Harga Tiket Masuk The Le Hu Garden + Jalan Menuju Lokasi Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara

The le hu garden lokasi medan harga tiket masuk kabupaten deli serdang sumatera utara marindal jalan menuju tempat wisata terbaru patumbak alamat denah biaya taman uang
The Le Hu Garden, Foto: melalakcantik.com

Lokasi: Jl.Pendidikan, Deli Tua Barat, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara 20355
Map:
Klik Disini
HTM:
Rp.15.000/Orang
Buka/Tutup:
10.00-18.00
Telepon:
0813-9603-3188

The Le Hu Garden merupakan sebuah taman wisata untuk umum yang ada di daerah pedesaan atau pinggiran kota Medan. Taman wisata ini adalah milik perorangan dan bukanlah milik pemerintah ataupun milik sebuah perusahaan. Alamat lengkapnya  berada di kelurahan Patumbak, kecamatan Deli Tua, kabupaten Deli Serdang, Medan, Sumatera Utara.

Asiknya Selfie di The Le Hu Garden, Foto: tribunnews.com

Pada awalnya taman ini milik keluarga Hu yang dikelola di halaman rumahnya yang sangat luas. Karena taman ini bisa menarik minat banyak orang dan sering didatangi pengunjung, maka keluarga Hu melihat bahwa taman tersebut memiliki potensi untuk menjadi tempat wisata. Selanjutnya taman dikembangkan dan diperlebar dengan berbagai wahana baru untuk melengkapi fasilitas yang ada di taman ini.

Pengembangan pertama dimulai dari pelebaran taman, pembuatan danau dan tambak, serta taman bermain anak sehingga kondisinya semakin lengkap agar pengunjung tidak bosan. Tujuan utama pembangunan danau untuk resapan air hujan dan cadangan air ketika musim kemarau. Namun keberadaan danau ternyata bisa menambah kecantikan taman dan tercipta wahana wisata baru seperti sepeda air yang berbentuk bebek dan kapal serta sampan yang terbuat dari bambu yang ada kursi diatasnya.

Dengan adanya wisata air ini, maka bisa menjadi hiburan dan wahana permainan serta petualangan seru bagi para pengunjung. Tentu saja taman ini juga cocok sebagai wahana rekreasi bagi keluarga dan semua anggota keluarga juga bisa menikmati keindahan taman. Taman wisata ini sangat baik untuk mendidik anak-anak agar mencintai tanaman dan kekayaan alam Indonesia.

Libur Bersama Keluarga, Foto: dimedan.co

Taman keluarga Hu memiliki banyak sekali tanaman bunga yang jumlahnya mencapai ratusan macam dengan jenis dan warna yang berbeda. Banyak sekali jenis tanaman yang dibudidayakan agar bisa melestarikan tanaman langka yang sudah jarang kita temui. Hal ini membuat taman keluarga Hu sangat kaya akan ekosistem alam dari jenis tanaman maupun warna bunganya.

Kondisi taman dengan warna yang bervariasi tentu saja enak dilihat serta bisa membuat para pengunjung semakin nyaman. Karena memiliki tempat-tempat yang indah di setiap sudutnya, sehingga banyak sekali lokasi spot foto yang instagramable dan sayang jika tidak diabadikan. Banyak juga anak-anak muda yang datang ke taman ini hanya untuk selfi saja dengan backround akan keindahan berbagai tanaman yang ada di taman The Le Hu garden

Dataran di taman ini memiliki 3 tingkat dan tingkat pertama atau yang paling bawah adalah danau dan tambak. Pembuatan danau dan tambak dipilih pada dataran paling rendah yang memiliki potensi bisa menjadi tempat untuk genangan air dan bisa menyebabkan banjir. Danau bisa menambah kecantikan taman dan menciptakan wahana wisata baru, sedangkan tambak bisa digunakan sebagai sarana budidaya ikan serta menambah keindahan taman.

Posisi danau dan tambak berada di area yang sama dan bersebelahan, hanya dipisahkan jalan setapak yang biasa dilewati para pengunjung. Di sekitar danau terdapat jalan setapak untuk memudahkan para pengunjung yang ingin menikmati keindahan danau dari dekat. Selain itu, banyak juga beraneka tanaman yang tumbuh di pinggiran danau sehingga terlihat semakin alami seperti keadaan danau di masa lalu yang masih murni.

