10 Gambar Taman Purbakala Pugung Raharjo di Lampung Timur + Tiket Masuk Lokasi Wisata

Taman purbakala pugung raharjo di lampung timur terletak kabupaten situs gambar makalah museum struktur organisasi lokasi alamat latar belakang adanya sejarah berdirinya letak tiket masuk wisata punden berundak desa
Taman Purbakala Pugung Raharjo, foto: seminarhepilampung2016.files.wordpress.com

Lokasi: Desa Pugung Raharjo, Kec. Sekampung Udik, Kab. Lampung Timur, Prov. Lampung
Map: KlikDisini
HTM: Free
Buka/Tutup:  07.00-17.00 WIB
Telepon: 0895-1403-3154

Indonesia merupakan sebuah negara kepulauan dengan letak geografis diantara benua Asia dan benua Australia. Nusantara juga diapit oleh dua samudera besar di dunia, Samudera Pasifik dan Hindia. Dengan total jumlah pulau sekitar 18.000, the world’s largest archipelago. Oleh karena hal ini pula lah, banyak penelitian yang dilakukan di Indonesia.

piramida yang ada di taman purbakala, foto: malahayati.ac.id

Salah satu penelitian yang dilakukan adalah mengenai sejarah dan arkeologi, peninggalan-peninggalan kebudayaan dan perkembangan peradaban manusia. Sudah sangat dikenal tentang adanya beberapa tulang atau fosil manusia purba, atau bahkan situs-situs lain seperti punden berundak di negara kita tercinta.

Letak dan Rute Destinasi Wisata

situs perbujala batu mayat terbang, foto: i.ytimg.com

Di daerah Lampung, juga terdapat suatu lokasi atau situs yang sering menjadi perhatian peneliti dan arkeolog. Situs purbakala ini diberi nama Taman Purbakala Pugung Raharjo, seperti nama desa tempatnya berasal yaitu Desa Pugung Raharjo, Kecamatan Sekampung Udik di Kabupaten Lampung Timur.

Lokasi situs dikelilingi oleh tanggul atau benteng, tepatnya sekitar 52 km sisi Timur dari kota Bandar Lampung dengan luas sekitar 30 hektar. Waktu yang dibutuhkan untuk mencapai lokasi wisata dari kota Bandar Lampung adalah kira-kira 2 jam perjalanan. Sayangnya masih ada beberapa jalan menuju destinasi yang mengalami kerusakan.

jalan menuju kolam renang, foto: eloratour.files.wordpress.com

Objek wisata sejarah ini berada di daerah dengan kondisi alam subur, sejuk, dan dikelilingi oleh tumbuh-tumbuhan rindang dan hijau. Untuk bisa mencapai lokasi, bisa dengan berkendara dari kota Bandar Lampung, baik melalui Kota Metro maupun langsung ke Kecamatan Sekampung Udik.

Sejarah, Berdirinya dan Proses Perkembangan Situs

Di lokasi penelitian, terdapat banyak bukti-bukti peninggalan masa Megalitikum atau prasejarah, peninggalan budaya Hindu, Budha, dan Islam. Awalnya, benda yang menjadi bukti peninggalan sejarah ini ditemukan oleh warga transmigran dari desa Batanghari. Mereka yang sedang membuka wilayah untuk pemukiman, bertani atau berladang, menemukan banyak bukti sejarah tersebut.

para pengunjung sedang merendam kaki di kolam tertuah, foto: jejakbocahilang.files.wordpress.com

Sejak tahun tersebut, dimulailah penelitian oleh Lembaga Purbakala di bawah pimpinan Drs. Buchori. Penelitian bersama dengan Hingga pada tahun 1980, Lembaga Purbakala dan Peninggalan Nasional bersama Pennsylvania Museum University memberikan Laporan Penelitian Sumatera, hasil dari pencatatan dan pendokumentasian situs Pugung Raharjo.

Hingga tahun 1984 proses pengembangan dan pemugaran situs prasejarah terus dilakukan oleh pemerintah. Hingga saat ini, baru sekitar 6 hektar wilayah situs yang sudah dibebaskan tanahnya. Sementara sisanya masih menjadi milik masyarakat. Namun, bersyukur sekali karena status taman sekarang adalah cagar budaya, yang berarti bahwa bangunan ini sudah dilindungi oleh pemerintah secara hukum yang sah.

Keistimewaan dan Daya Tarik

Keistimewaan taman purbakala pugung raharjo, foto: sumber.com

Situs arkeologi ini sangat menarik karena menyimpan bukti dari perkembangan sejarah bangsa Indonesia. Situs ini memiliki banyak peninggalan untuk masing-masing ‘masa sejarah’ dengan peninggalan kronologis yang sangat lengkap. Dengan mengunjungi situs ini, kita bisa sekaligus mempelajari perkembangan budaya bangsa kita.

Beberapa artefak yang ada di situs ini antara lain keramik-keramik, baik merupakan keramik lokal dari beberapa kerajaan di Nusantara maupun keramik dari berbagai dinasti mancanegara, manik-manik, punden berundak, arca, menhir, dolmen, alat rumah tangga pada masa prasejarah, peralatan perang seperti pisau, mata tombak, kapak batu, perhiasan seperti gelang perunggu, batu mayat, dan lain-lain.

lokasi batu mayat, foto: pebriantie.files.wordpress.com

Ada yang unik loh di kawasan taman ini. Salah satunya adalah benteng parit yang terbentuk dari tanah. Awalnya benteng ini digunakan sebagai suatu perlindungan dari binatang buas atau dari musuh-musuh. Bentuknya persegi panjang yang mengitari area situs. Cukup panjang kok bentengnya, sekitar 300m loh di sisi barat, sedangkan sisi baratnya mencapai 1,2 km.

