10 Gambar Bendungan Batu Tegi Lampung Tanggamus + Sejarah Misteri Angker

Bendungan batu tegi lampung angker tanggamus gambar misteri sejarah foto batutegi selatan lokasi terletak wikipedia merupakan yang paling kabupaten pringsewu terbesar asia tenggara adalah air naningan alamat artikel asal usul mula awal bandar buaya putih cerita tentang mistis horor dunia lain daerah fungsi fakta utama penampakan hantu info ikan jebol jalan menuju ke indonesia kisah kedalaman karakteristik korban keangkeran keindahan seram bendung mitos manfaat mistri objek wisata photo talang padang poto profil panjang pembuatan peta struktur pembangunan terbentuknya video vidio youtube monumen 13 tragedi terowongan
Bendungan Batu Tegi Lampung Tanggamus, foto: catatannobi.com

Lokasi: Pekon Batutegi, Kecamatan Air Naningan, Kabupaten Tanggamus, Lampung Selatan
Map: KlikDisini
HTM: Rp3.000/Orang
Buka/Tutup: 24 jam
Telepon: –

pemandangan dari atas Bendungan, foto: malahayati.ac.id

Wilayah ini terkenal dengan keindahan pantai serta kejernihan airnya. Selain itu, terdapat pula destinasi wisata kebun binatang Way Kambas, tempat bagi perlindungan Gajah. Kota Gajah ini juga memiliki banyak bangunan dengan nilai sejarah dan museum. Bangunan-bangunan ini menjadi bukti dan saksi bisu perkembangan peradaban di wilayah negara kita.

Sejarah Tempat Wisata Bendungan Batu Tegi

keindahan alam sekitar Bendungan, foto: tstatic.net

Salah satu bangunan yang menjadi destinasi wisata di daerah Lampung adalah Bendungan Batu Tegi. Bendungan ini termasuk bangunan yang masih ‘muda’, mulai diresmikan oleh Presiden Megawati Soekarnoputri pada tahun 2004 lalu. Wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, mulai melirik lokasi tanggul ini sebagai salah satu objek wisata.

Dalam perkembangan dan proses pembangunannya, tanggul ini diiringi dengan berbagai cerita, termasuk kisah tragedi. Entah apakah memang benar seperti itu adanya atau hanya suatu kebetulan, kejadian menyedihkan ini sering diceritakan sebagai suatu kisah dan legenda misteri. Beberapa pihak menyatakan bahwa ketika pembangunan bendungan, terdapat beberapa orang pekerja yang menjadi korban meninggal dunia.

Setidaknya terdapat 13 orang pekerja yang meninggal dalam kurun waktu pengerjaan proyek. Beberapa pihak menyatakan bahwa pekerja tersebut merupakan tumbal nyawa yang diberikan sebagai ganti pembayaran dibangunnya tempat ini. Tumbal merupakan sesuatau yang harus dibayar untuk menggantikan didapatkannya suatu hal.

Ke-13 pekerja tersebut meninggal ketika sedang mengerjakan terowongan pembuangan air. Terowongan tersebut merupakan sebuah bangunan besar dengan diameter beberapa puluh meter dengan panjang beberapa ratus meter. Terowongan dibuat dengan struktur kedalaman memanjang ke arah bawah. Pada waktu kejadian, ke-13 pekerja tersebut tewas tertimpa alat berat pengecor semen.

daya tarik Bendungan Batu Tegi, foto: ksmtour.com

Tumbal atau bukan, mitos atau fakta, usaha para pekerja patut untuk diapresiasi dan diberikan penghargaan. Atas jasa dan kerja keras merekalah bangunan bendungan bisa ada seperti sekarang ini. Pembiayaan bangunan menggunakan APBN dan dana investasi dari JBIC (Japan Bank for International Coorperation. Untuk mengenang jasa mereka, dibangunlah suatu Monumen ‘13’.

Sekalipun telah beredar banyak cerita mengenai keangkeran bangunan, nampaknya hal ini tidak menjadi penghalang bagi wisatawan untuk datang dan mengunjungi wisata. Lagipula, kisah mistis, horor, angker, seperti asal usul atau awal mula suatu tempat, legenda buaya putih, mistri penampakan hantu, ataupun legenda, semua karakteristik cerita mitos sera mini sudah kerap dinikmati masyarakat.