Tanaman yang ada di pinggiran danau diantaranya, Talas, pohon kelapa, rerumputan yang mengitari seluruh pinggiran serta berbagai tanaman berbunga yang berwarna-warni. Posisi danau dan kantin dipisahkan jalan yang agak luas dan para pengunjung  perlu menuruni tangga batu untuk mencapai ke lokasi danau. Antara danau dan jalanan terdapat lereng yang ditumbuhi berbagai tanaman dan rerumputan yang sangat lebat dan menutupi tanahnya.

Memberi Makan Ikan, Foto: wisatamedan.net

Pihak pengelola membuat beberapa bangunan tangga untuk turun menuju ke lokasi danau dan tambak. Tangga yang paling lebar berada di tempat parkir mobil untuk menuju ke lokasi jembatan bambu yang ada diatas kolam tambak. Sedangkan bangunan tangga dari kantin ada 2, yang pertama tangga menuju jalan setapak yang memisahkan danau dan tambak untuk menuju taman di atas bukit. Tangga yang kedua untuk menuju lokasi taman yang ada di sebelah danau. Ada lagi tangga yang dibuat dari tempat toilet sehingga danau sangat mudah dijangkau dari segala arah.

Ada juga sebuah bangunan gubuk yang ada di atas danau dengan kursi dan tempat duduk yang disewakan kepada para pengunjung yang ingin menikmati keindahan danau. Bangunan ini berbentuk pondok terbuka yang persis berada di atas danau dan di hiasi cat merah. Atap pondok juga dibuat dengan daun kering sehingga terlihat seperti bangunan ala pedesaan.

Sedangkan tambaknya dibuat secara tradisional tanpa menggunakan bahan bangunan agar terlihat alami seperti tambak di masa dahulu.  Di sekeliling tambak juga diberi bambu yang ditata secara rapat sebagai penguat agar tanah di pinggirnya tidak longsor atau terkikis oleh air hujan. Pihak pengelola mengisi tambak dengan beberapa ikan hias dan ikan yang siap untuk dikonsumsi.

Selain itu, kolam juga diperindah dengan didirikannya gardu yang terbuat dari bambu tanpa atap yang berwarna merah dan letaknya menjorok ke dalam kolam. Bangunan bambu tersebut disediakan bagi para pengunjung yang ingin melihat ikan lebih dekat atau memberi makan ikan. Tentu saja ini adalah sebuah sensasi terbaru bagi para pengunjung dan bisa merasakan rasanya memberi makan ikan secara langsung.

Di sekitar kolam juga banyak sekali tanaman dan rerumputan agar air hujan yang mengalir, bisa langsung diserap ke dalam tanah. Kondisi tambak kolam memang dirancang secara tradisional agar bisa di tumbuhi beberapa tanaman dan memiliki kesan natural. Kondisi air kolam yang jernih membuat ikan mudah terlihat. Jika ikan diberi makan, maka akan terlihat banyak sekali ikan mas berwarna kuning yang bergerombol untuk saling berebut makanan.

Nilai Keindahan, Foto: keystonebsa.org

Pada saat weekend, taman ini selalu ramai dikunjungi  para wisatawan sehingga setiap sudut spot yang indah sudah padat pengunjung. Tentu saja memang kurang leluasa jika ingin mengambil gambar keindahan tanaman secara menyeluruh. Hal ini membuat beberapa pengunjung lebih suka untuk datang pada hari-hari biasa agar bisa lebih bebas untuk bersantai dan bisa mengambil gambar pada setiap sudut taman.

Kondisi tanah yang penuh dengan tanaman yang berwarna-warni membuat para pengunjung menjadi betah ketika berada di sekitar tanaman. Letak berbagai jenis tanaman berbunga berada di dataran paling atas atau perbukitan sehingga tercipta sebuah taman yang memiliki konsep seperti taman di atas langit. Banyak sekali pengunjung yang bersantai  dan nongkrong karena banyak tempat duduk yang disediakan di sekitar tanaman. Selain bersantai, para pengunjung juga lebih mudah  untuk mengambil gambar dengan kamera ketika berada di atas bukit.

Jalanan setapak di area tanaman yang berada di atas bukit diberi paving namun tidak dipoles semen agar jalanan tidak berlumpur.  Tentu saja para pengunjung bisa lebih nyaman ketika hilir mudik dan tidak perlu khawatir alas kaki akan terkena kotoran tanah. Hal ini karena kondisi tanah sangat lembek dan mudah becek jika terjadi hujan. Namun dengan adanya paving atau blok tersebut membuat jalanan tetap kering dan bersih serta ditumbuhi banyak rerumputan.

