by

10 Gambar Hotel Gantung Purwakarta, Berapa Harga Penginapan Padjajaran Tertinggi di Dunia ini?

-berita-220 views
Hotel gantung purwakarta harga 2018 youtube tarif biaya booking kompas
Hotel Gantung Purwakarta (Foto: imgoor.com/instagram-hashtag/viaferratagunungparang)

Lokasi: Kampung Cisaga, Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat
Map: KlikDisini
Buka/Tutup: 24 Jam
Telepon: 087775616496

Meski memiliki sejumlah tempat wisata yang menyedot banyak pengunjung, seperti Resort Giri Tirta, Curug Cipurut, Situ Winayasa, Sentra Industri Keramik Plered, Air Panas Ciracas dan masih banyak lagi destinasi wisata yang lain termasuk 2 waduk raksasa, yaitu Waduk Jatiluhur dan Waduk Cirata, Pemerintah Kabupaten Purwakarta seolah masih belum puas untuk mengeskplorasi potensi alam yang ada di wilayahnya.

Karena itulah lereng Gunung Parangpun diberi jalur via ferrata pada tahun 2015 yang merupakan via ferrata tertinggi kedua se-Asia, disusul Taman Air Mancur Sri Baduga Maharaja pada tahun 2016 yang merupakan air mancur terbesar se-Asia Tenggara. Proyek berikutnya yang rampung di penghujung tahun 2017 adalah Hotel Gantung Pajajaran Anyar yang berada di Lereng Gunung Parang dan merupakan skylodge tertinggi di dunia.

Gunung Parang (foto: Kaskus)

Mendengar kata sky lodge yang jika diterjemahkan bebas memiliki arti pondok atau bangunan di atas langit, tentu sudah mengundang daya tarik tersendiri. Terlebih hotel gantung yang ada di lereng Gunung Parang ini merupakan skylodge tertinggi di dunia dan hanya ada dua di dunia, salah satunya berada di Peru.

Kesan eksklusif itulah yang menarik banyak wisatawan untuk dapat menginap di sini, meskipun biaya yang harus dikeluarkan tidak murah dan untuk menuju ke lokasi hotel gantung juga dibutuhkan perjuangan yang berat serta nyali yang besar.

Mengenal Hotel Gantung Purwakarta

Terinspirasi oleh Skylodge Adventures Suites yang ada di Peru, masyarakat pegiat panjat tebing dan operator Via Ferrata Badega Gunung Parang yang mendapat suport penuh dari Bupati Purwakarta tergerak untuk membangun hunian atau penginapan di lereng Gunung Parang pada akhir tahun 2014.

Proyek Hotel Gantung di Gunung Parang (foto: FACEBOOK/BADEGA GUNUNG PARANG)

Untuk mewujudkan proyek tersebut, didatangkanlah para ahli profesional dan Tim Arsitek dari ARCTech untuk melakukan study lokasi. Hasilnya, terdapat 11 titik atau tempat yang memungkinkan untuk dibangun skylodge dengan ketinggian yang bervarisi mulai dari 400 – 900 meter. Lokasi tersebut secara administatif berada di Kampung Cisaga, Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Menurut rencana, di 11 lokasi itulah nantinya akan dibangun kamar atau hotel gantung yang ditargetkan akan rampung secara keseluruhan pada tahun 2018. Namun, pada tahap awal, satu kamar diselesaikan terlebih dahulu dan telah dibuka untuk umum pada 19 November 2017.

Bahkan telah banyak tamu skylodge yang ada di Purwakarta ini mengunggah video-video mereka di Instagram dan Youtube saat melakukan perjalanan dan saat berada di dalam kamar hotel gantung, salah satu diantaranya adalah jurnalis dari Kompas.com.

Kamar pertama dari skylodge yang diberi nama Hotel Pajajaran Anyar tersebut berada pada ketinggian 500 kaki atau lebih tinggi 100 kaki dibandingkan Skylodge Adventures Suites di Peru yang memiliki ketinggian 400 kaki atau 122 meter dpl. Sehingga skylodge yang ada di Lereng Gunung Parang Purwakarta inipun tercatat sebagai hotel gantung tertinggi di dunia.

Pembangunan hotel gantung di sisi tebing Gunung Parang, Purwakarta. (foto: FACEBOOK/BADEGA GUNUNG PARANG)

Berbeda dengan kamar hotel pada umumnya, dinding, lantai dan  atap dari kamar skylodge ini terbuat dari polycarbonat yang sangat bening, sehingga saat berada di dalamnya, tamu hotel bisa melihat pemandangan yang ada di bawah, di atas dan di samping dengan sangat jelas.

Kamar seluas 2,5 x 6 meter2 dengan ketinggian 2,4 meter tersebut memiliki standard keamanan internasional, sehingga tamu yang menginap tidak perlu khawatir terkait masalah keamanan dan keselamatan.

