10 Foto Benteng Vastenburg Solo Surakarta, Lokasi Alamat Map Letak + Sejarah

Benteng vastenburg solo sejarah lokasi map alamat surakarta letak kota jawa tengah jogja 2017 adalah sekarang yogyakarta angker arsitektur dijual tempo dulu fort denah deskripsi event gambar fungsi foto halaman kedung lumbu kasus kondisi luas misteri makalah pemilik peta revitalisasi ramayana ukuran wisata harga tiket masuk
benteng Vastenburg , foto: tstatic.net

Lokasi: Kedung Lumbu, Pasar Kliwon, Surakarta City, Central Java 57133
Map: KlikDisini
HTM: Free
Buka/Tutup: 24jam
Telepon: (0271) 716501

Selain terkenal akan kuliner selat dan surabinya yang nikmat, ternyata kota Solo juga memiliki tempat wisata terkenal seperti keraton surakarta dan pura mangkunegara dengan sejarah. Namun untuk pastinya ada merasa bosan ketika berwisata ke solo dan ingin ke tempat sejarah hanya kedua  itu saja. Nah untuk itu kali ini kami akan memberikan informasi mengenai Benteng Vastenburg yang mungkin bisa menjadi tujuan wisata sejarah selanjutnya.

Mungkin untuk sebagai besar masyarakat Indonesia merasa familiar dengan namanya, namun masih banyak yang belum pernah mengunjungi tempat bersejarah tersebut. Untuk anda yang sudah sering ke jogja atau tinggal di yogyakarta, maka seharusnya anda sudah pernah berkunjung ke Benteng Vredeburg. Namun untuk anda yang belum pernah dan penasaran apa saja daya tarik yang dimiliki oleh benteng vredeburg ini di kota solo? Berikut adalah ulasannya untuk anda.

Sejarah Benteng Vredeburg

pintu masuk yang tak terawat, foto: staticflickr.com

Sebelum kita membahas mengenai daya tarik dari benteng vredeburg, akan lebih baik jika mengetahui sejarah berdirinya bangunan ini. Benteng vredeburg memiliki luas sekitar 400 ribu meter persegi, dimana bangunan tersebut berada I gladak kabupaten surakarta. Berbeda dengan benteng vredeburg di yogyakarta yang terawat dan sudah menjadi tempat tujuan wisata sejak dulu, dimana bangunan bersejarah di kota solo ini justru sempat terabaikan keberadaannya. Namun kini telah di rawat dan menjadi salah satu tempat wisata di kota solo.

Pada awal berdirinya, benteng vredeburg belum memiliki ukuran sebesar sekarang dan namanya adalah De Grootmoedigheid yang memiliki arti sombong. Bangunan benteng ini di bangun pada tahun 1745 oleh Gubernur Jenderal Baron van Imhoff. Dimana bangunan tersebut berada di antara keraton kasunan surakarta dengan kantor gubernur belanda pada saat itu yang sekarang telah menjadi balai kota. Tujuan dari dibangunnya benteng de grootmoedigheid ini adalah untuk mengawasi kegiatan di keraton kasunanan surakarta mulai dari pemerintahan Paku Buwono III. Bahkan pada tahun 1750, di beberapa bagian benteng terdapat sebuah meriam yang diarahkan langsung ke keraton.

daya tarik yang dimiliki tempat wisata, foto: solopos.com

Hal tersebut terus dilakukan hingga tahun 1775, sebelum akhirnya benteng tersebut di perluas dan berganti nama menjadi vastenburg atau ‘istana yang dikelilingi tembok kuat’. Di mana setelah mengalami perluasan, di dalam benteng terdapat bangunan yang digunakan untuk rumah para prajurit beserta keluarganya. Selain itu terdapat pula bangunan asrama yang mengelilingi bagian benteng.

Selama berdirinya benteng vastenburg ini mengalami dua kali renovasi semasa pemerintahan kolonial belanda dan inggris. Dimana untuk renovasi yang pertama kali yakni pada tahun 1794 saat VOC akan dibubarkan karena mengalami kebangkrutan. Sedangkan untuk yang kedua terjadi pada tahun 1832 ketika belanda berhasil merebut kembali Indonesia dari penjajahan Inggris.