Semenjak awal pembuatan dan pembangunannya, yaitu pada tahun 1995, pemerintah memang memiliki cita-cita untuk menjadikan Batu Tegi sebagai salah satu lokasi wisata unggulan di Lampung. Terbentuknya bendung yang tahan jebol ini tentu membawa manfaat bagi banyak pihak

Bangunan besar dan luas ini didukung dengan pemandangan alam sekitar. Sejauh mata memandang, kita akan menikmati geografi perbukitan, hutan lebat dengan pepohonan hijau, serta hamparan air. Bendungan ini dibangun dengan posisi agak di bawah atau dasar. Sehingga masyarakat serta wisatawan bisa menikmati pemandangan air tanggul dari ketinggian.

Mari sejenak menilik info lokasi wisata di Lampung Selatan ini. Anda juga bisa melihat profil wisata kali ini dalam bentuk video/video di youtube.

Lokasi Wisata Bendungan Batu Tegi

pembangkit listrik, foto: exsoticblog.blogspot.co.id

Bendungan Batu Tegi merupakan bangunan dengan struktur yang besar dan luas. Beberapa sumber menyebutkan bahwa bangunan ini adalah bendungan terbesar di daerah Asia Tenggara. Total area bangunan adalah sekitar 16 km2 dan mampu menampung volume air sekitar 687.767 juta m3 pada hari-hari biasa. Namun, bila pada musim penghujan, volume air akan semakin naik dan mencapai 858.827 juta m3.

Sebenarnya, Batu Tegi terletak di Pekon Batutegi, Kecamatan Air Naningan, Kabupaten Tanggamus, Lampung Selatan. Namun, tidak jarang beberapa wisatawan mengira letaknya ada di Kabupaten Pringsewu. Batu Tegi terletak tidak jauh dari Kantor Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan yang juga berada di Tanggamus.

Untuk bisa mencapai lokasi wisata, tidak memerlukan perjalanan yang jauh dari Bandar Lampung. Hanya diperlukan perjalanan sekitar 3 jam untuk mencapai lokasi ini dari ibukota Provinsi Lampung.

Bagi wisatawan dengan kendaraan pribadi seperi motor atau mobil, silakan mengambil Jalan Lintas Barat menuju arah Talang Padang, Tanggamus. Anda akan mendapatkan penunjuk arah menuju ke lokasi bendungan hingga mencapai daerah Air Naningan. Namun, bila perjalanan dari Pelabuhan, jaraknya adalah sekitar 4 jam perjalanan dari Bakauheni.

pemandangan di sekitar Bendungan, foto: elvanstory.com

Bagi wisatawan tanpa kendaraan pribadi, tidak perlu khawatir karena terdapat angkutan umum. Anda bisa mengendarai bus dari Terminal Rajabasa menuju ke Kota Agung. Dari Pasar Talang Padang, anda bisa menaiki angkutan desa atau angkudes menuju ke daerah Air Naningan. Perjalanan selanjutnya bisa ditempuh dengan mengendarai ojek. Namun, langkah menggunakan angkutan umum ini tidak disarankan mengingat waktu operasi tidak menentu.

Perjalanan untuk dapat mencapai lokasi ini memang cukup jauh. Namun, selama perjalanan anda akan dapat menikmati pemandangan alam di sekitar jalan. Bila anda datang dari arah Pelabuhan Bakauheni, wisatawan akan disambut dengan keindahan Menara Siger. Siger adalah sebutan untuk topi adat pengantin wanita asal Lampung.

Menara Siger ini merupakan simbol kebanggaan Provinsi Lampung. Anda akan bisa menikmati kemegahan mahkota berwarna kuning keemasan disertai dengan ketinggian Menara, mencapai sekitar 32 meter. Selain itu, dalam perjalanan akan ada rute jalan menurun serta berkelok ketika mendekati lokasi tanggul. Pastikan kendaraan dalam kondisi prima karena membutuhkan kondisi kampas rem baik.

Fungsi Bendungan Batu Tegi dan Kegiatan yang Bisa Dilakukan

akses menuju bendungan, foto: farasuralaga.blogspot.co.id

Seperti banyak tanggul pada umumnya, Bendungan Batu Tegi ini dimanfaatkan sebagai tempat penampungan air hujan dan untuk mendukung pengairan sawah masyarakat. Disamping fungsi standar tanggul tersebut, lokasi ini juga digunakan sebagai salah satu pembangkit listrik tenaga air atau PLTA. Listrik yang dihasilkan cukup besar dan mampu mendukung kebutuhan hidup beberapa wilayah di sekitarnya.

