by

5 Patung Pangeran Diponegoro di Magelang, Monas Jakarta, Undip Semarang, Salatiga, Surabaya

-berita-1,959 views
foto by ayoksinau.com

Tentu Anda telah mengetahui Pangeran Diponegoro, salah seorang pahlawan nasional yang terkenal akan perang maha besarnya di Pulau Jawa (1825-1830) melawan para kompeni. Menurut Wikipedia, perang itu tercatat sebagai perang dengan korban terbanyak dalam sejarah Indonesia.

Bernama asli Bendara Raden Mas Antawirya, beliau lahir di Ngayogyakarta Hadiningrat pada 11 November 1785 dan meninggal di Makassar di usia 69 tahun pada 8 Januari 1855.

Putra Sulung Sultan Hamengkubuwana III ini adalah sosok orang yang rendah hati dan rela berkorban demi rakyat. Kecintaannya akan Bumi Pertiwi terbukti dengan gigihnya beliau melakukan pemberontakan terhadap Belanda karena telah mengobrak-abrik tanah kelahirannya.

Sebagai penghargaan atas jasa-jasa beliau dalam melawan penjajah, asmanya diabadikan dalam nama jalan dan tempat di kota-kota besar. Selain itu, foto beliau juga ditampilkan pada mata uang kertas Rp100 dan Rp.1000 yang masing-masing diterbitkan pada tahun 1952 serta 1975.

foto by bukalapak.com

Untuk mengenang semangat juang beliau, dibangun pula monumen atau patung di beberapa kota di Nusantara, seperti:

1. Patung Pangeran Diponegoro di Magelang

Lokasi: Jalan Ahmad Yani No. 8, Kelurahan Panjang, Kecamatan Magelang Tengah, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah 56111
Map: Klik Disini
HTM:
Buka/Tutup: 24 jam
Telepon:

foto by dolanmagelang.blogspot.co.id

Patung Pangeran Diponegoro menunggangi kuda dengan gagahnya di sisi timur Alun-alun Kota Magelang. Mata beliau tampak tajam dan jarinya menunjuk ke kejauhan. Seolah menuding pribumi yang mengkhianati bumi pertiwi atas perintah penjajah.

Pembangunannya berlangsung pada 1 April-31 Juli 1977 dengan tujuan untuk menghargai perjuangan sang pangeran di kota tersebut. Terlihat pada tulisan yang terukir di bagian bawahnya.

Dr. Moch Soebroto adalah orang yang memprakarsai pembuatan patung itu sebelum dirancang oleh Hartono dan Soejadmoko serta diresmikan pada 11 Agustus 1977.

2. Patung Pangeran Diponegoro di Monas Jakarta

Lokasi: Jalan Imam Bonjol No. 1, RT/RW 5/5 Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10310
Map: Klik Disini
HTM:
Buka/Tutup: 24 jam
Telepon:

foto by travel.detik.com

Pembuatan patung Pangeran Diponegoro di Jakarta diusulkan oleh Dr. Mario Pitta, bekas Konsul General Italia di Indonesia. Beliau merupakan seorang pengusaha besar di negara asalnya yang sangat mencintai dan mengagumi Nusantara.

Selama menduduki jabatannya, beliau berkeinginan untuk memberi kenang-kenangan pada bangsa kita. Cita-citanya diungkapkan di tahun 1963 kepada Hadi Thayeb yang saat itu menjabat sebagai Dubes RI di Italia.

Akhirnya, beliau disarankan untuk membuat patung para pahlawan nasional dan yang dipilihnya adalah Pangeran Diponegoro. Hadiah itu direalisasikan oleh seorang pemahat ternama di Negara Pizza, yaitu Cobertaldo yang dikirim langsung ke Indonesia.

Sebelum memulai pekerjaannya, dia ditugaskan untuk melakukan riset mengenai tipe-tipe orang Indonesia sambil mempelajari sejarah dan kebudayaan kita. Berhari-hari dia habiskan untuk meneliti beragam posisi kuda sang model utama.

Setelah menghayati perjuangannya, Cobertaldo pun membuat patung pangeran yang mengenakan jubah dan sorban putih sedang menunggang kuda dengan kedua kaki depannya diangkat ke atas. Bahan yang digunakan adalah perunggu dan digarap selama satu tahun, yakni pada 1965 di Italia.

Sesudah dikirim ke Ibukota, hasil kerja kerasnya diletakkan dalam Taman Monas (Monumen Nasional) sebagai pintu gerbang.

