10 Foto Waduk Cengklik Boyolali, Rute Dari Solo + Sejarah Misteri Memakan Korban

Waduk cengklik boyolali solo misteri sejarah memakan korban jebol wikipedia angker tenggelam map terletak di kabupaten termasuk provinsi meluap adi mar alamat banjir baru lokasi mitos colomadu cerita deskripsi denah danau dimana eceng gondok foto fungsi fotografi gambar hari ini malam berita ikan info irigasi tengah tanggul jembatan karanganyar kuliner kabar legenda luas maps membara ngemplak peta perumahan penunggu profil pemancingan penelitian prewedding proyek photography pesona rute surakarta sekarang sunrise wisata sunset solopos terbaru youtube tawuran tragedi touring asal usul dalam bahasa jawa mistis
Waduk Cengklik Boyolali, foto: christiyoda.blogspot.co.id

Lokasi: Jalan Raya Waduk Cengklik, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah
Map: KlikDisini
HTM: Rp.2.000/Orang
Buka/Tutup: 24jam
Telepon: –

Sobat traveler, adakah yang pernah mendengar nama ‘Boyolali’? Boyolali adalah salah satu Kabupaten yang masih termasuk di Provinsi Jawa Tengah, kawan. Kabupaten ini banyak dikenal dari wisata alam dan juga sebagai daerah penghasil susu sapi perah yang sangat terkenal di daerah eks Karisidenan Surakarta. Susu sapi perah dari Boyolali ini biasanya dipasarkan ke daerah-daerah di sekitarnya.

tanggul waduk, foto: lihat.co.id

Di Kabupaten Boyolali ini juga terdapat wisata alam yang murah meriah tapi memiliki pemandangan yang sangat indah kawan. Di sini, terdapat suatu waduk yang dibangun pada tahun 1926-1928 oleh Pemerintah Kolonial Belanda dan Keraton Mangkunegara, Solo.

Waduk adalah suatu istilah dalam Bahasa Jawa yang digunakan untuk menyebut bendungan atau tanggul. Kali ini, kita akan membicarakan Waduk Cengklik. Yuk, simak profil bendungan di Boyolali ini.

Lokasi Waduk Cengklik

jembatan yang ada di waduk, foto: harianjogja.com

Waduk Cengklik terleta di Kec. Ngemplak, Kab. Boyolali, Prov. Jawa Tengah. Lokasi waduk ini berada di dua desa, yaitu Desa Sobokerto dan Desa Ngargorejo. Waduk Cengklik menempati lahan seluas 300 hektar.

Ketika rekan-rekan traveler pergi menuju ke Waduk Cengklik dari arah Timur (arah Colomadu, Kartasura, dan Surakarta), sebelumnya akan melewati Komplek Perumahan AURI. Komplek ini adalah perum untuk TNI Angkatan Udara (AU) Landasan Udara (Lanud) Adi Sucipto, Surakarta.

keindahan waduk di sore hari, foto: solopos.com

Letaknya tidak jauh dari kawasan bandara Adi Sumarmo Surakarta. Jarak antara Lanud Adi Sucipto dengan waduk hanya sekitar 1,5 km. Dimana jarak dari perum AURI ke waduk hanya sekitar 500 m – 1,5 km. Di perjalanan dari arah jalan Bandara ke tanggul, rekan-rekan akan melewati proyek jembatan tol yang baru saja dibangun.

Daya Tarik Waduk Cengklik

keindahan pemandagan alam sekitar waduk, foto: pegipegi.com

Kawan, tempat ini sering digunakan sebagai salah satu spot fotografi terbaik di daerah eks Karisidenan Surakarta. Terlebih kalau untuk hunting foto sunset atau sunrise. Lokasinya sangat pas kawan, recommended.

Ketika melakukan pengambilan gambar di lokasi ini, rekan traveler akan bisa mendapatkan background alam yang indah. Di sisi barat terdapat dua gunung, yaitu Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Sementara itu bila rekan traveler berpindah mengambil gambar arah timur, maka akan mendapatkan gambar berlatar Gunung Lawu di daerah perbatasan Kanganyar dan Magetan.

pulau di tengah waduk, foto: anitadiahf.files.wordpress.com

Dengan daerah yang luas, yang dikelilingi oleh sawah, tidak banyak penghalang yang akan rekan traveler dapatkan. Kami juga merekomendasikan tempat ini sebagai salah satu lokasi yang patut diperhitungkan ketika ingin melakukan prewedding bertema alam atau danau. Rekan traveler bisa menggunakan jasa agen photography yang ada di sekitar Solo.

Selain itu, di tanggul ini juga masih terdapat ikan air tawar lho kawan. Banyak penduduk sekitar yang memanfaatkan bendungan sebagai area pemancingan. Di samping bendungan terdapat warung kuliner yang menyediakan berbagai macam menu makanan. Di tempat ini, rekan traveler juga bisa sekaligus minta untuk dibakarkan ikan hasil memancing.

Rekan-rekan traveler bisa datang kapanpun, baik pagi, siang ataupun malam. Keindahan panorama alam yang ada di tempat ini sudah berkali-kali masuk di berita loh. Bagaimana tidak, di tempat yang asri, nyaman, dan minim tawuran ini, ternyata masih ada juga tempat yang memberikan akses gratis terhadap keindahan alam nusantara.

Tempat ini sangat bisa untuk dijadikan lokasi penelitian, khususnya yang berhubungan dengan pertanian. Dengan semangat yang membara, kita bisa membantu masyarakat di sekitar Boyolali untuk mensejahterakan kehidupan mereka.