Setelah indonesia merdeka, benteng vastenburg beralih fungsi menjadi markas TNI. Bahkan pada tahun 1980, bangunan benteng vastenburg sempat dijadikan sebagai pusat pelatihan keprajuritan wilayah Karesidenan Surakarta oleh Brigade Infanteri 6/Trisakti Baladaya Kostrad. Namun setelah itu beberapa tahun kemudian benteng ini tidak gunakan lagi dan menjadi tempat yang terbengkalai, dimana banyak di tumbuhi semak-semak pada bagian lapangan dan halaman.

gerbang benteng yang tak terawat. foto: solopos.com

Setelah itu pada tahun 1990, benteng vastenburg di tutup dan pada tahun 1991 bangunan bersejarah ini dijual ke perseorangan. Karena hal tersebutlah akhirnya beberapa tahun sesudahnya muncul sebuah konflik kepemilikan hingga akhirnya pada tahun 1992, benteng vastenburg diresmikan sebagai benda cagar budaya dengan UU No. 5 Tahun 1992. Meskipun telah menjadi benda cagar budaya, namun benteng vastenburg ini masih kurang diperhatikan sehingga dapat memberikan kesan angker.

Baru pada tahun 2014 dilakukan restorasi pada bangunan benteng vastenburg, sehingga cagar budaya tersebut menjadi layak kembali. Salah satunya dengan mengecat putih tembok benteng yang tadinya sudah berlumut, menjadi lebih bagus lagi. Meskipun telah dilakukan perbaikan, namun benteng vastenburg masih diperlukan perhatian khusus supaya menjadi tempat wisata sejarah yang lebih baik.

Daya Tarik Benteng Vastenburg

Benteng Vastenburg tempo dulu, foto: wikimedia.org

Bangunan vredeburg ini secara umum sama dengan bentuk benteng di tempat-tempat lain. Dimana bangunan ini memiliki bentuk bujur sangkar dengan dinding baru batu setinggi sekitar 6 meter dan pada bagian sudut ruangan terdapat penonjolan. Pada bagian tengah terdapat sebuah lapangan luas yang dulunya digunakan sebagai tempat apel bendera atau persiapan pasukan.

Pada saat anda mengelilingi tembok benteng vastenburg, maka terdapat sebuah parit yang digunakan sebagai tempat perlindungan. Namun kini parit tersebut telah menyempit dan dangkal tidak seperti dulu. Uniknya pada jaman dulu, di depan benteng sebenarnya terdapat sebuah jembatan ganteng yang menuju ke pintu gerbang sisi barat dan timur.

Di sebelah sisi luar benteng vastenburg masih terdapat sebuah lapangan luas, dimana pada sisi sebelah timur terdapat pepohonan yang lebih rimbun jika dibandingkan bagian barat. Bahkan di beberapa titik lapangan terbuka tersebut terdapat sebuah sumur. Dimana sumur tersebut masih dalam kondisi yang baik, sehingga hingga kini masih dipergunakan. Di sekeliling benteng juga terdapat beberapa buah menara bambu yang berada di dekat pohon.

seluruh area benteng, foto: onvoyagejogja.com

Uniknya meskipun gerbang benteng vastenburg ini tertutup oleh pagar besi dengan kisi-kisi lebar sehingga pengunjung masih bisa menengok ke dalam, dimana di dalam terdapat beberapa kambing sedang merumput. Ya meskipun telah di lakukan renovasi di beberapa bagian, namun kondisi benteng vastenburg masih dalam keadaan yang sangat memprihatinkan. Bahkan jika diperhatikan benteng vastenburg  lebih nampak kesan angker dari pada keindahannya. Karena masih banyak bagian yang belum di perbaiki.

Tak ada tulisan besar nama Benteng Vastenburg pada dinding gerbang. Namun pada bagian dinding sebelah kanan setinggi 2 meter terdapat sebuah tulisan “Hoogste Waterstand op den 24 February 1861” Dimana tulisan tersebut merupakan pertanda batas tertinggi air yang mengacu pada peristiwa terjadinya banjir besar di Solo pada saat itu.

salah satu bangunan yang ada di dalam bentneg, foto: sejarahri.com

Pada bagian tenggara benteng vastenburg tampak sangat kumal dan sisi kiri gerbang terdapat sebuah parit perlindungan yang menempel pada tembok. Seperti yang sudah kami sampaikan di atas tadi, bahwa ada jaman dulu terdapat jembatan angkat di bagian gerbang depan dan belakang benteng. Namun kini jembatan tersebut tidak bisa berfungsi lagi.

Di dalam benteng seluas 31.000 meter persegi tersebut terdapat beberapa barak yang lokasinya terpisah sesuai fungsi. Dimana dengan area terbuka di bagian tengah yang dahulu pernah digunakan untuk apel oleh para pasukan. Jika saja kemegahan yang dimiliki oleh benteng sisi kiri gerbang pada masa lalu, maka akan menjadi salah satu objek wisata yang paling menarik di kota solo.