3. Patung Pangeran Diponegoro di Undip Semarang

Lokasi: Jalan Ngesrep Timur V No. 6, Kelurahan Sumurboto, Kecamatan Banyumanik, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah 50269
Map: Klik Disini
HTM:
Buka/Tutup: 24 jam
Telepon:

foto by kampusundip.com

Patung yang berada di daerah Banyumanik ini menjadi penanda arah masuk ke Undip (Universitas Diponegoro) Kampus Tembalang. Dulunya, ikon terpopuler di perguruan tinggi itu berwarna coklat, sementara bagian bawahnya dicat hijau.

Tapi, awal tahun lalu, tepatnya pada Februari 2017 dirubah seluruhnya menjadi hitam. Hal tersebut membuatnya sama seperti patung Diponegoro di kampus Undip Pleburan.

Sebetulnya, masyarakat sekitar lebih mengenal objek itu dengan sebutan “Patung Kuda”. Meskipun untuk mempermudah penyebutan, mengingat model memang menunggangi seekor kuda, tapi tidak sesuai dengan filosofi di balik pembuatannya.

Sebab, tujuan mendirikan patung tersebut adalah untuk menghargai jasa-jasa sang pahlawan. Bila salah sebut, sama saja dengan tidak menghormati beliau.

4. Patung Pangeran Diponegoro di Salatiga

Lokasi: Jalan Diponegoro, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Salatiga, Jawa Tengah
Map: Klik Disini
HTM:
Buka/Tutup: 24 jam
Telepon:

foto by emperians.blogspot.co.id

Diresmikan pada 17 Maret 2011, patung yang menunggang kuda ini berdiri gagah di kawasan Bundaran Tamansari Salatiga. Prosesinya dihadiri oleh jajaran Muspida (Musyawarah Pimpinan Daerah), pejabat teras Pemerintah Kota Salatiga serta beberapa tokoh masyarakat.

Keberadaannya diharapkan mampu menjadi ikon kota yang mempunyai peran sebagai transito pariwisata. Di sudut lain, terdapat patung Jenderal Sudirman yang diresmikan pada tanggal itu juga.

Menurut Y. Tri Priyo Nugrogo, Asisten I Setda Salatiga, pembangunan kedua patung senilai Rp590.000.000,- tersebut adalah bagian dari rencana Pemkot guna mengatur jalan di sekitarnya.

5. Patung Pangeran Diponegoro di Surabaya

Lokasi: Jalan Raya Diponegoro No. 193, Kelurahan Darmo, Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya, Jawa Timur 60241
Map: Klik Disini
HTM:
Buka/Tutup: 24 jam
Telepon:

foto by qubicle.id

Letak tugu Pangeran Diponegoro ada di jalan dengan nama yang sama. Monumen kuda di Kelurahan Darmo ini terlihat artistik. Apalagi pose sang pangeran terlihat seolah sedang berperang.

Bentuk tiang penyangga patung dan kudanya tidak kaku, layaknya potongan tanah medan pertempuran yang diangkut ke kota tersebut. Di bawah tiang ada undak-undakan serta air mancur.

Adanya tugu itu memperkuat julukan Surabaya sebagai Kota Pahlawan. Mereka tidak hanya mempunyai tugu-tugu pahlawan lokal, melainkan yang berasal dari luar daerah pula.

Selain lima lokasi di atas, tugu Pangeran Diponegoro juga bisa dijumpai di Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali tepatnya di tengah-tengah persimpangan jalan.

Di sana kerap diadakan kegiatan setiap tanggal 2 Sura, dimulai dengan pelataran Gua Raja yang konon menjadi tempat peristirahatan sang pangeran.

Dengan informasi itu, diharapkan para kawula muda lebih menghargai jasa pahlawan yang rela mengorbankan nyawa demi kemerdekaan RI. Bayangkan, betapa besar dedikasi Pangeran Diponegoro sehingga beberapa kota di Indonesia memberinya penghargaan dalam bentuk monumen.

Untuk itu, pupuklah semangat dan ikut berperan aktif dalam pembangunan negara demi terciptanya kesejahteraan rakyat serta kedamaian di dunia.

Senantiasa khidmat dalam mengikuti upacara kemerdekaan dan mengheningkan cipta juga merupakan cara untuk menghormati jasa mereka yang telah gugur di medan perang. Berikan doa pula supaya mereka diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

Comment

News Feed