10 Gambar Jalan Kampung Keling Madras di Medan dan Sejarah Kehidupan serta Kuliner Masyarakat Little India

Kampung keling madras medan jalan kehidupan masyarakat kota kuliner mosque sejarah sungai tebing tinggi map padang kebakaran teori waisya adalah bukittinggi fungsi bagi pedagang india nusantara clover alamat letak kaitan dengan proses penyebaran agama hindu budha pekojan keliling yang muncul pada masa islam dimana saja terdapat indonesia gambar jakarta kecelakaan kuil tok kedah lokasi labuan melaka peta pariaman penang pengertian pajak rujak sumatera utara alor setar gong ubi
Kampung Keling Madras, foto: brilio.net

Lokasi: Jl. Teuku Cik Ditiro, Madras Hulu, Medan, Sumatera Utara, 20152
Map: KlikDisini
HTM: Free
Buka/Tutup: 24 jam
Telepon: –

Tahukah Anda di setiap negara, setiap wilayahnya memiliki sebuah kawasan yang menunjukkan komunitas dari ras tertentu atau sekumpulan masyarakat dengan latar belakang etnis yang sama. Misalnya saja kompleks chinatown di Amerika Serikat, little Japan di Malaysia, kompleks pecinan di Indonesia.

salah satu budaya di Kampung keling

Little India di Singapura , yang ternyata Indonesia juga memiliki kompleks little India juga, tepatnya di Kampung Keling Medan, namun jangan salah paham dengan kampung Gong Ubi Keling di Malaysia, karena keduanya adalah tempat yang berbeda. Kampung Keling Medan disebut juga dengan kampung Madras.

Pandangan masyarakat awam mengenai kota Medan yang hanya terdiri dari satu etnis tertentu tidak terbukti benar, nyatanya di ibukota Sumatera Utara ini adalah kota dengan beragam etnis yang tinggal di dalamnya. Tidak hanya wisata hiburan saja yang terdapat di tanah Karo ini, melainkan juga wisata budaya, mengenal ragam etnis dan segala macam kebiasaan yang dilakukan.

proses upacara yang dilakukan oleh warga india di medan, foto: i.ytimg.com

Kampung Keling atau Kampung Madras atau Little India Medan ini berada di sebuah lahan dengan luas sepuluh hektar. Tak hanya warga keturunan India yang tinggal di sini, namun juga warga lokal, mereka saling membaur dalam kehidupan yang aman tenteram dan damai. Awalnya kampung ini bernama Patisah, oleh karenanya terdapat nama jalan di kota Medan dengan nama Medan Patisah.

Namun, ada saja masyarakat yang menyebutnya dengan kampung Madras, akan tetapi lebih sering dengan sebutan kampung keling yang merujuk langsung pada warga India. Alamat tepat kampung keling ini berada di kawasan Zainal Arifin. Sudah banyak yang mengetahui daerah ini, sehingga bila Anda ingin berkunjung ke Madras mudah untuk mencapainya, karena merupakan pusatnya dari Kecamatan Madras.

para warga sedang sembayang, foto: wego.co.id

Untuk menuju ke Little India pun menjadi sangat mudah. Anda dapat menggunakan becak bermotor untuk bisa sampai ke tujuan. Tidak perlu khawatir tersasar saat akan pergi Madras, bila kurang memahami petunjuk jalan, dapat bertanya pada warga lokal, atau gunakan peta online atau google map untuk menemukan lokasi tujuan Anda.

Awal Mula Munculnya Kampung Keling di Medan

Munculnya kampung keling ini berawal dari para pemilik perkebunan yang lebih senang menggunakan tenaga impor asal India karena terkenal rajin, ini dimulai pada awal abad ke 19. Orang India yang kebanyakan datang adalah etnis India Tamil. Mereka bekerja sebagai buruh di perkebunan Tembakau.

kuil Shri Mariaman dan Subramaniem, foto: medanbisnisdaily.com

Semakin lama, semakin banyak warga India yang datang ke tanah Karo untuk memperbaiki kehidupan mereka. Tak hanya etnis India Tamil saja, namun India Cheyttar dan Punjab ikut datang ke kota Medan. Di antaranya ada yang bekerja sebagai buruh perkebunan, konstruksi, hingga pedagang.

Berdasarkan kasta dalam agama Hindu, umumnya warga India yang merantau ini termasuk pada golongan kasta waisya. Selain untuk bekerja, beberapa di antaranya melakukan proses penyebaran agama Hindu. Sampai sekitar tahun 1950, kawasan kampung Madras ini didominasi oleh warga keturunan India. Akan tetapi, semakin lama semakin menurun warga India ini, mereka lebih memilih tinggal di lokasi lainnya.

keindahan kuil pada malam hari, foto: traveltodayindonesia.com

Terdapat pengertian lain dibalik penamaan kampung keling Medan ini. Awalnya adalah terdapat tiga kampung yang berbeda dalam satu wilayah Kecamatan Medan Petisah dan Medan Polonia. Kampung tersebut adalah Madras, Kampung Keling dan Kampung Kubur. Namun, akhirnya warga setempat memutuskan untuk menamainya dengan satu nama saja, karena bila dipisah akan memberikan kesan buruk terhadap daerah mereka.