Kisah ngeri di balik kegagahan Benteng Vastenburg

Berbicara mengenai situs peninggalan bersejarah, maka tidak bisa lepas dengan cerita angker yang ada di dalam bangunan tersebut. Sudah wajar jika terdapat sedikit bumbu mistis di tempat wisata tersebut. Apalagi jika sejarah dari bangunan tersebut terdapat kaitan dengan sebuah perjuangan dalam peperangan seperti masa-masa di mana masyarakat indonesia berjuang melawan Belanda.

proses renovasi benteng, foto: bonvoyagejogja.com

Bukan suatu hal rahasia lagi jika pada masa tersebut banyak nyawa yang harus melayang selama masa perjuangan kemerdekaan dulu. Dimana para pejuang-pejuang harus gugur di berbagai daerah di Indonesia, tak terkecuali di Surakarta.Salah satunya adalah benteng vastenburg, dimana bangunan ini menjadi saksi bisu perjuangan para pahlawan indonesia dan banyak juga jatuhnya korban.

Dulu di benteng yang kokoh dan megah ini, terjadi pemenjaraan, penyiksaan, hingga pembunuhan rakyat Indonesia oleh tentara Belanda. Hal tersebut dibuktikan dengan catatan pada tahun 1947, dimana pada saat itu terjadi pertempuran hebat antara rakyat indonesia yang di bantu oleh TNI melawan pasukan penjajah untuk merebut benteng vastenburg.

Pada saat itu, banyak sekali rakyat Indonesia yang menjadi korban. Mulai dari laki-laki maupun perempuan, harus kehilangan nyawa mereka dalam pertempuran hebat tersebut. Karena hal itu dibangunlah sebuah tugu prasasti di halaman kantor koperasi darmawanita yang lokasinya di sebelah selatan benteng vastenburg untuk mengenang perjuangan mereka.

Tidak hanya pada masa penjajahan belanda saja, namun pada saat ketika jepang berkuasa di indonesia juga terjadi peperangan yang berlokasi di benteng vastenburg. Karena banyaknya peristiwa yang ada di sekitar benteng vastenburg, maka tidak heran jika bangunan bersejarah tersebut memiliki aura mistis di dalamnya.

Kegiatan yang bisa dilakukan di Benteng Vastenburg

kisah misitis yang dimiliki oleh benteng, foto: voetstappen.wordpress.com

Apa yang terjadi di masa lalu biarkan menjadi cerita sejarah berdirinya bangunan benteng vastenburg ini. Biarkan semua kejadian tersebut menjadi sebuah kisah yang layak untuk dipelajari dan di ambil pelajaran untuk saat ini. Selain sebagai tempat untuk belajar sejarah, di benteng vastenburg ini kita juga dapat melakukan beberapa hal kegiatan yang bisa dilakukan.

Dimana untuk anda yang berada di solo, bisa mengunjungi benteng vastenburg setelah atau sebelum pergi ke keraton kasunanan surakarta. Dimana jarak antara benteng vastenburg dengan keraton hanya 15 menit saja dengan berjalan kaki. Meskipun telah dijadikan objek wisata, namun untuk masuk ke dalam area benteng vastenburg para pengunjung tidak dikenakan biaya tiket masuk.

Tentu saja hal tersebut bisa anda manfaatkan untuk menambah daftar tujuan wisata kota solo yang murah. Di dalam benteng vastenburg nanti anda bisa berfoto-foto dengan latar belakang bangunan dengan arsitektur kuno ini, tentu saja gambar hasil foto anda tadi akan menarik dan unik.

Lokasi dan Cara menuju Benteng Vastenburg

kemegahan yang dimiliki oleh benteng, foto: merdeka.com

Bangunan Benteng Vastenburg yang berbentuk segi empat ini berada di kawasan Kedung Lumbu, Pasar Kliwon, Surakarta, jawa tengah. Dimana lokasi tersebut dikelilingi beberapa jalan seperti Jl. Jenderal Sudirman di Barat, Mayor Sunaryo di Selatan, Mayor Kusmanto di Utara, dan Kapten Mulyadi di Timur. Sehingga akses menuju tempat wisata satu ini sangat mudah di jangkau.

Sedangkan untuk cara menuju benteng vastenburg ini sangat mudah sekali. Untuk para pengujung yang memulai perjalanan dari yogyakarta, silahkan langsung menuju ke solo yang dengan memakan waktu perjalanan sekitar 2 jam menggunakan kendaraan pribadi. Setelah sampai sampai di solo anda bisa memasuki jalan baki-solo, kemudian berbelok ke arah Jl. Brigjend. Slamet Riyadi. Ikut saja jalan tersebut hingga mengarah ke Jl. Jend. Sudirman.

Perjalan akan dilanjutkan menuju ke Jl. Mayor Kusmanto, hingga anda sampai dilokasi Benteng Vastenburg. Untuk jam operasional dari benteng vastenburg ini buka setiap hari selama 24 jam, karena masih belum benar-benar dikelola oleh dinas pariwisata kota solo. Sekian informasi dari kami, semoga dapat memaju anda untuk pergi ke salah satu bangunan bersejarah di kota solo ini.