by

Biaya Masuk Taman Nasional Baluran Banyuwangi + Penginapan Backpacker di Lokasi

-berita-2,693 views
Taman nasional baluran banyuwangi pantai biaya masuk melindungi hewan backpacker ke penginapan di situbondo letak terletak tiket kabupaten jawa timur lokasi wisata sejarah paket cerita gambar berada provinsi artikel yang dilindungi tour hasil observasi hotel dekat fungsi apa untuk ada dimana angker akomodasi akses alamat tentang kantor asal usul bahasa indonesia blog daerah berfungsi camping catper cp cara menuju contact person catatan perjalanan dari surabaya malang kawah ijen bama jakarta ekosistem ekowisata email evergreen hutan endemik estimasi fauna foto fasilitas flora jenis gunung geografis ground htm homestay mangrove info informasi itinerary dalam inggris image itenary jam kalimat simpleks majemuk setara bertingkat kompleks kaskus kompas laporan liburan teks lho denah lowongan kerja satwa merupakan perwakilan melestarikan salah satu yaitu mendapat julukan naik motor pabrik nikel nomor telepon no telp termasuk objek obyek open trip operasional struktur organisasi peta pada national park propinsi review rute website resmi savana bekol sumberwaru bertujuan ujung pulau pembuatan definisi umum upaya pelestarian angkutan video vegetasi wikipedia wiki youtube langka zonasi
Taman Nasional Baluran (Foto: batue-journey.com)

Lokasi:  Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo dan Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur
Map: KlikDisini
HTM:  Wisatawan Lokal Weekdays Rp.5.000, Weekend Rp.7.500, Wisman Rp.150.000
Buka/Tutup: 24 Jam
Telepon: (0333) 461936, (0333) 461650

Diantara 53 Taman Nasional yang ada di Indonesia, Baluran National Park adalah salah satu yang memiliki daya tarik dan keunikan tersendiri karena memiliki panorama alam bernuansa Afrika. Itu sebabnya tempat ini diserbu para wisatawan, baik yang datang secara pribadi, mengikuti open trip maupun membeli paket wisata dari sejumlah biro perjalanan.

Daya tarik Taman Nasional Baluran (TNB) juga menjadi magnet bagi turis asing, sehingga tidak sedikit wisman yang berkunjung ke  Bali memasukkan TNB dalam daftar itenary mereka.

Pesona Baluran dengan sejumlah objek wisata yang ada di kawasannya bahkan menarik minat sejumlah artis untuk menjadikan TNB sebagai lokasi pembuatan film dan video, salah satu diantaranya adalah penyanyi cantik, Raisa.

Dengan daya tarik yang dimilikinya, Baluran bisa dibilang merupakan primadona dari sekian banyak objek wisata yang ada di Banyuwangi, bahkan masuk ke dalam jajaran objek wisata alam terindah yang ada di Pulau Jawa.

Keindahan Alam di Taman Nasional Baluran (foto: balurannationalpark.web.id)

Sejarah dan Definisi Umum Tentang Taman Nasional Baluran

Merujuk pada sejumlah artikel, review, laporan dan catatan yang tertulis di Wikipedia, Kompas, Kaskus dan sejumlah blog termasuk website resmi TNB di http://balurannationalpark.web.id tentang sejarah dan asal usul Baluran, TNB yang terhampar di kawasan seluas 25.000 hektar terletak di wilayah Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo dan Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Propinsi Jawa Timur.

Secara administratif alamat dari Kantor Taman Nasional ini berada di JL. Raya Situbondo – Banyuwangi, Desa Wonorejo, Kecamatan Banyuputih, Situbondo. Namun jarak pintu masuk lokasi wisata lebih dekat jika ditempuh dari Banyuwangi. Itu sebabnya TNB lebih dikenal sebagai bagian dari wilayah Banyuwangi.

Nama Baluran diambil dari nama gunung yang menjulang tinggi di kawasan ini, yaitu Gunung Baluran. TNB merupakan kawasan konservasi dari berbagai macam flora dan fauna beserta ekosistemnya yang terdiri dari berbagai bentang alam dan merupakan kombinasi ekosistem hutan, laut, savana hingga pegunungan.