Info, Sejarah, Fungsi, dan Cerita Misteri

mancing di waduk, foto: metrojateng.com

Dari tahun ke tahun, kapasitas air yang mampu ditampung oleh waduk nampaknya semakin berkurang. Hari ini, danau buatan ini hanya dapat menampung air sekitar 9.000.000 m2. Air yang ada di dalamnya digunakan untuk irigasi sawah masyarakat Boyolali yang ada di sekitar waduk.

Dengan berkurangnya kapasitas penampungan air (yang dulunya 17,5 juta m2), baru baru ini sempat menjadikan persoalan karena mengakibatkan banjir di daerah Solo dan sekitarnya. Banjir diakibatkan karena air yang meluap dari waduk. Sangat bersyukur kalau tidak memakan korban jiwa (tenggelam) atau tanggul yang jebol.

Banyak cerita dan informasi yang berkembang di kalangan masyarakat tetang Waduk Cengklik. Entah itu cerita mistis, legenda atau fakta mengenai kejadian-kejadian miris yang menimpa lokasi wisata ini. Di kalangan masyarakat, bahkan ada yang menganggapnya sebagai salah satu tempat angker atau keramat.

Kabar mengenai asal usul tanggul dan daerah inipun merebak luas di kalangan masyarakat. Cerita-cerita, atau legenda beredar dalam bahasa yang paling halus. Tapi tenang kawan, itu sekedar mitos. Tak perlu khawatir.

Salah satu cerita miris mengenai tempat ini, dirangkum dalam harian Solopos pada bulan Maret 2017. Miris karena objek wisata yang memiliki pemandangan indah ini tidak banyak dikunjungi oleh wisatawan. Bahkan gerbang pintu masuk pun seakan tidak difungsikan dengan baik. Pos retribusi, yang semestinya digunakan untuk menarik tarif parkir, juga seakan kehilangan fungsinya.

salah satu daya tarik yang dimiliki oleh waduk, foto: postimg.org

Di tengah-tengah waduk, banyak tumbuh tumbuh-tumbuhan air seperti enceng gondok. Hal ini tentu menandakan minimnya kehidupan biota air yang lain, seperti ikan. Pihak penunggu pos retribusi dan pengelola Waduk Cengklik juga mengeluhkan tragedi ini.

Padahal, tahukah kawan tentang berbagai keindahan alam yang bisa sobat traveler dapatkan melalui berkunjung ke tanggul ini? Sobat traveler bisa kok untuk menyewa perahu kecil seharga Rp40.000,00 untuk menikmati pemandangan sambal memutari tanggul.

Rute Menuju Waduk Cengklik

tanaman eceng gondok yang ada di sekitar waduk, foto: solopos.com

Menuju ke Waduk Cengklik adalah hal yang mudah kawan, karena sekarang akses jalan menuju ke lokasi tanggul sudah diperbaiki oleh pemerintah. Namun, bila teman-teman masih merasa kesulitan, bisa menggunakan bantuan peta atau apps seperti Google Maps.

Bila rekan-rekan berkendara dari arah Solo, silakan mengambil jalan ke arah Lanud Adi Sumarmo. Baik dari arah UMS ataupun dari arah Kleco, Solo, rekan-rekan akan sampai di daerah AURI. Ketika sampai di perempatan Lapangan AURI, silakan ambil jalan yang ke kiri.

Lurus saja, dan sampai dipertigaan, ambil ke kiri (bila rekan-rekan ingin ke arah bandara, maka bisa ambil arah kanan). Di sepanjang jalan menuju bendungan, rekan-rekan akan menemukan kompleks perumahan dengan cat warna biru muda.

Silakan lurus dan mengikuti jalan beraspal yang tidak terlalu lebar ini dan rekan traveler akan disambut oleh pemandangan alam yang sejuk dan tentram. Jelas merupakan destinasi yang menarik untuk rehat sejenak ketika touring ke arah selatan Jawa.

Tips Berkunjung ke Waduk Cengklik

kegiatan yang bisa dilakukan di sekitar waduk, foto: azmi648.blogspot.co.id

Sebenarnya, masih banyak pesona wisata yang ada di sekitar Kabupaten Boyolali. Namun, sayang sekali karena minimnya promosi, tidak banyak wisatawan luar daerah yang mengetahui info mengenai potensi wisata ini.

So, bagi rekan-rekan traveler yang sudah pernah berkunjung ke Waduk Cengklik, yuk kita bantu potensi wisata lokal kita. Caranya mudah rekan-rekan bisa posting gambar atau video yang rekan-rekan ambil di akun social media, seperti Facebook, Instagram, Youtube, Twitter, Path, dan lain-lain.

Selain cara di atas, sobat traveler juga bisa melakukan promosi dengan bergabung sebagai contributor beberapa situs wiki seperti Wikipedia. Caranya mudah, adalah dengan menambahkan deskripsi mengenai lokasi wisata ini.

Yuk, bahu membahu melestarika wisata kita. Indonesia memiliki banyak sekali destinasi wisata yang belum terjamah oleh masyarakat. Kalau bukan kita, rakyat Indonesia, yang terlebih dahulu menikmati, menghargai dan menjaga alam kita, siapa lagi?

Orang-orang di luar sana tidak akan tahu mengenai destinasi wisata bila kita tidak menyebarkannya dan memberitakannya pada mereka. Masa depan pariwisata di Indonesia bergantung pada kita.