Tiket Masuk Monumen Jalesveva Jayamahe (Monjaya) Surabaya + Sejarah-nya

 Monumen jalesveva jayamahe monjaya logo surabaya tiket masuk sejarah lokasi wiki fungsi foto wisata tinggi terletak di kota sby jawa timur asal usul alamat lengkap bahan jam buka berdirinya latar belakang bagaimana cara deskripsi dimana gagahnya isi menuju patung pembuat teknik pembuatan singkat tempat wikipedia artinya tujuan didirikan
Monumen Jalesveva Jayamahe, sumber: surabaya.panduanwisata.id

Alamat: Ujung, Semampir, Kota SBY, Jawa Timur 60155, Indonesia
Map: klik disini
HTM:
Buka/Tutup: Senin – Jum’at, 08.00 – 17.00 WIB
Telepon: 031-3201519

Kota Surabaya sekarang ini sudah banyak mempunyai wahana liburan dan fasilitas ruang publik yang dibangun untuk warga Surabaya ataupun pelancong yang kebetulan sedang berwisata di kota Surabaya. Bermacam – macam obyek liburan yang menarik di Kota Surabaya ini benar – benar banyak, dari wisata pendidikan, wisata alam, wisata sejarah amat lengkap di kota pahlawan ini.

Oleh karena itu kota Surabaya sudah memperoleh julukan sebagai kota pahlawan sebab di kota ini banyak para pahlawan yang gugur di medan perang demi mempertahankan dan menjaga  Kemerdekaan RI ketika itu. Monumen Jalasveva Jayamahe merupakan salah satu yang dibangun untuk mengenang jasa prajurit TNI Angkatan Laut yang ikut serta gugur dalam pertempuran di Surabaya.

TNI AL, sumber: militerium.com

Format gaya arsitektur Monumen Jalasveva Jayamahe merupakan seorang prajurit TNI AL  dengan seragam. Lokasi Monumen Jalasveva Jayamahe ini terletak di wilayah Tanjung perak atau lebih pas|ideal berada di ujung paling barat Dermaga Madura.

Tinggi patung Monumen Jalasveva Jayamahe ini terdiri dari dua bangunan yakni patung perwira dengan tinggi sekitar 30,6 meter dan dibawahnya terdapat bangunan gedung bundar dengan tinggi lebih kurang 30 meter, sehingga keseluruhan tinggi monumen ini yaitu 60,6 meter.

Sejarah Singkat

Monumen Jalesveva Jayamahe (Monjaya)menggambarkan seorang perwira TNI menengah Angkatan Laut  berpakaian lengkap (tenue PDU 1) menatap ke arah laut, mewakili generasi penerus dengan penuh keyakinan dan kesungguhan siap menerjang ombak dan menempuh badai menuju arah yang dijelaskan, merupakan cita-cita bangsa Indonesia.

Dengan demikian, Monumen Jalesveva Jayamahe juga menandakan tongkat estafet dari generasi pendahulu menyelesaikan tugas kepada generasi yang akan menjalankan tugas selanjutnya. Monumen yang dibangun di bagian ujung barat Dermaga Madura ini, juga akan mempunyai fungsi sebagai menara lampu pemandu (Mercusuar) bagi kapal-kapal yang berlayar di sekitarnya.

Drs. Nyoman Nuarta, sumber: dahsyat.net

Patung yang berdiri dengan gagahnya mempunyai tinggi 31 meter tersebut yang demikian berdiri di atas gedung setinggi 29 meter. Pada beberapa dinding gedung ini dibuat diorama sejarah kepahlawanan pejuang – pejuang bahari (TNl AL) semenjak jaman pra revolusi phisik hingga tahun 90-an. Gedung ini sekaligus juga sebagai “Executive Meeting Room”.

Monumen Jalesveva Jayamahe ini juga sesuai dengan logo angkatan laut Jalesveva Jayamahe yang mempunyai artinya, Di Laut Kita Berjaya. Monumen ini didirikan di tahun 1993 oleh Pemimpin Kepala Staf TNI Angkatan Laut Maritim Indonesia dan kemudian diteruskan dengan Laksamana TNI Muhamad Arifin dan di desain oleh I Nyoman Nuarta. Selain sebagai monumen, gedung ini juga dipakai sebagai mercusuar untuk kapal – kapal yang berada di laut sekitar (sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Monumen_Jalesveva_Jayamahe).

Sebagai pematung dan arsitek semua bangunan yaitu Drs. Nyoman Nuarta yang bergabung dalam Nyoman Nuarta Group.

Proses pembuatan patung, sumber: wisatajatim.info

Pembangunannya dikerjakan semenjak tahun 1990 dan diresmikan pada bulan Desember 1996, yaitu bertepatan dengan ulang tahun TNI AL (dulu|dahulu Hari Armada TNI AL) tanggal 5 Desember 1996 oleh Presiden kedua Indonesia, Soeharto. Untuk teknik pembuatan patung perwira itu membutuhkan lebih dari 3000 ton bahan tembaga, jadi tak mengherankan kalau pembuatan patung itu membutuhkan biaya hingga Rp 27 Milyar pada saat itu.

Pembuatan monumen yang  memakan biaya yang cukup besar tersebut, dananya diperoleh dari swadaya warga TNI AL dan bantuan dana berasal dari rakyat yang secara suka rela baik berupa sponsorship dari perusahaan – perusahaan ataupun pihak lain yang tertarik pada pembuatan Monumen Jalesveva Jayamahe.

