Ubud Monkey Forest Bali + Harga Tiket Masuk Mandala Wisata Wenara Wana (Price Entrance Fee)

Ubud monkey forest mandala wisata wenara wana bali price cost rabies entrance fee road bite hotels near hours hotel reviews gevaarlijk village entry tiket masuk opening tour accommodation bungalow street tripadvisor tollwut zenrooms map komaneka jalan indonesia guest house facts sacred temple harga
Ubud Monkey Forest, Foto: bejitour.com

Lokasi: Jl. Monkey Forest, Ubud, Kab.Gianyar, Bali 80571
Map: Klik Disini
HTM: Rp. 50.000/Dewasa, Rp. 40.000/Anak
Buka/Tutup: 08.30-18.00 Wita
Telepon: (0361)-971-304

Di Indonesia ada banyak tempat yang dijadikan tempat asik dan seru untuk dijadikan sasaran liburan untuk kita yang sedang penat dengan kegiatan kita sehari-hari. Nah, buat kalian semua pecinta liburan, ada tempat yang harus kalian datangin sebelum kalian liburan jauh-jauh ke luar negeri yang pricenya ngga murah kan bro and sis, laen kalo bro and sis anak konglomerat. Tempat ini adalah tempat di Bali, siapa yang tidak kenal dengan kota para turis ini.

Bali itu kota wisata, dimana banyak banget orang-orang datang datang dari luar negeri buat merasakan liburan di Bali. Nah buat kita orang Indonesia sendiri, sudah pernah belum datang ke Bali dan explore daerah Bali? Buat kalian yang belum pernah merasakan atau bahkan datang ke Bali, saya mau bahas satu tempat di Bali yang mungkin bakal jadi rekomendasi kalian nanti buat liburan di Bali nanti.

Monkey Forest Ubud Bali, Foto: funlifecrisis.com

Hutan para Kera Ekor Panjang yang di jadikan tempat Wisata

Nah buat kamu yang suka dengan sesuatu yang hijau dan juga terlihat indah serta terasa naturenya, Bali punya salah satu tempat vacation yang namanya Ubud Monkey Forest. Kenapa di sebut Ubud Monkey Forest? Jadi nama Ubud Monkey Forest ini adalah bahasa internasionalnya bro and sis. Buat orang Bali sendiri mereka menyebutnya dengan sebutan Mandala Wisata Wenara Wana atau disebut juga Hutan Monyet Ubud.

Kenapa bisa disebut dengan hutan monyet? Karena di dalam Wenara Wana atau Ubud Monkey Forest adalah hutan tempat perlindungan untuk para kera/monyet yang dilindungi dan banyak juga jenis pepohanan yang di tanami di lokasi Ubud Monkey Forest ini bro and sis. Sehingga para pengunjung yang datang dapat merasakan keindahan serta ke aslian alam yang masih terjaga di Ubud Monkey Forest ini.

Karena keaslian yang di jaga dengan baik sehingga pengunjung merasakan kedeketan dengan para kera/ monyet bali ini tanpa ada pagar yang menahan mereka. Namun para bro and sis sekalian harus mematuhi beberapa peraturan mengenai perawatan serta pemeliharaan kera disana. Karena menurut orang Bali kera yang ada di dalam Ubud Monkey Forest ini adalah binatang yang harus di jaga.

Tidak jarang juga rakyat Bali mengadakan acara adat ataupun keagamaan di dalam Ubud Monkey Forest tersebut, karena ada banyaknya candi serta gapura di sana. Dan semua monyet disana dianggap hewat keramat yang disucikan serta bagaimana pun juga para wisatawan yang datang harus menjaga kelestarian serta menjaga segala bentuk binatang yang ada  di dalam Ubud Monkey Forest tersebut.

Monyet di Ubud, Foto: patinews.com

Sacred Temple & Sang Ekor Panjang Penghuni Ubud Monkey Forest

Menurut pemerintah Bali perkiraan mereka mengenai kera ataumonyet yang sekarang berkembang biak di dalam Ubud Monkey Forest ini adalah kisaran 340 ekor kera atau monyet yang berjenis monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) menurut pengelompokannya jika di pisah menurut jenis kelamin serta umur para monyet atau kera ini adalah 32 jantan dewasa, 19 jantan muda, 77 betina dewasa, 122 remaja dan 54 bayi.