Lokasi yang paling disukai para pengunjung untuk melakukan selfi adalah tanaman dengan daun warna-warni yang membentuk tanda Love. Pihak pengelola juga menyediakan pondok bambu diatas bukit untuk bersantai dengan view seluruh area taman. Pondok ini sangat cocok digunakan bagi pengunjung dengan keluarga ataupun pengunjung yang datang secara rombongan sehingga bisa bersantai ataupun makan bersama.

Nostalgia Kampung di The Le Hu Garden, Foto: mediapijar.com

Para pengunjung tidak diizinkan untuk membawa makanan dari luar karena dikhawatirkan akan meningkatkan potensi untuk  membuang sampah sembarangan. Hal ini untuk meminimalisir resiko sampah yang menumpuk karena salah satu penyebab sampah adalah bungkus makanan yang dibawa pengunjung. Pihak pengelola juga tidak bisa mengawasi dan mengontrol setiap pengunjung untuk disiplin dalam membuang sampah.

Selain itu, sudah disediakan fasilitas kantin untuk memudahkan pengunjung jika membutuhkan makanan dan minuman. Letak kantin berada di tengah-tengah area taman dan diatas danau sebagai tempat yang strategis dengan ruangan yang luas serta tersedia beberapa gazebo yang di terasnya.  Tentu saja agar semua pengunjung yang datang ke kantin bisa mendapatkan tempat duduk dan bisa menikmati hidangan dengan nyaman.

Waroeng The Le Hu Garden menyediakan menu makanan nasi dan mie serta sayuran dan Ikan. Ada menu Nasi Goreng, Kwietau, Bihun dan Ifumie serta Mie Instant serta Ikan Bakar dan goreng serta Ayam Goreng.  Tersedia juga jenis makanan ringan diantaranya, Pisang Goreng Keju Coklat, Risolles, Ubi Rambat Goreng, Singkong Goreng, Tempe Goreng, Kentang Goreng, Bakwan Jagung dan lainnya.

Sedangkan menu minumannya tersedia Teh panas dan Es Teh, berbagai jenis Kopi panas dan dingin, Susu serta minuman sirup. Selain itu, tersedia juga berbagai minuman jus, seperti Jus Alpukat, Kueni, Jeruk, Timun, Wortel,Tomat, Melon, Belimbing, Sirsak dan lainnya.

Spot Prewedding di The Le Hu Garden, Foto: agnesiarezita.com

Bangunan kantin menggunakan kayu dan bambu dengan konsep warung yang agak terbuka sehingga aktifitas di dalam kantin bisa terlihat dari luar. Selain itu, dengan menggunakan bangunan kayu dan bambu, suhu udara di dalam kantin tidak terlalu dingin sehingga pengunjung bisa bersantai dengan nyaman. Pada atapnya juga tidak menggunakan genteng untuk menambah kehangatan suhu di dalam ruangan kantin.

Di sebelah kiri kantin terdapat sebuah bangunan yang berwarna kuning dengan atap berwarna hijau. Bangunan ini digunakan sebagai toilet umum untuk memudahkan para pengunjung yang ingin mencuci muka ataupun kebutuhan lainnya. Adanya toilet memang sangat penting dalam tempat wisata, terutama bagi anak-anak yang sering buang air. Pihak pengelola menyediakan 2 bangunan toilet dan juga sebuah musholla.

Wahana Wisata The Le Hu Garden

Para pengunjung bisa mencoba wahana petualangan air untuk berkeliling diatas danau. Setidaknya ada 3 jenis fasilitas yang disediakan, yaitu sepeda air yang berbentuk bebek dan bisa dinaiki 4 anak dengan membayar uang sebesar Rp.20.000. Sepeda air bebek merupakan wahana petualangan air terbaru yang ada di taman ini. Ada juga kapal kayu yang agak besar dan bisa dinaiki 4 orang serta kapal bambu yang terdapat 2 kursi diatasnya.

Wahana petualangan lainnya adalah memancing ikan yang ada di kolam tambak dengan menyewa alat pancing yang telah di sediakan pengelola. Selain itu, bisa juga mencoba membeli pakan ikan dan memberikannya kepada ikan yang ada di kolam dan melihat ikan yang berdesak-desakan berebut makanan.