Hutan yang terdapat di kawasan TNB bisa dibilang miniatur hutan Indonesia, karena hampir semua jenis hutan yang ada di Indonesia terdapat di kawasan Baluran, mulai dari , Hutan Tropis,  Hutan Hujan Pegunungan, Hutan Pantai, Hutan Mangrove dan Rawa Asin, Hutan Payau hingga  Hutan Musim.

Kawanan Rusa di Padang Savana Bekol Baluran (Foto: tempatwisataindonesia.id)

 

Namun, dari luas total 25.000 hektar, sekitasr 40 persennya berupa padang savana yang terdiri dari savana datar dan savana bergelombang. Keberadaan padang savana yang nuansanya mirip sekali dengan daerah-daerah yang ada di Afrika itulah yang membuat Baluran mendapat julukan “Little Africa in Java”.

Upaya pelestarian satwa dan vegetasi di TNB dilakukan dengan membagi peta geografis menjadi 4 zonasi, masing-masing, Zona Inti, Zona Rimba, Zona Pemanfaatan Intensif dan Zona Pemanfaatan Khusus.

Taman Nasional yang ditetapkan oleh pemerintah sejak 6 Maret 1980 ini bertujuan untuk melindungi dan melestarikan tumbuhan serta hewan yang terdiri atas 444 jenis tumbuhan, beberapa diantaranya masuk kategori langka seperti Widoro Bukol, Kesambi, Ketapang, Mimbo, serta yang lain.

Sedang jenis satwa yang dilindungi sebanyak 28 jenis mamalia, 196 jenis aves ditambah reptilia dan pisces. Beberapa binatang yang dilindungi diantaranya adalah: banteng, macan tutul, kera, lutung, merak hijau, rangkong, serta yang lain.

Padang Savana Bekol di Taman Nasional Baluran Saat Senja (foto: wisata.pesona.travel)

Meski secara resmi baru ditetapkan sebagai Taman Nasional pada tahun 1980, Baluran sebenarnya sudah dijadikan sebagai suaka margasatwa sejak hampir satu abad yang lalu. Bermula dari perhatian AH. Loedeboer, seorang berkebangsaan Belanda yang gemar berburu, mengatakan bahwa Baluran memiliki peranan yang sangat penting dalam perlindungan satwa, utamanya jenis mamalia besar.

Selanjutnya, ditahun 1930, Direktur Kebun Raya Bogor, KW. Dammerman mengusulkan agar Baluran dijadikan sebagai hutan lindung. Akhirnya pada tahun 1937, melalui SK GB. No.9 tanggal 25 September 1937, Baluran ditetapkan Suaka Margasatwa oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda.

Penetapan Baluran sebagai kawasan Suaka Margasatwa kembali dilakukan setelah Indonesia merdeka pada 11 Mei 1962 oleh Menteri Pertanian dan Agraria. Kemudian pada 6 Maret 1980, Menteri Pertanian menetapkan Baluran sebagai Taman Nasional.

Cara Menuju Taman Nasional Baluran

Cara menuju TNB dapat dilakukan dengan kendaraan pribadi maupun sarana transportasi umum, karena letak pintu masuk destinasi wisata ini berada tepat di pinggir jalan poros yang menghubungkan Banyuwangi dengan Situbondo.

Pintu Gerbang Taman Nasional Baluran (foto: Suratuntukfrodo.blogspot.co.id)

Selain itu semua kendaraan yang datang dari arah Jakarta atau Surabaya menuju Bali serta sebaliknya dengan melewati Jalur Pantura akan melewati jalan ini, sehingga akses jalan untuk menuju ke lokasi sangat mudah.

Bagi wisatawan yang datang dengan menggunakan sarana transportasi umum wajib menyewa kendaraan untuk dapat mengelilingi kawasan TNB mengingat luasnya area. Di sekitar pintu masuk tersedia tempat penyewaan Jeep seharga Rp.300.000 – Rp.350.000 perhari dan rental  motor seharga Rp.100.000 perhari. Jika memanfaatkan jasa ojeknya, tarif yang dikenakan sebesar Rp.50.000 untuk berkunjung ke beberapa objek wisata yang ada di kawasan TNB.

