10 Gambar Curug Putri Tahura Pandeglang Banten, Tiket Masuk + Rute Alamat Wisata

Tiket masuk curug putri pandeglang alamat banten tahura carita sejarah daerah gambar misteri air terjun jalan ke lokasi rute pulosari wisata
Curug Putri Pandeglang (foto: gojeng.com)

Lokasi:  Desa Cilentung, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, 42273
Map: KlikDisini
HTM:  Rp.15.000
Buka/Tutup: 09.00 – 17.00 WIB
Telepon: 0341 – 595929

Indahnya pesona alam menjadi daya tarik utama dari Banten untuk sektor pariwisata. Berbagai jenis wisata alam dapat ditemui di provinsi yang semula menjadi bagian dari Jawa  Barat ini, salah satunya adalah wisata air terjun. Bahkan, kalau berkunjung ke Kabupaten Pandeglang, akan dapat dijumpai dua buah air terjun di dua lokasi yang berbeda tapi dengan nama yang sama yaitu Curug Putri atau Air Terjun Putri.

Lokasi Curug Putri yang pertama berada di lereng Gunung Pulosari, Desa Cilentung, Kec. Pulosari, Kab. Pandeglang, sedang Curug Putri yang kedua terletak di kawasan Tahura (Taman Hutan Rakyat) yang berada di daerah Carita. Kedua air terjun ini sama-sama mempesona, namun Curug Putri yang kedua memiliki daya tarik lebih terutama pada bebatuan yang terdapat di lokasi air terjun dan yang mengapit aliran sungainya.

Batu-batu Tebing Ala Grand Canyon di Curug Putri (foto: okezone.com)

Banyak yang mengatakan, bebatuan yang ada di destinasi wisata yang satu ini mirip dengan bebatuan Grand Canyon yang ada di Colorado, Amerika Serikat, karenanya air terjun ini kerap disebut Little Grand Canyon. Seperti apa keindahan dari Little Grand Canyon from Banten ini? Mari berpetualang untuk menjelajah setiap sudutnya.

Sekilas tentang Curug Putri dan Tahura

Sebelum mengeksplore Curug Putri, wajib hukumnya untuk mengetahui keberadaan Tahura (Taman Hutan Rakyat) yang ada di Carita, karena di kawasan konservasi alam inilah lokasi air terjun tersebut berada. Dengan area seluas 1.895 hektar, Tahura yang semula hanya difungsikan sebagai media pendidikan, penelitian serta pengembangan ilmu pengetahuan, sejak bulan Agustus 2013, oleh Pemprov Banten juga telah ditetapkan sebagai kawasan wisata.

Keindahan Curug Putri Pandeglang (foto: travelingyuk.com)

Di dalam kawasan hutan yang secara administratif masuk ke dalam wilayah Kecamatan Carita, terdapat 4 desa. Itu sebabnya, sebagian jalan menuju ke lokasi telah di paving blok dan dapat dilewati oleh kendaraan bermotor. Sebagian lagi juga telah dibeton namun hanya dapat dilewati kendaraan roda dua. Tapi mayoritas lokasi yang ada di dalam hutan, hanya dapat dijelajahi dengan melakukan trekking alias berjalan kaki. Itu sebabnya, mereka yang berkunjung ke eko-wisata Tahura, disarankan untuk naik motor, agar perjalanan yang ditempuh dengan berjalan kaki, tidak terlalu jauh.

Ditetapkannya Tahura sebagai kawasan wisata, selain untuk menambah PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kabupaten Pandeglang juga untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Karena untuk masuk ke lokasi wisata, pengunjung dikenai tiket masuk sebesar Rp.15.000 perorang, dan retribusi inilah yang nantinya sebagian masuk ke kas pemerintah daerah. Sementara masyarakat setempat, bisa memperoleh pendapatan dengan menjadi guide yang akan mengantar pengunjung menuju lokasi-lokasi wisata yang ada, membuka warung serta menyewakan tempat tinggal mereka untuk dijadikan homestay.

Pintu Gerbang Menuju Curug Putri (foto: mydaypack.com)

Tahura memiliki daya tarik tersendiri untuk dikunjungi, karena sebagai kawasan pelestarian alam, di dalamnya dapat ditemui keanekaragaman hayati berupa koleksi tumbuhan dan satwa, baik yang alamai dan bukan alami serta dari jenis asli dan bukan asli. Selain itu, di kawasan Tahura juga dapat ditemui sejumlah objek wisata, diantaranya adalah Rumah Pohon yang juga berfungsi sebagai gardu pandang untuk menikmati landskap dari atas ketinggian 100 meter dpl, Cadas Ngampar, Curug Gendang, Batu Lawang dan yang paling memukau adalah Curug Putri.