Tim rescue selalu standby 1 x 24 jam di dekat skylodge untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan buruk. Sejumlah CCTV juga memonitor kondisi sekitar, dan semua fasilitas keamanan yang ada di skylodge ini terintegrasi secara realtime dan online yang langsung dimonitor oleh Tim Badega. Sebelum menginap, wisatawan bahkan terlebih dahulu menerima safety briefing serta diasuransikan.

Selain membangun skylodge yang difungsikan sebagai kamar hotel, pihak pengelola menurut rencana juga akan membangun  skylodge khusus untuk swafoto pada ketinggian 100 kaki dan 200 kaki. Karena untuk selfie, kedua bangunan tersebut nantinya hanya berupa ruangan kosong tanpa tempat tidur dan fasilitas lainnya.

Sensasi Menginap Di Atas Hotel Gantung Purwakarta

Hotel Gantung Purwakarta Dilihat dari Atas Udara (foto: travel.dream.co.id)

Meski terkesan ekstrim, namun sensasi luar biasa yang diberikan hotel unik ini membuat banyak wisatawan harus antre untuk dapat menginap di atas Hotel Gantung Purwakarta. Sensasi tersebut sudah akan dirasakan begitu memulai perjalanan melintasi lereng Gunung Parang.

Sebelum perjalanan diawali, petugas hotel akan terlebih dahulu memberikan sejumlah alat pengaman, seperti harness, helm dan tali temali. Pemandu juga tidak lupa memberikan safety briefing serta beberapa petunjuk yang harus dilakukan wisatawan selama dalam perjalanan dan saat berada di skylodge.

Selanjutnya tracking pun dilakukan dari basecamp dengan menyusuri area persawahan dan  lereng gunung yang dipenuhi bebatuan. Sebelum tiba di titik awal pemanjatan, energi dipastikan akan terkuras mengingat beratnya medan yang harus ditempuh.

Via Ferrata Tertinggi kedua di Asia yang ada di Lereng Gunung Parang (foto: yukpiknik.com)

Titik awal pemanjatan dimulai dengan tangga pertama via ferrata. Perlu diketahui bahwa via ferrata adalah tangga dari besi yang ditancapkan pada dinding-dinding batu di lereng gunung, dan via ferrata yang ada di Gunung Parang ini merupakan via ferrata tertinggi kedua di Asia.

Tangga pertama via ferrata ini memiliki ketinggian sekitar 100 kaki dengan jarak sejauh 100 meter dan posisi yang lurus serta curam tanpa banyak kelokan. Butuh waktu sekitar 20 menit untuk dapat melaluinya. Disepanjang perjalanan, indahnya hamparan sawah, rumah-rumah penduduk, aliran sungai yang berliku-liku dan Waduk Jatiluhur sudah dapat dinikmati dari atas ketinggian.

Setelah tiba di ketinggian 100 kaki, perjalanan dilanjutkan ke ketinggian 200 kaki dengan lama perjalanan sekitar 1 jam. Di ketinggian ini pemandangan yang tersaji semakin memukau dan semakin terbentang luas, sehingga wajah Waduk Jatiluhur yang berpagar gunung-gunung terlihat lebih sempurna.

Meluncur dengan Flying Fox Menuju Hotel Gantung Purwakarta (foto: Kaskus)

Perjalanan dari ketinggian 200 kaki menuju ke 500 kaki butuh konsentrasi yang lebih karena medan yang harus dilalui semakin curam, memiliki banyak kelokan, dan angin yang berhembus terasa semakin kencang. Semakin dekat ke titik lokasi, skylodge semakin jelas terlihat.

Akhir dari perjalanan dilakukan dengan menyeberang menuju bangunan hotel menggunakan sistem Tyrolean, yaitu dengan cara  bergantung serta meluncur pada seutas tali. Total waktu yang ditempuh dari basecamp menuju skylodge sekitar 3 jam.

Pintu masuk kamar hotel ini tidak berada disamping, melainkan di bagian atap yang dihubungkan dengan tangga menuju ke lantai kamar. Di dalam kamar, wisatawan akan menjumpai fasilitas yang lengkap layaknya kamar hotel pada umumnya. Terdapat 4 single bed tertutup sprei yang dilengkapi bantal dan selimut. Sementara di dalam ruangan terdapat handy talky, AC, pesawat televisi, lampu, microwave untuk menghangatkan makanan, meja makan berikut sendok dan garpu, serta air mineral dalam galon.

Kamar Tidur di Hotel Gantung Purwakarta (foto: dakatour.com)

Wisatawan tidak perlu cemas kehabisan daya baterai ponsel, karena di dalam kamar juga telah disiapkan terminal listrik untuk mencharge. Koneksi data untuk berselancar di dunia maya juga lancar. Hanya fasilitas WiFi yang memang masih belum tersedia.