Konsep Gagasan & Asal Usul

Peresmian Monumen Jalesveva Jayamahe, sumber: surabaya.panduanwisata.id

Latar belakang berdirinya Monumen Jalesveva Jayamahe karena adanya gagasan, bahwa bagamana majunya suatu bangsa hendaknya patut konsisten berpijak pada sejarah. Dalam artian lain “Bangsa yang besar merupakan Bangsa yang dapat menghargai jasa Pahlawannya”.

Dari sekian banyak Pahlawan dan sesepuh yang sudah berjasa dalam merintis, menegakkan dan mengisi kemerdekaan Negara Republik lndonesia, termasuk didalamnya para Pahlawan yang pengabdiannya lewat TNI Angkatan Laut. Tidak terbilang perjuangan yang sudah mereka donasikan.

Malah jiwapun mereka berikan. Cuma beberapa kecil dari mereka yang kita ketahui, nama-nama sebagian Pahlawan diantaranya sudah diabadikan menjadi nama-nama Kapal Perang Republik lndonesia maupun bangunan-bangunan penting.

Kecuali sebagai petunjuk penghargaan dan kenang-kenangan dari generasi penerus yang masih hidup, juga diinginkan bisa memberi dorongan untuk meneruskan pengorbanan mereka menuju tercapainya cita-cita Angkatan Laut yang jaya dalam wadah Negara Republik lndonesia yang adil dan makmur.

Salah satu suduh Koarmatim, sumber: agungmumpuni.blospot.com

Tapi generasi penerus masih merasa belum cukup, malah merasa kurang terus dalam membalas jasa-jasa dan memberi penghargaan bagi mereka, serta yakin tiada jumlah yang pantas dan tiada penghargaan yang setara dengan perjuangan yang sudah mereka berikan. Meskipun para Pahlawan tiada menginginkan imbalan apa saja tapi diinginkan untuk meneruskan ambisi dan motivasinya lewat|via|melewati pengorbanan dalam mengisi kemerdekaan.

Tahun 1945 sudah diproklamasikan Kemerdekaan Republik Indonesia, kemerdekaan negara tercinta ini genap berusia 45 tahun. Tongkat estafet pengorbanan sepenuhnya sudah dialihkan terhadap generasi pengisi dan penerus pembangunan. Karen itu tahun 1990, bisa dianggap sebagai tombak dalam sejarah pengorbanan Bangsa.

Gong Kyai Tentrem, sumber: wisatajatim.info

Sebab itu pula, pada tahun yang istimewa hal yang demikian, generasi penerus TNI AL bersama masyarakat yang lain, berharap menghadirkan sesuatu yang istimewa, berupa pembangunan suatu monumen yang peletakan batu pertamanya dikerjakan pada tanggal 5 Desember 1990.

Dengan pembangunan monumen ini, generasi penerus mencoba merekam masukan heroik para pendiri dan sesepuh TNI AL dalam pengabdiannya merintis, menegakkan dan mengisi kemerdekaan lewat Angkatan Laut, dan sekalian diinginkan bisa mengobarkan motivasi pengorbanan untuk mengisi kemerdekaan untuk generasi penerus pada saat ini dan berikutnya.

Kapal Perang, sumber: eastjava.com

Tanpa melupakan momen-momen bersejarah yang terjadi di Sibolga, Tegal, Pasuruan, Bali atau dimana saja di tanah air lndonesia ini sejarah Ujung sebagai komponen kawasan kota Pahlawan Surabaya memang tidak dapat dipisahkan dari sejarah TNI AL, adalah terjadinya momen merebut Kaigun SE 21/24 Butai pada 3 Oktober 1945, yang dilambangkan dengan sumpah oleh para Bahariawan Penataran Angkatan Laut (PAL) yakni “Aku rela & iklas mengorbankan Jiwa raga, harta ataupun benda untuk Nusa & Bangsa”.

Marinir TNI AL, sumber: eastjava.com

Dalam pagelaran momen sejarah TNI AL berikutnyapun Ujung berperan benar – benar penting, adalah Home Base(Pangkalan Utama) kapal – kapal perang TNI AL terbesar sampai sekarang. Sehingga tidaklah terlalu mengada-ada kalau beberapa masyarakat menamakan kota Surabaya sebagai kota pelaut atau kota Angkatan Laut. Sebab itu layaklah bilamana Monumen Jalesveva Jayamahe dibangun di Ujung Surabaya. Berikut tadi deskripsi singkat mengenai monument tersebut.

Akses Jalan, Jadwal Buka & Tiket Masuk

Terdapat dua jalan yang dapat kalian lalui untuk tiba ke Pintu Gerbang Armatim. Di jalan yang pertama yaitu dari arah jalan Perak Timur, kalian dapat masuk ke Jembatan Petekan. Untuk jalan yang kedua ke arah lokasi museum ini  berasal dari arah jalan Sidotopo. Dua jalan ini akan bertemu di depan pintu gerbang Armatim. Di pintu gebang tersebut, letak monumen berjarak kira – kira tiga hingga empat kilometer.

Untuk pengunjung yang mau ke lokasi ini dengan beramai – ramai atau rombongan nantinya bisa mendapatkan pemandu wisata di lokasi ini. Pemandu wisata itu akan memberikan penjelasan pada setiap lokasi yang berada di Monumen Jalesveva Jayamahe tersebut. Dan para pengunjung bisa foto – foto di area monument ini.

Jalur menuju Monumen Jalesveva Jayamahe, map.google.co.id

Monumen Jalesveva Jayamahe tersebut buka pada hari senin hingga hari jum’at, mulai pukul 07.30 hingga pukul 17.00. Jika diluar dari hari tersebut, seperti hari sabtu – minggu atau hari libur nasional tidak diperbolehkan mengunjungi monument tersebut. Untuk masuk ke area ini biaya tiket masuk tidak dikenakan tarif.