Sudah sejak lama keberadaan Curug Putri ini diketahui oleh masyarakat setempat, hanya saja belum pernah diekspose ke media, karena awalnya lingkungan di sekitar air terjun memang terkesan angker dan penuh misteri. Tapi sejak kawasan ini ditetapkan sebagai tujuan wisata, kesan menakutkan tersebut perlahan hilang dengan sendirinya, karena panorama yang dimiliki air terjun ini memang luar biasa indah. Bahkan, dari sekian banyak objek wisata yang ada di Tahura, Curug Putri inilah yang menjadi primadonanya.

Rute Menuju Curug Putri Pandeglang

Tempat Parkir Motor Sebelum Jalur Tracking (foto: dilokasi.com)

Untuk menuju ke Curug Putri atau ke Tahura ada dua rute yang dapat ditempuh yaitu jalur Cilegon – Anyer dan Pandeglang – Carita. Pengunjung yang berangkat dari Cilegon dapat menyusuri Jalan Raya Anyer yang menjadi bagian dari sejarah negeri ini lewat pembangunan Jalan Anyer – Panarukan pada masa pemerintahan Hindia belanda yang dipimpin Daendels. Setelah menyusuri Jalan Raya Anyer, Anda akan sampai di kawasan Carita dalam waktu sekitar 3 – 4 jam dan tinggal menuju ke gerbang masuk Tahura.

Bagi yang berangkat dari Pandeglang, dapat melewati jalur Serang untuk dapat sampai ke kawasan Carita dengan waktu tempuh sekitar 4 jam, baru kemudian mencari alamat yang dituju. Sesampai di Pintu Gerbang Tahura, pengunjung yang akan memasuki kawasan hutan akan didata oleh petugas yang berjaga untuk mengetahui ada berapa rombongan yang datang dan setiap rombongan terdiri dari berapa orang. Petugas tersebut hanya sekedar mendata dan tidak menarik retibusi satu rupiahpun.

Peta Lokasi Wisata di Pintu Masuk Tahura (foto: mydaypack.com)

Bagi pengunjung yang datang dengan menggunakan bus atau mobil, tracking akan diawali dari pintu gerbang ini. Sedang bagi yang membawa kendaraan roda dua, dari pintu gerbang  masih bisa melanjutkan lagi perjalannnya hingga tiba di tempat parkir motor. Baru kemudian melakukan tracking menuju ke Curug Putri sejauh kurang lebih 5 km atau sekitar 1 jam perjalanan.

Saat berjalan kaki dari pintu gerbang Tahura, pengunjung akan disuguhi suasana hutan yang sejuk dan indah serta suara-suara binatang yang jarang terdengar, utamanya bagi mereka yang tinggal di perkotaan. Sejauh 250 meter jalan yang ditempuh kondisinya datar dan sudah berpaving blok. Setelah itu baru melewati jalan yang dipenuhi batu cadas dan licin sebelum akhirnya tiba di area parkir motor.

Kondisi jalan Menuju Curug (foto: mydaypack.com)

Setelah membayar Rp.15.000 perorang, tracking dapat diawali dengan melewati jalur pendakian vertikal yang terjal menuju Curug Gendang selama kurang lebih 30 menit, diteruskan menuju Pos Guide sekitar 10 menit. Di sini setiap pengunjung diwajibkan menyewa pelampung seharga Rp.15.000 perorang, karena perjalanan selanjutnya harus ditempuh dengan berenang menyusuri air di sungai yang kedalamannya bervariasi. Ada bagian yang kedalamannya antara 2 – 5 meter ada juga yang sampai 5 – 7 meter. Saat menyusuri sungai yang arusnya lumayan deras, pengunjung akan selalu ditemani oleh pemandu wisata, sehingga keamanan dan keselamatan akan terrjaga.

Pesona Curug Putri Pandeglang

Pesona yang ditebarkan wisata air terjun ini sebenarnya sudah dapat dirasakan oleh wisatawan saat memasuki kawasan Tahura. Karena di sepanjang perjalanan menuju curug, tidak jarang akan dijumpai binatang-binatang liar yang tidak setiap waktu dapat dilihat, seperti berbagai jenis burung dengan bulu-bulunya yang cantik, kawanan monyet, rusa, landak dan beberapa jenis binatang lain.

Pesona Curug Putri Pandeglang (foto: youtube.com/Tama Pratama)

Setelah menempuh perjalanan selama 30 menit, pengunjung dapat beristirahat sejenak untuk melepas lelah di Curug Gendang. Di sini Anda tidak perlu mengeluarkan bekal air minum, karena air yang tertumpah dari atas sangat jernih dan segarnya melebihi air mineral dalam kemasan. Pemandangan alam yang ada di sekitar juga dapat menyegarkan mata, sehingga tidak butuh waktu untuk beristirahat sebelum melanjutkan lagi perjalanan menuju lokasi utama.