Tidak berhenti hanya sampai di situ. Volume air yang besar ini juga dimanfaatkan sebagai salah satu sumber untuk bahan baku air minum. Sumber air ini kemudian diolah dan dipasarkan di beberapa wilayah sekitar, seperti Kota Bandar Lampung, Metro, serta untuk beberapa daerah di Kabupaten Lampung Selatan.

Selain sebagai tempat untuk menampung air dan mendukung keperluan irigasi sawah masyarakat, berbagai aktivitas bisa dilakukan di tempat ini. Biasanya, pihak pengelola bendungan selain membiarkan penampungan air terus berjalan, juga sekaligus memanfaatkan bendungan sebagai suatu tambak atau tempat budidaya ikan.

Fungsi Bendungan Batu Tegi, foto: i.ytimg.com

Wisatawan bisa juga ikut memancing ikan yang ‘tinggal’ di bendungan ini. Bisa membawa peralatan pancing sendiri seperti tali pancing, kail, serta makanan ikan atau cacing yang digunakan sebagai umpan menangkap ikan. Bila tidak memiliki atau lupa membawa peralatan tersebut, tidak perlu khawatir karena di sekitar bendungan terdapat tempat yang menyediakan peralatan tersebut.

Terkadang, memancing merupakan suatu kegiatan yang sangat menyenangkan –bila mendapatkan ikan tentunya. Namun, bila setelah menunggu berjam-jam tetap tidak mendapatkan ikan, tidak perlu kecil hati. Di sekitar bendungan terdapat beberapa warung serta pedagang ikan yang siap menawarkan tangkapan mereka. Wisatawan bahkan bisa langsung menikmati hasil olahan ikan tersebut dalam berbagai menu masakan.

Wisatawan yang berlibur di tempat ini bisa menjadikan lokasi wisata sebagai salah satu spot fotografi. Banyak sekali wisatawan yang mengunggah poto selfie atau wefie bersama dengan teman-teman di berbagai media sosial seperti Facebook, Instagram, Path, serta Twitter. Para photographer juga berbondong-bondong pergi ke lokasi ini untuk mengabadikan berbagai momen indah seperti sunset atau sunrise.

kegiatan yang bisa dilakukan di sekitar bendungan, foto: shareinfo35.blogspot.co.id

Bagi pasangan yang akan melakukan sesi pemotretan prewedding, bisa menjadikan Bendungan Batu Tegi sebagai salah satu opsi lokasi untuk pengambilan gambar. Terutama bila konsep photo prewed mengambil tema alam, sunset, sunrise, atau kondisi perairan. Jelas sekali anda akan menghemat biaya namun tetap mendapatkan hasil foto nan indah dan memuaskan.

Bagaimana Bisa Berwisata di Bendungan Batu Tegi  ?

Setelah sampai di gerbang pintu masuk Bendungan, maka wisatawan diharuskan untuk membayar tiket masuk pengunjung. Masing-masing pengunjung biasanya diminta untuk membayar tiket masuk dengan harga sekitar Rp3.000 per orang. Setelah mendapatkan tiket masuk, wisatawan bisa mengunjungi dua wilayah utama.

daya tarik bendungan batu tegi, foto: duajurai.co

Wilayah pertama adalah bagian dalam bendungan sementara wilayah kedua adalah dermaga atau biasa disebut dengan istilah jetty. Bila ingin memasuki bagian dalam bendungan, wisatawan diminta untuk meminta izin pada petugas penjaga pintu. Melalui lokasi ini, wisatawan bisa menikmati pemandangan bukit-bukit di sekitar landmark berhiaskan dinding bertuliskan “Bendungan Batutegi”.

Terdapat juga beberapa warga yang menyediakan fasilitas untuk mengelilingi bendungan dengan menggunakan perahu pribadi. Biaya sewa untuk satu kali putaran adalah sekitar Rp700.000. Beberapa pihak memang masih menyayangkan kondisi ini, karena belum adanya suatu pengelolaan wisata yang baik dan mumpuni.

Sementara di bagian jetty anda akan menikmati perjalanan ditemani pemandangan bukit nan indah. Tepat di depan mata akan terhampar pemandangan ‘kolam air raksasa’ dengan beberapa pucuk bukit sebagai latar belakang. Bila anda cermat, juga akan mendapati kawasan hutan lindung yang tampak dari tengah bendungan seperti sebuah pulau.