Nah, bila ingin menikmati dan melihat sendiri punden berundak, bisa masuk ke dalam situs. Di taman, terdapat beberapa macam punden dengan berbagai tingkatan undakan. Punden ini diprediksi oleh para arkeolog berasal dari masa Megalitikum atau sekitar tahun 2.500 SM. Wah, hebat ya kebudayaan manusia pada masa itu, peninggalannya masih bisa ditemukan dan dilestarikan selama 3.000 tahun lebih.

piramida lampung dari dekat, foto: jajananlampung.com

Sekalipun demikian, ternyata punden berundak yang ada di taman ini jumlahnya sudah berkurang. 6 buah punden sudah rusak karena berbagai faktor. Nah, tugas kita nih untuk ikut menjaga 7 punden yang masih ada supaya generasi di bawah kita tetap bisa melihat bukti sejarah pada masa lalu.

Punden terbesar adalah punden nomor enam dengan total 3 undakan dengan tinggi sekitar 7 m. Punden ini sering digunakan masyarakat pada masa itu untuk melakukan pemujaan pada arwah nenek moyang atau ritual yang bersifat religious, dapat juga digunakan sebagai makam.

Selain itu terdapat juga batu mayat yang dahulu difungsikan sebagai lokasi upacara. Batu mayat ini memiliki banyak bentuk, salah satu bentuk paling umum dipahami masyarakat adalah bentuk lingga dan yoni (menggambarkan organ seksual laki-laki dan perempuan). Terdapat juga kolam Megalitik, kemungkinan besar digunakan untuk mengambil air untuk keperluan hidup atau ritual religious.

salah satu peninggalan purbakala, foto: kompas.com

Sekalipun merupakan suatu situs purbakala yang diakui oleh pemerintah sebagai cagar budaya, namun nampaknya taman ini belum begitu ‘ramah wisatawan’. Jangan heran bila teman-teman kesulitan untuk menemukan lokasi parkir karena memang kondisinya sangat sepi. Alangkah baiknya ketika sampai, segera pergi ke Pusat Informasi.

Di Pusat Informasi ini, rekan-rekan traveler bisa sekaligus meminta tolong atau menitipkan kendaraan yang dipakai. Di tempat ini pula, petugas akan mulai menujukkan mengenai koleksi-koleksi yang ada di Taman Pugung Raharjo ini. Dijelaskan juga mengenai asal usul, latar belakang terbentuknya Taman Purbakala ini.

Nah, lokasi situs atau Taman Purbakala itu sendiri, letaknya cukup jauh dari Pusat Informasi yaitu kira-kira 1km. Ketika berkeliling, rekan-rekan traveler juga akan dipandu oleh petugas untuk menjelaskan mengenai fungsi taman beserta dengan setiap detail koleksi yang ada di sana. Rekan-rekan bisa menikmati pemandangan alam sekitar sambal melihat koleksi-koleksi yang ada.

kolam bertuah taman purbakala pugung raharjo, foto: eloratour.files.wordpress.com

Nah, salah satu tujuan wisata di tempat ini adalah bukit teletubies, yaitu sebuah bukit rumput yang terletak agak di sisi atas dan memungkinkan kita untuk menikmati pemandangan taman dari ketinggian. Di tempat ini, wisatawan biasanya berhenti sejenak untuk mengambil gambar, mengabadikan kenang-kenangan dalam bentuk foto.

By the way, untuk bisa menikmati semua fasilitas dan mempelajari mengenai sejarah bangsa kita tadi, ternyata tidak diperlukan biaya apapun. Pihak pengelola belum menetapkan suatu patokan harga tertentu sehingga tarif tiket masuk biasanya diberikan pada wisatawan, terserah mau memberikan berapa. Atau sumbangan seikhlasnya.

Hmm… satu sisi, tentu kita akan sangat hemat biaya ketika menikmati semua fasilitas dan pengetahuan ini. Tapi sisi lain, tentunya akan sangat menghambat perkembangan wisata di daerah ini. Sekedar saran nih… karena kitalah yang bertanggung jawab untuk melestarikan budaya dan wisata bangsa kita, yuk, sama-sama bantu mempromosikan Taman Purbakala Pugung Raharjo ini.

Bisa juga nih dengan ikut melakukan penelitian di taman purbakala ini, membuat suatu makalah, mempelajari struktur batuan di situs ini. Ajak organisasi masyarakat atau himpunan mahasiswa untuk bersama-sama melestarikan situs ini.

Rekan-rekan bisa memberikan biaya tarif masuk yang menurut rekan-rekan sepadan dengan pengetahuan dan pemandangan alam yang akan rekan-rekan nikmati. Bisa juga dengan membuat postingan di media social mengenai keistimewaan objek wisata ini sehingga memancing banyak wisatawan lain untuk datang ke tempat ini.

Jika bukan kita yang melestarikan budaya dan wisata kita, maka siapa lagi? Yuk, bersama-sama bahu-membahu menciptakan wisata kelas dunia di negara kita. Selamat berlibur dan selamat menikmati pengetahuan. Salam traveler.