Wisatawan yang datang dari luar daerah, seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang serta yang lain, dapat menggunakan pesawat terbang, kereta api maupun bus. Jika menggunakan pesawat harus terlebih dahulu transit di Bandara Juanda sebelum melanjutkan perjalanan ke Bandara Blimbingsari di Banyuwangi dengan pesawat yang berbeda, atau dari Juanda dapat menuju ke Terminal Bungurasih untuk ganti naik bus menuju lokasi.

Di Terminal Bungurasih Surabaya atau di Terminal Arjosari, Malang, ada dua trayek bus yang menuju ke lokasi wisata. Pertama Surabaya – Banyuwangi via Situbondo dan kedua Surabaya – Banyuwangi via Jember. Untuk trayek pertama, Anda bisa langsung turun di depan pintu masuk TNB sedang untuk trayek kedua, Anda harus turun di Terminal Probolinggo dan berganti bus jurusan Situbondo atau jurusan Banyuwangi via Situbondo.

Menjelajah Africa Van Java yang Eksotis

Meski secara umum, Baluran merupakan kawasan yang eksotis, bukan berarti steril dari kawasan angker, meski tidak seangker Alas Purwo, karena bagaimanapun juga sebagai kawasan hutan, Baluran juga tidak berbeda halnya dengan hutan-hutan lainnya yang diselimuti sejuta misteri.

Pantai Bilik Sijile di Taman Nasional Baluran (foto: maulanurulkhakam.blogspot.co.id)

Kawasan angker tersebut berada di “Jalur Tengkorak” yang merupakan akses jalan yang menghubungkan Situbondo – Banyuwangi. Wilayah yang dikenal angker ini oleh masyarakat setempat dinamakan “Curah Tangis” yang berada tepat di tengah “Jalur Tengkorak”. Di jalur yang jalannya naik turun dan bergelombang tersebut, hampir setiap hari terjadi kecelakaan, bahkan tidak jarang sampai memakan korban jiwa.

Namun demikian bukan berarti menjadi penghalang bagi wisatawan untuk mengunjungi TNB. Selama berhati-hati dan selalu waspada, Anda akan selamat selama dalam perjalanan dari dan ke Baluran. Selain itu, sejumlah objek wisata menawan yang terdapat di TNB, sangat sayang untuk dilewatkan. Berikut beberapa obyek wisata yang ada di Taman Nasional Baluran:

1. Goa Jepang

Goa ini berada tidak jauh dari Pos 1 yang ada di kawasan Batangan. Dengan luas sekitar 12 meter2, goa ini layak untuk dijadikan kunjungan pertama sebelum menjelajah semua tempat wisata yang ada, guna mengetahui bangunan yang merupakan bagian dari sisa-sisa Perang Dunia II.

Pada masa penjajahan dulu, Jepang membangun goa ini selain untuk dijadikan sebagai benteng pertahanan juga berfungsi sebagai tempat menyimpan amunisi.

2. Hutan Evergreen

Pengunjung yang masuk ke kawasan TNB, setelah membayar tiket dan melewati pos jaga, akan disambut Hutan Musim sepanjang 5 km. Hutan ini terlihat kering dan kecoklatan pada musim kemarau serta hijau oleh pepohonan pada musim penghujan.

Hutan Evergreen di Taman Nasional Baluran (foto: Mazgeye.blogspot.co.id)

Pada km 6 – 9 barulah menjumpai hutan sepanjang tahun atau yang lebih dikenal dengan istilah Hutan Evergreen. Hutan ini selalu hijau karena berada di kawasan cekungan yang di bawahnya terdapat sungai bawah tanah.

Pepohonan yang ada di kawasan ini rimbun dengan dedaunan yang lebat hingga menutupi sebagian badan jalan. Berada di kawasan Hutan Evergreen akan membuat mata serasa dimanjakan, terlebih sepanjang bulan Desember – Pebruari, dimana pada saat itu akan dijumpai banyak kupu-kupu yang terbang di sekeliling, bertengger di ranting pepohonan atau di kubangan-kubangan air.