Ada juga taman bermain anak sebagai wisata petualangan bagi anak-anak yaitu padang rumput yang sangat luas seperti lapangan sepak bola. Tersedia beberapa fasilitas bermain anak-anak seperti perosotan, ayunan rantai dan ayunan kursi besi bulat. Anak-anak juga bisa bermain bola karena tempatnya sangat luas dan juga bisa digunakan untuk kegiatan olahraga lainnya.

Para pengunjung juga bisa menyewa gubug atau pondok dengan membayar uang sebesar Rp.50.000 untuk dinikmati bersama keluarga atau rombongan. Selain itu, ada juga gazebo untuk bersantai dengan meja dan 4 kursi dengan payung yang bisa di sewa dengan biaya Rp.20.000.

Tiket Masuknya Murah, Foto: wisatamedan.net

Harga Tiket Masuk The Le Hu Garden

Setiap pengunjung yang datang perlu membayar harga tiket masuk sebesar Rp.15.000 kepada petugas yang menjaga pintu gerbang. Untuk pengunjung yang membawa kendaraan bermotor tidak dipungut biaya parkir atau parkir gratis. Tempat parkir sepeda motor berada di area pintu gerbang, sedangkan untuk parkir mobil masuk ke dalam. Tempat parkir mobil juga sangat luas sehingga pengunjung yang membawa mobil pasti kebagian tempat.

Jalan Menuju Lokasi Taman The Le Hu Garden Deli Serdang, Sumatera Utara

Jarak Taman The Le Hu Garden memang tidak begitu jauh dari kota Medan, namun lokasinya berada di pinggiran kota ke arah selatan sekitar 20 km. Perjalanan juga tidak membutuhkan waktu yang lama dan bisa sampai dalam 15 atau 20 menit. Karena itulah taman ini selalu ramai dan sering dikunjungi para wisatawan dari kota Medan.

Lokasi Taman The Le Hu Garden memang agak sedikit membingungkan karena kawasan di sekitar taman tersebut belum banyak pemukiman warga. Hal ini membuat jalan raya menuju taman ini juga agak sepi dan di pinggir jalan banyak sekali tanah yang masih dipenuhi dengan pepohonan. Jalan raya juga tidak begitu lebar sehingga jika mobil bersimpangan perlu keluar dari jalan aspal.

Tujuan Wisatawan, Foto: melalakcantik.com

Lewat Istana Maimun

Jalur perjalanan bisa diambil dari dua arah jika dari pusat kota Medan, yaitu mengambil jalur Istana Maimun atau Jl.Sisingamangaraja menuju ke arah selatan. Denah jalan dari Istana Maimun yaitu lurus kearah selatan hingga sampai di Jl. Besar Deli Tua-Medan. Ketika sampai pada perempatan Jl. Sibiru-biru,  ambil kiri atau belok arah ke timur melewati Jl.Pendidikan. Di perempatan tersebut  sudah ada petunjuk jalan yang berwarna merah menuju  The Le Hu Garden sekitar 1 km.

Setelah menyusuri Jl.Pendidikan hingga sampai pada pertigaan, selanjutnya belok kiri atau ke arah utara dan sampai di Sekolahan SMA 1 Deli Tua. Letak The Le Hu Garden dekat dengan Sekolahan SMA 1 Deli Tua dan dari sini sudah banyak petunjuk menuju ke taman tersebut.

Wisata Foto-Foto Kekinian di Pinggiran Kota Medan, Foto: melalakcantik.com

Lewat Jl.Sisingamangaraja

Sedangkan jika mengambil jalur timur dari pusat kota Medan dengan melewati Jl.Sisingamangaraja , tentu saja menuju kearah selatan yang menuju ke arah jalan tol. Setelah sampai  di belokan masuk ke jalan tol, maka lurus saja mengambil jalur kanan pada Jl.Bajak II dan terus lurus ke selatan hingga sampai Jl.Marindal terus lurus ke arah selatan. Setelah sampai di perempatan akhir Jl.Marindal, tetap lurus ke selatan keluar dari jalan raya dan melewati Jl.Pantai Rambung yang ruas jalannya semakin mengecil.

Sampai di pertigaan atau akhir Jl.Pantai Marimbung tetap lurus ke arah selatan melewati Jl.Banyumas hingga sampai akhir jalan atau pertigaan tetap lurus ke selatan masuk ke Jl.Pendidikan.  Lokasi The Le Hu Garden sudah dekat dan sebagai patokannya adalah menara listrik dan ke selatan sekitar 200 meter lagi sampai tiba di lokasi Taman Keluarga Hu.