukitan Kromong.

Daya Tarik Objek Wisata Banyu Panas Palimanan

Terdapat hal yang menarik dari tempat ini. Salah satunya yaitu kolam pemandian air panas ini memiliki sumber mata air yang muncul secara berpindah-pindah.

foto by wisatalamabanyupanas.blogspot.co.id

Salain itu air yang berada di kolam ini memiliki kandungan belerang yang dipercaya dapat menyembuhkan penyakit kulit, seperti luka, cidera dan lain-lain.

Air yang terdapat di Banyu Panas Palimanan berasal dari dataran rendah yang menyembur keluar dari dalam bumi dan mengalir keluar sehingga membuat sungai kecil yang berwarna hijau, biru, dan putih.

Jika anda berendam di kolam ini, anda akan merasa relax dan tenang. Selain itu rasa pegal-pegal dan kaku pada tubuh anda pun akan hilang.

Banyu Panas Gempol Palimanan dapat digunakan sebagai tempat untuk fotografy, karena tempat wisata ini sangat indah juga mempesona. Pemandangan tersebut sangat cocok untuk diabadikan dalam lensa kamera anda.

foto by nursucinovianti.travellerindo.xyz

Oleh karena itu sangat sayang jika anda melewatkannya begitu saja. Uniknya, karena tempat ini mengandung belerang maka banyak pengunjung yang memanfaatkannya sebagai tempat spa belerang sambil menikmati pemandangan.

Harga Tiket Masuk Banyu Panas Gempol Palimanan

Banyu Panas Palimanan dibangun diatas tanah seluas 4 hektare dan mempunyai kolam berendam yang memiliki ukuran 10×15 m. Harga yang ditawarkan untuk menikmati tempat wisata ini tidak terlalu mahal dan cocok untuk semua kalangan.

Untuk masuk ke pemandian Palimanan, pengunjung hanya perlu membayar tiket sebesar Rp 3.000 perorang, dan jika anda ingin berendam maka anda harus membayar tiket berendam sebesar Rp 7.000 per orang.

foto by imgrum.org

Untuk menghapus rasa penasaran anda, maka anda wajib datang ke tempat wisata ini. Dijamin anda tidak akan menyesal dan kecewa karena banyak sekali keunikan-keunikan yang terdapat didalamnya.

Fasilitas Yang Terdapat Di Banyu Panas Palimanan

Fasilitas yang terdapat di tempat wisata ini sudah cukup memadai. Seperti terdapatnya ruang parkir kendaraan, mushola serta tersedia kamar mandi.

Selain itu Banyu Panas Palimanan ini menyediakan tempat penginapan khusus bagi para pengunjung yang ingin menginap dan harga yang ditawarkan pun cukup terjangkau.

Jika anda ingin berkunjung ke tempat ini anda dapat menggunakan transportasi umum separti menggunakan kereta api, mobil bus dan jika tidak ingin repot dan langsung ingin sampai tujuan anda dapat menggunakan travel.

foto by chivasusafans.wordpress.com

Sejarah Asal Usul Terjadinya Banyu Panas Palimanan

Pada tahun 2008 PT. Indocement melakukan pengeboran di atas lokasi banyu panas dan menghasilkan air, namun air yang keluar berwarna biru sehingga dinamakan telaga biru.

Pengeboran yang dilakukan menghasilkan semburan air dengan suhu 600C. Sehingga PT. Indocement berkerjasama dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Cirebon untuk menjadikan sebagai tempat wisata yang indah.

Selain itu tempat ini dapat digunakan sebagai tempat wisata liburan yang edukatif bagi anak-anak. Mereka dapat berlibur sekaligus belajar tentang geologi air panas dan juga tentang keberadaan telaga biru.

Dengan dibentuknya Banyu Panas Palimanan dapat membawa hal yang positif selain dapat menjadi tempat wisata juga sekaligus dapat melestarikan fenomena alam.

Makam Keramat di Cirebon

Ternyata daerah cirebon jawa barat terdapat sebuah makam yang berada di Desa Kaliwadas Kabupaten Cirebon. Ditemukan 2 makam keramat di dekat Balong Tukmudal.

Menurut para penduduk makam itu adalah makam dari Ki Syekh Danuswari dan Pangeran Walangsungsang, mereka adalah dua tokoh besar pendiri Cirebon, makam ini juga masih ada keterkaitan dengan awal mula terbentuknya cirebon.

foto by youtube.com

Sebelumnya makam ini tidak diketahui oleh siapapun karena makam tersebut telah terkubur sedalam 2 meter.

Menurut cerita, makam tersebut adalah makam dari Syekh Danuarsi dan Pangeran Walangsungsung yang merupakan tokoh pada abad 11 dan 12 Masehi. Pada saat itu masyarakat sama sekali belum mengenal ajaran islam.

Awal cerita walangsungsang pergi dan bertemu dengan syekh Nurjati berniat belajar agama islam dan memperdalamnya.

Setelah belajar dan menemukan agama islam Walangsungsang kembali ke Desa Takmudal Awal untuk menyebarluaskan agama islam dan meninggalkan ajaran budha.

Setelah Walangsungsang kembali, ia segera mengajak warga Padukuhan untuk masuk Islam dibawah Pinayung Layang Kalimusada atau Mushala sebagai tempat untuk mengucapkan kalimat syahadat dan beribadah oleh para warga.