oleh

Apakah Sungai di Jakarta Layak Untuk Transportasi Air?

Kemacetan di Jakarta sudah darurat. Berbagai cara mulai dari peraturan ganjil-genap hingga proyek Transjakarta dan MRT telah diaplikasikan, namun belum efektif menghadang kemacetan.

Akibat kemacetan parah, Jakarta harus menelan kerugian hingga Rp 67,5 triliun. Angka tersebut muncul dari laporan oleh Bappenas di tahun 2017.

Nah, beberapa waktu yang lalu, Presiden Jokowi berhasrat untuk mengembangkan transportasi air melalui sungai demi mengurai kemacetan. Dengan cara ini, masyarakat diharapkan dapat meniru kota besar seperti Sungai Chao Phraya di Bangkok, Thailand, memanfaatkan transportasi sungai untuk aktivitas sehari-hari.

Yang jadi pertanyaannya, apakah Jakarta telah memiliki prasarana penunjang transportasi sungai seperti di Bangkok?

Sungai Ciliwung

Pilihan yang pertama adalah Sungai Ciliwung. Membetang panjang 119 kilometer dari Kabupaten Bogor, Sungai Ciliwung memiliki lebar mencapai 30-50 meter. Dengan hulu yang cukup luas, Sungai Ciliwung pun dapat dilintasi perahu kecil hingga sedang.

Namun, untuk menunjang transportasi sungai, Ciliwung belum dapat dikatakan layak. Sungai Chao Phraya di Bangkok membutuhkan lebar 250 meter untuk menggerakkan transportasi sungainya.

Banjir Kanal Barat

Dikenal juga sebagai Bajir Kanal Kali Malang, Banjir Kanal Barat merupakan sungai buatan untuk mengalirkan debit air berlebih dari Sungai Ciliwung. Membetang sepanjang 4,5 kilometer dari Matraman ke Karet, Banjir Kanal memiliki lebar 13,5 hingga 16 meter.

Dalamnya yang hanya 4-12 meter membuat sungai yang satu ini nggak layak untuk dijadikan akses transportasi sungai.  Sungai Chao Prahya membutuhkan ke dalaman hingga 25 meter agar transportasi sungai aman melintas.

Terlebih, Banjir Kanal Barat memiliki banyak tanah endapan yang dapat menganggu jika dilalui perahu sungai.

Kali Angke

Jika kamu termasuk warga yang dilintasi Kali Angke, pasti tahu kalau sungai ini sudah memiliki transportasi sungai. Namun, transportasi sungai tersebut berfungsi sebatas menyebrangkan para pemotor.

Dengan panjang 91 kilometer dari Bogor menuju Muara Angke, Kali Angke memiliki kedalaman 20 meter. Cukup untuk dilintasi transportasi sungai namun tanpa mesin.

Kondisi sungai ini pun terbilang keruh. Sampah yang menumpuk di dasar sungai terkadang menyebabkan banjir besar di kawasan sekitar seperti Joglo, Kembangan, Rawa Buaya, Duri Kosambi and Cengkareng.

Kali Krukut

Membetang 40 kilometer dari Citayam Bogor, Kali Krukut terhubung langsung dengan Sungai Ciliwung via Bajir Kanal Barat. Memiliki lebar 15-20 meter, Kali Krukut justru menyulitkan transportasi sungai dikarenakan penyempitan karena bangunan liar.

Tahun lalu, Kali Krukut sudah mengalami normalisasi sepanjang 600 meter dari Jembatan Rengas hingga Jalan Kebalen V di Kuningan. Namun, kadar lumpur hitam didasarnya membuar Kali Krukut nggak aman buat dilintasi transportasi sungai.

Selain itu, Jakarta masih memiliki Sungai Pesanggrahan, Sungai Sunter, Kali Grogol hingga Kali Buaran yang mungkin bisa digunakan sebagai akses transportasi sungai. Namun, perlu adanya penanganan besar-besaran mulai dari normalisasi hingga pengerukan yang lebih baik.

Untuk yang akan liburan ke Jakarta, jangan lupa mampir ke sana, ya! Agar bujet liburanmu ke Jakarta terjangkau, yuk, pesan tiket pesawat, tiket kereta api, dan hotel murah di Jakarta lewat Pegipegi.

pesan tiket pesawat murah ke jakarta  pesan tiket kereta api murah ke jakarta  cari hotel murah di jakarta

Foto: Shutterstock

Agar transaksi lebih mudah dan murah, yuk, instal aplikasi Pegipegi lewat Google Play atau App Store!

google-play

apps-store

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed