Tiket Masuk Museum Kesehatan Dr Adhyatma Surabaya + Asal Usul Sejarah Santet Angker

Museum kesehatan surabaya santet sejarah tiket masuk dr adhyatma mph angker kota sby jawa timur buka jam dunia lain alamat jalan indrapura horor 2017 koleksi berdirinya latar belakang cerita mistis misteri foto penampakan ruang fasilitas fungsi harga isi keangkeran keunikan lokasi pintu makalah tentang wisata malam operasional struktur organisasi pendiri profil tempat asal usul video youtube jadwal
Museum Kesehatan Surabaya, sumber: travelingyuk.com

Alamat: Jl. Indrapura No.17, Kemayoran, Krembangan, Kota SBY, Jawa Timur 60176
Map: klik disini
HTM: Rp 1.500,-
Buka/Tutup: Senin – Jum’at, 09.00–15.15 WIB
Telepon: (031) 3528748

Dalam rangka untuk menyelamatkan & melestarikan warisan tradisi, Departemen Kesehatan Indonesia lewat Sentra Pengembangan Riset Teknologi & Pelayanan Kesehatan di Kota Surabaya, memprakarsai sebuah museum kesehatan semenjak tahun 1990.

Museum ini mengumpulkan & memperlihatkan sebagian perlengkapan kesehatan bersejarah semenjak waktu permulaan waktu hingga kini. Secara formal pada tanggal 14 September 2004, Menteri Kesehatan mengesahkan museum ini & bernama “Museum Kesehatan Dr Adhyatma dari, MPH – Depkes”.

Dalam perkembangannya, mungkin dikala ini kita senantiasa dilayani dengan alat-alat medis dengan tehnologi tinggi & canggih, namun kita juga perlu tahu bahwa di waktu-waktu permulaan, terdapat alat-alat medis simpel yang ikut berperan dalam hal medis.

Oleh sebab itu, lewat Museum Kesehatan ini diinginkan menjadi media pengajaran atau sentra pelajaran bagi masyarakat & kelompok sosial yang peduli perihal upaya kesehatan.

Tujuan dari museum ini dibangun untuk menaruh & melestarikan benda-benda bernilai historis dalam hal kesehatan hingga kini. Kecuali itu museum ini juga berfungsi memberikan berita terhadap generasi kini & generasi akan datang seputar seluk-beluk kesehatan, kultur ilmu pengetahuan sejarah, & sebagainya.

Museum ini sudah dilengkapi dengan “perpustakaan khusus” yang mengumpulkan & melayani seluruh bahan pustaka, seperti: buku, kaset rekaman, majalah, rekaman video & lain-lain. Bahan pustaka ini memungkinkan untuk adanya studi pendalaman tradisi dalam kesehatan.

Sasana Sejarah Instansi, sumber: inilahsurabaya.blogspot.com

Koleksi ini juga meliputi segala benda-benda bersejarah dalam pelayanan kesehatan dari beragam tempat, ras / etnis, agama / kepercayaan, & sebagainya. Koleksi hal yang demikian diperlihatkan dalam: wujud|format absah|autentik|orisinil, imitasi, replika, foto atau gambar.

Ruang Pameran

Sementara ruang pameran secara teknis dalam museum ini dipertunjukkan dalam ruangan yang berbeda yang disebut “Sasana “, adalah:

1. Sasana Adhyatma

Sasana ini memperkenalkan beragam koleksi Adhyatma MPH Dr, dikala dia menjabat sebagai MenKes (Menteri Kesehatan) pada tahun 1988 sampai 1993. Ada juga terdapat koleksi prasasti.

2. Sasana Kencana

Di ruangan ini dipamerkan beragam benda bersejarah dari dekorasi, lencana dari logam mulia, surat penghargaan & lainnya. Di ruangan tersebut juga dikenalkan sejarah & profil kesehatan pionir museum.

3. Sasana Kamar Kesehatan Reproduksi(Kespro)

Ruangan ini menaruh & memperlihatkan bermacam-macam item atau perlengkapan kesehatan reproduksi termasuk; kesehatan ibu & si buah hati dari beraneka tradisi, kesehatan kehamilan, persalinan & keluarga berencana.

Sasana Kesehatan Reproduksi, sumber: eastjava.com

4. Sasana Genetika (Ruangan Genetika)

Dalam ruangan ini memperlihatkan silsilah & garis keturunan, seperti silsilah keluarga kerajaan yang ada di Indonesia.

5. Sasana Kesehatan Budaya (Ruangan Budaya Kesehatan)

Di ruangan ini, memperlihatkan sebagian alat medis yang berhubungan dengan kepercayaan maupun supranatural & dunia gaib yang berkembang di masa lampau.

6. Sasana Fauna

Kita seharusnya konsisten waspada terhadap binatang di sekitar kita. Bermacam hewan dapat menjadi mediator penyakit (vektor), namun ada juga sebagian hewan yang bermanfaat sebagai obat & menolong kita. Untuk kabar hal yang demikian, terdapat di ruangan ini.

7. Sasana Medik & Non Medik (Ruangan Medis & Non Medis)

Bermacam-macam perlengkapan kesehatan medis & non-medis yang disimpan & ditampilkan di ruangan ini. Benda-benda yang dipakai oleh institusi kesehatan di masa lalu & menjadi layanan historis yang cukup besar bagi kesehatan masyarakat kita.

Sasana Alat Non Medis, sumber: ulinulin.com

Sejarah

Museum ini sudah berdiri semenjak tahun 1990, namun baru disahkan pada tanggal 14 September 2004 oleh Menteri Kesehatan RI, Dr. Achmad Sujudi. Terlihat dengan dibuatnya “perpustakaan khusus” yang memperkenalkan beragam jenis bahan pustaka, mulai dari buku, majalah, kaset rekaman, video, & sebagainya. Bahan pustaka ini dapat menjadi acuan bagi siapa saja yang mau paham lebih jauh mengenai sejarah kesehatan di Indonesia.

Haryadi Suparto, sumber: inilahsurabaya.blogspot.com

Museum Kesehatan yang bangunannya didominasi warna cokelat ini adalah komponen dari upaya pemerintah untuk menyelamatkan beragam warisan tradisi terlebih yang terkait dengan dunia kesehatan, mulai dari jaman dahulu sampai kini.

Koleksi dalam perpustakaan ini malah cukup berjenis-jenis, mulai dari perlengkapan medis & non-medis, serta pengobatan herbal & pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terkait dengan kesehatan. Pengobatan tradisional & mistik juga dimuseumkan dalam ruangan khusus, yang menghasilkan museum ini juga populer dengan sebutan museum santet.

Di salah satu komponen museum, kita juga dapat mengamati foto-foto Menteri Kesehatan RI dari masa ke masa, termasuk Dr. Adhyatma, MPH yang menjabat pada jangka waktu 1988 hingga 1993.

Ada pula foto Padoeka Nona M. Thomas yang yakni Dokter Hindia perempuan pertama.

Sasana Pendidikan dan Organisasi Kesehatan, sumber: laksmindirajournal.blogspot.com

Di komponen luar museum, terdapat pula sebagian tokoh pewayangan Jawa yang memiliki peran penting dalam dunia kesehatan. Masing-masing tokoh pewayangan hal yang demikian memiliki perannya sendiri – sendiri, yakni:

– Sadewa, memiliki kesanggupan untuk mengadakan ruwatan supaya seseorang terhindar dari bala.

– Krisna, sanggup menyembuhkan penyakit dengan bunga wijaya kusuma.

– Abiyasa, seorang tabib istana.

– Raden Samba Wisnubrata, memiliki Aji Rajah Kalacakra yang sanggup menuntaskan wabah penyakit (pageblug).

– Limbuk, remaja dari kawula alit pemeduli promosi kesehatan.

Misteri

Benda & suasana yang terbangun memang berbau mistis. Memasuki salah satu perintis museum itu, Dr. Haryadi Suprapto, membawa tiga dupa berwarna merah menuju salah satu sasana kesehatan pengajaran di dalam museum.