Kesan buruk tersebut berasal dari kampung kubur, yang kini telah berganti nama menjadi kampung sejahtera. Dahulu daerah tersebut sangat akrab dengan berbagai macam kegiatan kriminal, terutama narkoba. Namun, sekarang daerah tersebut sudah bersih dari hal-hal kriminal. Nama yang disematkan sebagai pengganti tiga kampung tersebut adalah Kampung Keling atau Madras atau Little India.

Pusat Budaya dan Kuliner Khas India

patung-patung di atas menara kuil, foto: jalanjajanmurah.com

Walaupun sudah mengalami penurunan jumlah warga keturunan India di kampung Keling ini, namun kebudayaan khas India masih lekat di kawasan ini. Saat sampai di sini, pengunjung akan menjumpai beberapa bangunan dengan pola arsitektur India.

Di antara bangunan tersebut yang paling terkenal adalah kuil Shri Mariaman dan Subramaniem, yang merupakan kuil terbesar di kampung keling. Selain itu juga terdapat klenteng terbesar di sini, yaitu Vihara Gunung Timur, sebagai tempat ibadah umat Budha.

Little India in medan, foto: wikimedia.org

Tidak hanya kuil  dan klenteng saja ternyata yang ada di Madras, tempat ibadah umat Islam pun ada di sini yaitu Ghaudiyah mosque dengan desain interior dan eksterior yang sangat khas India. Sedikit mengenai sejarah asal usul multietnis di Medan. Mungkin telah disebutkan sebelumnya, namun ternyata ada pemicu yang menyebabkan banyak pengusaha perkebunan dahulu sering mendatangkan tenaga dari India Tamil.

Berdasarkan teori sejarah yang ada, pada masa sebelum masehi, banyak bangsa dari Asia Timur dan Asia Selatan yang datang ke wilayah Sumatera. Selain untuk melebarkan wilayah kekuasaan, juga untuk berdagang. Paling banyak adalah di daerah Padang Pariaman. Bila memperhatikan ciri khas fisik dari sebagian besar orang Sumatera, pastinya terlihat seperti orang dari Asia Timur ataupun Asia Selatan.

daya tarik yang dimiliki oleh kuil, foto: efenerr.files.wordpress.com

Bahkan saat bepergian ke luar negeri, seperti ke negara tetangga Malaysia dan Filipina, mungkin Anda seperti pernah melihat orang-orang tersebut, mungkin terlihat mirip dengan salah satu teman Anda. Hal ini bukanlah tanpa alasan, karena berabad-abad lalu bangsa pendatang ini memang melakukan asimilasi.

Selain melakukan pernikahan campur, budaya pun juga diperkenalkan atau mencampur dengan budaya yang sudah ada. Sehingga semuanya saling berkaitan.Salah satunya yang sangat berpengaruh adalah dari segi kuliner. Kebanyakan cita rasa makanan dari Sumatera hampir sama dengan makanan dari India.

Bangsa terakhir yang mendiami pulau Sumatera adalah dari etnis India. Salah satu makanan dari tanah pariaman adalah rendang. Makanan yang kaya akan rempah ini dan termasuk makanan paling lezat sedunia ini memang sudah mendunia.

Rendang tak hanya ditemui di nusantara saja, melainkan di negara lainnya juga ada, seperti Malaysia. Di negeri labuan melaka tersebut, terdapat Rendang tok Kedah, Alor Setar yang sangat terkenal. Kemungkinan bila terdapat makanan khas Indonesia di salah satu kota negara tetangga seperti di Penang, dapat dipastikan pemiliknya orang Indonesia dari tanah bukittinggi, atau warga asli Malaysia yang mempelajari khusus tentang kuliner Indonesia.

kuil shri raja rajeshwari amman kovil, foto: tstatic.net

Kembali lagi ke Little India Medan, dimana merupakan tempat multietnis di tanah Karo. Pergi berwisata ke kawasan ini tidak akan membuat Anda bosan, karena banyak hal menarik yang dapat ditemui di sini. Semua yang ada di sini sangat India. Anda juga dapat mencoba kuliner khas India, karena di sini terdapat beberapa restoran yang menyajikan menu khas India, atau kios-kios kecil yang menjual jajanan khas India juga, seperti martabak atau roti chanee.

Jadi, jangan ragu untuk jalan-jalan keliling Sumatera Utara, dari tebing tinggi hingga Medan ini untuk mengisi liburan seru Anda. Bisa sambil mampir juga untuk membeli oleh-oleh asal Medan, seperti cake dari Clover bakery sampai rujak Medan yang sangat legendaris tersebut.

Bagi Anda yang menyenangi wisata untuk mengenal etnis tertentu, langsung datang ke Little India. Suasana yang dihadirkan mungkin hampir mirip dengan kampung Arab di Pekojan, Jakarta. Hanya etnisnya saja yang berbeda. Kawasan little India Medan ini memang sangat terkenal, walaupun telah terjadi musibah seperti kebakaran ataupun kecelakaan lalu lintas di sekitarnya, namun tidak mengurangi jumlah wisatawan yang datang ke sini.

Pastikan Anda juga mengabadikan momen liburan dengan menggunakan fungsi kamera ponsel. Sehingga gambar yang dihasilkan pun memiliki efek yang terlihat dramatis dan indah. Pastinya juga sangat cocok dipamerkan di laman instagram ataupun path. Selamat berlibur.