Jadi bro and sis sekalian letak atau alamat dari Ubud Monkey Forest ini adalah di Jl. Monkey Forest, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali 80571. Jadi lokasinya itu karena berdekatan dengan Padangtegal, karena itu pemerintah lokal dari kabupaten Padangtegal mengelola hutan tersebut berserta monyet atau kera didalamnya. Sehingga tempat tersebut dinobatkan sebagai tempat yang suci karena di dalam Ubud Monkey Forest tersebut sering digunakan dalam kegiatan ibadah kremasi.

Sehingga dikatakan oleh pihak Bali kepengurusan serta pemeliharaan dalam Ubud Monkey Forest di berikan kepada anggota dewan desa Padangtegal dikarenakan masih masuk ke dalam lokasi desa Padangtegal tersebut. Dan hal terpenting yang harus bro and sis harus tahu bahwa di dalam Ubud Monkey Forest terdapat sebuah Candi untuk beribadah para penduduk Bali.

Suasana Asri, Foto: rentalmobilbali.net

Secred Temple di Dalam Ubud Monkey Forest

Di dalam Ubud Monkey Forest tersebut juga masih ada terdapat beberapa Candi yang  menjadi simbol mengenai pengkremasian yang sering di adakan umat beragama Hindu untuk acara keagamaan mereka di dalam Ubud Monkey Forest. Candi- candi yang bisa kita lihat dan pelajari serta dapat kita jadikan bukti sejarah yang masih tersisa, atau biasa di katakan situs pra sejarah ada di dalam Ubud Monkey forest.

Candi tersebut mempunyai nama yang di sebut Candi Pura Dalem Agung Padangtegal yang digunakan sebagai berbagai perkamen ibadah orang Bali. Candi tersebut di katakan sebagai “Sumber Kesucian” dari candi-candi lain yang berada di lokasi tersebut. Sehingga Yayasan Wenara Wana Padangtegal bertanggung jawab dalam mengelola tempat ini sekaligus menjaga integritas kesucian dari Candi Pura Dalem Agung Padangtegal ini dan mempromosikan candi tersebut sebagai situs keramat.

Dan bagaimana pun juga Ubud Monkey Forest adalah tempat peribadatan umat Bali serta sebagai tempat wisata yang sangat seru untuk di nikmati bersama keluarga serta para kerabat bro and sis. Dikarenakan perlihal yang sudah jelas bahwa alam di dalam Ubud Monkey Forest bahwa monyet atau kera bali sebai icon penting dalam peran hutan ini, sebagai objek wisata dan juga sebagai mahluk suci atau keramat dan sebagai simbol penting untuk para Orang Bali yang mayoritas beragama Hindu.

Beberapa candi yang ada di dalam Ubud Monkey Forest itu sendiri yang sampai sekarang ini masih di pakai oleh masyarakat Bali yang beragama Hindu. Candi yang bisa dikatakan sebagai kuil atau tempat bersemayamnya orang mati jika dalam agama Hindu mereka di krekamasi seperti Pura Puseh (Kuil Asal) dan juga Pura Desa (Desa Candi) yang sebagai pendedikasian untuk Dewa Siwa yang di yakini oleh agama Hindu sebagai penghakiman untuk orang mati.

Ubud Monkey Forest ini bisa dikatakan sangat luas karena berada di tanah seluas 27 hektar tanah yang banyak sekali hutan, serta jalan yang berkelok-kelok atau bias dibilang road of nature yang sangat bagus untuk dijadikan tracking bagi penggila tracking karena tracking dijalanan yang sudah rapi namun sekeliling hutan yang sangat luas dan indah, tidak lupa para monyet atau kera bali yang akan menenmani setiap perjalanan tracking anda.

Dan seperti yang kita tahu bahwa dalam hutan yang seluas 27 hektar ini ada banyak jenis pohon yang jenisnya lebih dari 80 jenis phon yang berbeda-beda yang di tanam untuk pelestarian alam serta digunakan sebagai fungsi lain yaitu sebagai tempat berlindungnya para hewan kecil seperti sejumlah burung yang membuat sarangnya dan juga kadal serta tupai dan rusa selain monyet atau kera ekor panjang yang menghuni Ubud Monkey Forest.