Museum ini membuka tiga sasana untuk pengunjung. Pertama, sasana kesehatan & pengajaran, lalu sasana kebudayaan, & sasana kesehatan reproduksi serta ada juga museum luar.

Sasana Penyembuhan Tradisional, sumber: kompasiana.com

Masuk ke ruangan pertama sasana kesehatan pengajaran, ada sejumlah patung Dewa Airlangga, barang-barang kuno seperti sejumlah alat kedokteran, serta piagam-piagam termasuk pula sex toys (alat peraga seks) sebagai alat kesehatan.

Di tempat tersebut juga terdapat celana anti pemerkosaan. Selain itu ada juga sejumlah sepeda kebo & motor zaman Belanda. Terdapat juga tempat duduk roda rotan untuk pasien serta puluhan mikroskop yang dibenahi rapi, kasur persalinan. Kecuali itu mesin foto copy kuno & tempat duduk untuk periksa gigi.

Tak sasana selanjutnya tampak sebagian foto hal-hal aneh seperti penampakan Semar di Parangtritis, uang Soekarno yang lentur ketika| menekuk ditaruh di telapak tangan, & ada juga foto manusia magnet. Di dalam foto tersebut terdapat piring sendok melekat di tubuh seseorang.

Juga terlihat sejumlah binatang yang acap kali ditemui malah pernah diandalkan sebagai binatang penyebar penyakit yang diawetkan. Ada sapi, musang, tikus, kupu-kupu, trenggiling, nyamuk, serta replika tubuh manusia.

Meskipun hal yang demikian tepatnya berada di sasana flora & fauna Museum Kesehatan Adhyatma Surabaya yang jaraknya cuma 5 langkah dari gudang museum.

Pengobatan santet, sumber: hellosurabaya.com

Haryadi mengatakan bahwa menjelajahi isi museum ini bukan saja akan menambah wawasan berhubungan dengan dunia kesehatan, namun bisa mengamati realita masyarakat yang sampai sekarang masih mempercayai hal-hal mistis.

Di museum itu terdapat boneka Jelangkung yang diketahui sebagai permainan mistik salah satunya untuk menganalisa penyakit & pengobatan. Boneka Jelangkung ini seharusnya dibatasi dari si kecil yang masih suci & didampingi seorang pawang.

Jaelangkung & Nini thowok, sumber: ikromzzzt.xyz

Untuk boneka Nini Towok yang permainannya seharusnya dengan ritual mempunyai tujuan untuk menjaga keselamatan desa & menolak bala. Cara memainkan Nini Towok semestinya dilakukan oleh orang yang telah tua.

Tak cuma patung Jelangkung & Nini Towok, terdapat pula dokumentasi upaya masyarakat yang lazim penanganan medis dalam menangani penderita kelainan mental dengan sistem dipasung. Hingga ini sering kali diterapkan dikala era kolonial Belanda dahulu pun sampai sekarang di beberapa tempat.

Ada juga replika buah pisang, jambu monyet, tomat, jeruk, semangka, terong, serta nasi & air putih yang ditaruh dalam kotak kaca yang bertuliskan puasa kejawen.

Di dalam sebuah ruangan juga terdapat rak untuk menaruh koleksi Terapi. Isinya antara lain kain ulos dari Batak, selendang kuning yang diandalkan masyarakat Dayak dapat menolak dari bala. Berdasarkan sekarang kain milik kepala suku Dayak diyakini bisa melindungi tubuh dari serangan mistis.

Di sampingnya tampak lemari terapi musik, berisi alat-alat musik tradisional untuk penyembuhan, contohnya kempyeng & bende wedok.

Ruang dunia lain, sumber: bicarasurabaya.com

Kecuali dua gedung yang menaruh perlengkapan & sarana pengobatan tradisional & modern, ada satu ruangan yang tertutup rapat & terkunci. Di komponen pintunya terdapat artikel video youtube “dunia lain”.