Satu lagi yang tidak terdapat di kamar hotel gantung ini adalah kamar mandi. Tamu yang menginap hanya bisa membersihkan muka dengan memanfaatkan wastafel serta buang air di sebuah toilet portable. Kotoran yang ada di toilet portable tersebut nantinya akan dibuang oleh petugas setelah wisatawan yang menginap pulang meninggalkan skylodge.

Di dalam kamar gantung, indahnya pemandangan dapat disaksikan dengan jelas, karena dinding kamar terbuat dari polycarbonat yang bening. Jajaran gunung-gunung, waduk Jatiluhur, aliran sungai yang berliku-liku, area persawahan yang hijau dan rumah-rumah penduduk, menyuguhkan lukisan alam yang luar biasa indah, saat dilihat dari dalam skylodge.

Pada malam hari, tamu hotel akan disuguhi keindahan alam yang berbeda, berupa kerlap-kerlip lampu dari rumah-rumah penduduk yang berpadu dengan bintang-bintang di angkasa. Suara-suara binatang yang asing di telinga, bakal ikut menemani tamu menghabiskan malam di lereng Gunug Parang di atas ketinggian 500 kaki. Satu lagi keindahan yang diberikan di dalam kamar hotel gantung adalah indahnya sunrise dan sunset.

Harga Sewa Kamar dan Fasilitas di Hotel Gantung Purwakarta

Fasilitas Dapur dan Toilet Hotel Gantung Padjajaran Anyar di Tebing Gunung Parang Purwakarta (foto: today.line.me)

Bagi wisatawan yang tertarik untuk menginap di Skylodge Pajajaran Anyar, tidak bisa langsung datang begitu saja, melainkan harus booking atau melakukan reservasi terlebih dahulu dengan menghubungi Nomor Telepon 0877 7561 6496 atau ke Nomor WA 0878 7470 8230.

Tujuan dari reservasi tersebut adalah untuk memastikan adanya slot kosong pada saat wisatawan datang berkunjung. Karena untuk saat ini, baru tersedia satu kamar dengan ferkuensi kunjungan yang relatif padat.

Setelah melakukan reservasi, wisatawan diwajibkan mengisi formulir yang disiapkan pengelola serta membayar DP sebesar 50 persen dari biaya menginap permalam atau sebesar Rp.2 juta, karena tarif sewa kamar permalam sebesar Rp.4 juta. Pelunasan tarif kamar tersebut harus sudah dilakukan satu minggu sebelum waktu berkunjung.

Meski saat ini proses layanan baru dapat dilakukan secara manual, namun ke depan sistem reservasi sudah dapat dilakukan dengan sistem online, baik melalui website, aplikasi dan juga memanfaatkan jaringan agen travel.

Syarat lain yang harus dipenuhi oleh tamu yang ingin menginap di lereng gunung ini adalah bertinggi badan minimal 1 meter, tidak takut pada ketinggian dan memiliki fisik yang prima, karena untuk menuju ke lokasi harus terlebih dahulu melakukan tracking dengan menempuh medan yang berat, hicking melewati lereng gunung dengan bantuan via ferrata serta meluncur pada tali atau dikenal dengan sistem Tyrolean.

Sudut Kamar Hotel Gantung Purwakarta (foto: idntimes.com)

Dengan harga sewa kamar yang tidak murah tersebut, wisatawan akan mendapatkan sejumlah fasilitas ala hotel bintang lima, mulai dari 4 tempat tidur, bantal, selimut, lampu, pendingin ruangan (AC), televisi, microwave (pemanas makanan), meja makan, gelas, sendok, air mineral galon, colokan listrik, wastafel, toilet portable, handy talky serta pemandangan alam yang memukau dari atas ketinggian.

Setiap kamar dapat diisi maksimal 6 orang, meski idealnya hanya untuk 4 orang dewasa. Tamu hotel juga akan mendapatkan fasilitas makan malam dan sarapan pagi dalam bentuk hidangan siap saji yang diantarkan dari basecamp.

Biaya sebesar Rp. 4 juta sudah termasuk asuransi, alat pengaman yang dipakai saat memanjat lewat via ferrata (tangga besi) serta tyrolean atau fasilitas untuk menyeberang melewati tali yang membentang. Selain itu tamu hotel akan selalu dalam pengawasan guide selama 24 jam penuh yang mendirikan tenda di atas ketinggian 200 kaki serta selalu siap  membantu segala kebutuhan dari para tamu dengan memanjat menuju ke lokasi kamar yang ada di ketinggian 500 kaki.

Bagi tamu hotel yang datang ke Kota Purwakarta dengan menggunakan sarana transportasi umum, pihak pengelola juga akan memberikan fasilitas penjemputan gratis dengan menggunakan minibus hingga tiba di basecamp Badega Gunung Parang yang menjadi titik awal pendakian menuju Kamar Hotel Gantung. (*)

Comment

News Feed