Puncak perjalanan adalah sesaat setelah meninggalkan Pos Guide. Pengunjung akan diajak untuk menyusuri sungai yang di kanan kirinya diapit oleh tebing batu setinggi kurang lebih 7 meter dengan lebar rata-rata sekitar 5 meter. Batu-batu yang menghimpit sungai inilah yang akan mengingatkan pengunjung pada bebatuan yang ada di Pantai Pangandaran sekaligus bebatuan yang ada di Grand Canyon. Bedanya jika bebatuan Grand Canyon diukir oleh Sungai Colorado, sementara bebatuan yang ada di sini diukir oleh aliran air dari Curug Putri.

Berenang di Segarnya Air Sungai Curug Putri (foto: travelingyuk.com)

Perjalanan dengan berenang menyusuri sungai itulah satu-satunya cara untuk dapat melihat indahnya Curug Putri. Jadi tidak seperti air terjun pada umumnya yang dapat dinikmati setelah menempuh perjalanan dengan berjalan kaki. Karena itu, salah satu bekal yang wajib dibawa para pengunjung saat datang ke tempat ini adalah pakaian pengganti yang dapat dititipkan di Pos Guide. Tanpa pakaian pengganti, Anda dipastikan akan berjalan pulang dalam kondisi basah kuyup.

Satu lagi bekal yang tidak boleh dilupakan untuk mereka yang ingin memperoleh gambar-gambar foto dan video yang cantik selama menyusuri sungai dan saat berada di lokasi air terjun adalah membawa kamera water-proof atau melengkapi kamera dan HP dengan waterproof case, meski pilihan terbaik dengan mempertimbangkan medan yang ada adalah action camera yang ringkas dan anti-air.

Saat berada di lokasi air terjun, pengunjung bebas memilih tempat di antara bebatuan yang terhampar di sekeliling curug untuk menikmati pesona pemandangan di sekeliling, mencari spot-spot cantik untuk selfie atau menikmati segarnya air terjun dengan mandi di kolam alami yang tercipta dari air yang tidak henti-hentinya tercurah dari atas. Apapun yang dilakukan pengunjung di Curug Putri ini, akan menanamkan kesan yang begitu mendalam, terbawa oleh keindahan bebatuan yang dilukis oleh alam.

Menikmati Segarnya Air Curug Putri (foto: travelingyuk.com)

Aktifitas lainnya yang tidak kalah menarik adalah river tubing alias mengapung di atas air mengikuti aliran air sungai saat meninggalkan lokasi air terjun. Arus sungai yang lumayan deras akan membuat pengunjung merasakan sensasi tersendiri saat harus melewati bebatuan yang menghiasi beberapa sudut sungai yang diapit oleh tebing tinggi. Pada saat itulah, pengunjung bisa mengabadikan batu-batu tebing yang memukau di kanan kiri sungai sambil mengambang di atas pelampung, atau berhenti sejenak dengan menjejakkan kaki pada batu sungai, kemudian memencet shutter kamera baru kemudian melanjutkan perjalanan river tubingnya.

Dengan berbagai suguhan yang diberikan, tiket masuk seharga Rp.15.000/orang yang sudah termasuk ongkos parkir kendaraan, ditambah Rp.15.000/orang untuk sewa pelampung bisa dibilang cukup murah. Apalagi di kawasan wisata ini disediakan berbagai fasilitas bagi wisatawan, seperti Information Centre, kamar mandi dan MCK, mushollah, lapangan tenis serta fasilitas outbond. Tentu saja berbagai fasilitas yang ada tersebut tidak ditempatkan di dalam hutan, melainkan di sekitar kantor layanan dan di area pemukiman penduduk.

Bagi pengunjung yang tidak membawa bekal, tidak perlu khawatir, karena sebelum memasuki kawasan hutan sampai dengan area parkir motor dapat ditemui beberapa warung yang menjual berbagai jenis makanan dan minuman dengan harga yang terjangkau karena yang dijual memang jenis-jenis makanan dan minuman yang sederhana.

Sedang bagi pengunjung yang ingin menikmati malam di kawasan Tahura, pihak pengelola telah menyediakan cottage yang dapat disewa atau dengan menyewa rumah-rumah penduduk yang dijadikan homestay. Jika ingin lebih hemat lagi, maka dapat mendirikan tenda di area camping ground dengan catatan harus membawa tenda sendiri, karena di lokasi wisata tidak ada tempat penyewaan tenda dan peralatan berkemah. (*)