3. Padang Savana Bekol

Kawasan inilah yang membuat Baluran mendapat julukan Africa van Java, karena savana seluas 300 hektar dan merupakan padang savana terluas di Pulau Jawa ini memang menyuguhkan suasana layaknya savana yang ada di Benua Afrika pada musim kemarau.

Ditambah lagi dengan adanya satwa-satwa liar yang ada di padang savana, seperti kawanan rusa, gerombolan banteng, biawak, kera, burung-burung merak dan satwa liar lainnya, membuat nuansa Afrika terasa semakin kental.

Untuk dapat melihat kawanan hewan liar, pengunjung tidak diperbolehkan memasuki kawasan savana tersebut, kecuali didampingi oleh petugas. Itu sebabnya Padang Savana Bekol dilengkapi dengan menara pandang bertingkat.

Menara Pandang Bekol di Taman Nasional Baluran (foto: Kompasiana.com/Endahbanget)

Di atas menara itulah pengunjung juga dapat menyaksikan pemandangan di kompleks savana hingga ratusan meter jauhnya dengan latar belakang Gunung Baluran yang dikelilingi hutan lebat di sebelah Selatan serta hamparan Selat Bali di sisi utara.

4. Pantai Bama

Berjarak sekitar 3 km dari Bekol, pengunjung dapat menjumpai sebuah pantai yang indah dengan pasir berwarna putih yang menghampar di kawasan pantai sepanjang 300 meter. Pantai yang menghadap ke arah Timur ini berada di Perairan Selat Bali dengan air yang bersih dan bening.

Selain mandi dan berenang, pengunjung akan dihibur oleh tingkah polah gerombolan-gerombolan kera yang banyak dijumpai di kawasan pantai. Keindahan taman bawah laut di Pantai Bama juga menarik untuk digunakan beraktifitas snorkeling.

Tidak perlu harus naik perahu untuk dapat melakukan snorkeling, begitu menyewa peralatannya, pengunjung bisa berjalan beberapa puluh langkah dari tepi pantai untuk dapat menikmati pesona taman laut. Jika masih belum puas, dapat menyewa boat yang berkapasitas 10 orang dan menuju ke tengah laut.

Pada jarak sekitar 100 – 200 meter, wisatawan yang melakukan snorkeling dapat menyaksikan Padang Lamun, yaitu vegetasi bawah laut sejenis tumbuhan rumput yang memiliki daun panjang.

Lebih ke tengah lagi, hamparan terumbu karang yang indah beserta berbagai ikan dan makhluk laut lainnya  siap menyambut. Di sini juga dapat dijumpai anemon laut, yakni hewan kelas Anthozoa yang bentuknya mirip dengan tumbuhan.

Sunrise di Pantai Bama, Taman Nasional Baluran (foto: balurannationalpark.web.id)

5. Hutan Mangrove

Hanya berjarak sekitar 100 meter dari Pantai Bama, dapat ditemui kawasan hutan mangrove. Pengunjung tidak hanya dapat menjelajahi kawasan hutan ini, tapi juga dapat menikmati suasana yang romantis di sebuah dermaga kecil yang ada di hutan tersebut.

Selain menyuguhkan suasana yang romantis, pemandangan di sekitar dermaga begitu indah, sehingga  tempat ini menjadi favorit pengunjung untuk dijadikan latar belakang foto.

6. Pantai Bilik Sijie

Bukan hanya Pantai Bama saja yang dimiliki Baluran, tapi juga Pantai Bilik Sijie yang juga sangat menawan dengan ombaknya yang tenang. Keindahan di pantai ini mencapai puncaknya pada sore hari, disaat matahari kembali ke peraduan.

Semburat warna jingga di langit dengan latar belakang Gunung Baluran, menyuguhkan pesona sunset yang keindahannya sulit untuk diungkap dengan kata-kata.

7. Pantai Balanan

Satu lagi pantai menawan yang ada di kawasan TNB adalah Pantai Balanan yang berjarak sekitar 3 km ke arah Barat dari Pantai Bama. Keindahan dari pantai ini tidak hanya dari hamparan pasir putihnya saja, tapi juga dari airnya yang jernih. Begitu jernihnya air di pantai ini, hingga terumbu karang dapat dilihat jelas dari pinggir pantai.

Pesona luar biasa yang disuguhkan sejumlah objek wisata yang ada di Baluran itulah yang membuat Raisa menjadikan TNB sebagai lokasi pembuatan video klip untuk lagunya yang berjudul “Jatuh Hati”.

Jadi jika masih belum berkesempatan berkunjung ke Baluran, namun ingin melihat keindahan dari Afrikanya Tanah Jawa ini, buka youtube dan tonton video dari lagu “Jatuh Hati”. Lewat videoklip tersebut akan dapat Anda nikmati kecantikan Raisa yang berpadu harmonis dengan kecantikan alam yang menjadi lokasi shooting.

Harga Tiket Masuk dan Fasilitas Di Taman Nasional Baluran

Penginapan Savana Bekol di Taman Nasional Baluran (foto: tabloidwisata.com)

Untuk dapat memasuki kawasan Taman Nasional Baluran, harga tiket masuk yang dikenakan sama seperti htm Taman Nasional Alas Purwo, yaitu sebesar Rp.5.000 pada hari-hari biasa dan Rp.7.500 pada saat liburan untuk wisatawan lokal. Sedang biaya yang harus dikeluarkan wisman besarnya 20 kali lipat yaitu  Rp.150.000.

Meski htm dikedua National Park tersebut sama, namun fasilitas di TNB lebih lengkap dibandingkan TNAP, terutama dari sisi akomodasi. Karena Baluran dilengkapi dengan fasilitas penginapan semacam homestay yang terdapat di dua tempat yaitu di kawasan Bekol dan di kawasan Pantai Bama.

Penginapan yang ada di Bekol terbagi atas 3 wisma yang terdiri atas” Wisma Rusa dengan 7 kamar berdaya tampung 12 orang seharga Rp.35.000 perorang, Wisma Merak dengan 3 kamar berdaya tampung 3 orang seharga Rp.50.000 perorang dan Wisma Banteng dengan 2  kamar berdaya tampung 4 orang seharga Rp.250.000 perunit.

Di Pantai Bama, penginapan yang tersedia terbagi atas 2 wisma yang semuanya menghadap ke arah pantai. Wisma tersebut terdiri atas: Wisma Kapidada dengan 4 kamar berdaya tampung 8 orang seharga Rp.75.000 perorang dan Wisma Pilang dengan 1 kamar berdaya tampung 6 orang seharga Rp.300.000 perorang.

Fasilitas akomodasi di kedua tempat tersebut juga dilengkapi dengan kamar mandi, mushollah serta kantin yang berada di luar sehingga dapat dimanfaatkan oleh pengunjung lain yang tidak menginap di tempat ini. Bagi para backpacker tersedia camping ground area jika ingin menginap di lokasi wisata dengan mendirikan tenda dan tidur di alam terbuka.

Fasilitas lainnya yang dapat ditemui di Pantai Bama adalah persewaan peralatan snorkeling dan persewaan perahu boat berkapasitas 10 orang yang dapat dimanfaatkan untuk berkeliling kawasan perairan di pantai yang airnya sangat jernih ini.

Jadi, meskipun di kawasan sekitar obyek wisata ini tidak terdapat hotel, namun dengan adanya dua penginapan tersebut wisatawan tidak perlu bingung untuk mencari tempat bermalam serta menyusun itinerary selama tour dan menikmati liburan di wilayah ujung Pulau Jawa ini, karena cukup banyak objek wisata lainnya yang ada di banyuwangi, seperti Kawah Ijen, Pantai Boom, Pulau Merah, Watu Dodol, Teluk Hijau, Air Terjun Lider, Pulau Tabuhan serta yang lain. (*)

Comment

News Feed