Dan untuk bro and sis yang mau memberi makan langsung para hewan tersebut, village lokal menjual pisang dengan cost yang terjangkau untuk para wisatawan di dekat pintu masuk untuk memberi makan langsung para monyet ekor panjang tersebut. Namun bagi para bro and sis harus ingat bahwa kera ekor panjang ini adalah hewan liar yang tidak diketahui serta di tebak tingkahnya. Jadi bagi para bro and sis yang mungkin merasa takut digigit atau merasa takut nanti terkena bite atau gigitan yang menyebabkan rabies atau orang jerman mengatakan dalam bahasanya tollwut, bro and sis bisa melihat saja bagaimana para penjaga memberi makan langsung para kera ekor panjang tersebut.

Dan sedikit info lagi nih buat para bro and sis yang mau tahu mengenai situs atau candi-candi tersebut silahkan bro and sis kepoin orang-orang asli yang mengurus Ubud Monkey Forest tersebut. Karena beberapa peneliti yang ada di luar atau pun dalam negeri banyak yang tertarik untuk menyelidik mengenai candi-candi yang ada tersebut. Beberapa dari para ilmuwan mengatakan bahwa candi itu sudah ada sekitar abad ke – 13, namun in the facts real is beberapa dari candi tersebut sudah direnovasi berkali-kali selama bertahun-tahun. Sehingga beberapa artefak lama atau bangunan lama dari candi-candi tersebut sudah tercampur menjadi satu dengan bangunan yang sudah direnovasi.

Dan juga nih bro and sis di dalam Ubud Monkey ada tempat suci yang bernama Lingga Yoni yang menurut umat beragama Hindu sebagai simbol dari alat kelamin laki-laki dan alat kelamin perempuan yang menggambarkan kesuburan dan itu sudah menjadi tempat suci yang berada di dalam kuil selama ratusan tahun. Serta ada lagi ruang suci yang digambarkan sebagai sebuah pura mandi yang letaknya di sepanjang sungai yang membentang melalui hutan dari Ubud Monkey Forest.

Jadi bro and sis itu lah gambaran dari taman alam yang di berikan oleh Bali, bisa ngebayangin kan bro and sis gmn rasanya ditengah-tengah hutan luas perlindungan satwa monyet atau kera ekor panjang serta masih banyak lagi penghuni dari Ubud Monkey Forest.

Semua ini yang bisa bro and sis liat langsung jika berkunjung kesana dan mencoba sendiri bagaimana melihat para hewan serta candi yang merupakan situs sejarah tersebut, nah itu adalah perkenalan atau bahasa bulenya opening tour dari saya mengenai gambaran alam di Ubud Monkey Forest.

Tempat Suci Para Monyet, Foto: journeyera.com

Reviews Ubud Monkey Forest from Tourist

Seperti yang pernah di ulas dalam sebuah website di tripadvisor yang memberikan istilah dan hasil reviewnya mengenai kisah atau tripnya ketika mereka berjalan-jalan ke Ubud Monkey Forest ini “mooi maar gevaarlijk ( indah namun berbahaya)”. Dalam ulasannya tersebut dia mengatakan bahwa tempat itu ( Ubud Monkey Forest ) adalah tempat terindah dan juga dia sempat mengatakan candaan bahwa orang yang pergi kesana adalah pencinta monyet atau kera.

Dan dalam ulasan tersebut dia mengatakan bahwa keindahan Ubud Monkey Forest berkurang ketika sewaktu itu dia berjalan-jalan dalam tournya di Ubud Monkey Forest ini dia melihat ada yang terkena gigitan dari kera/ monyet ekor panjang. Kejadian tersebut menyebabkan orang yang terkna gigitan tersebut harus di antisipasi dengan suntikan vaksin anti rabies dan harus di bawa pulang kembali ke Belanda.

Dan dalam ulasannya selain mengenai hal yang mengkhawatirkan bule dari Belanda ini juga mengatakan jika pemandangan dalam Ubud Monkey Forest tersebut sangat menakjubkan dan juga disana taman-taman yang sangat indah. Dan dia juga sempat mengatakan banhwa kuil dan sungai disana sangatlah indah.

Dan dalam tulisan tersebut banyak reviews dari para Bule dari belanda yang melakukan trip perjalanan kesana, banyak yang mengatakan jika barang-barang yang di bawa harus selalu di perhatikan agar barang tersebut tidak hilang karena monyet-monyet ekor panjag akan mengambilnya karena mereka adalah hewan liar.

Banyak juga dari para turis yang datang ke Ubud Monkey Forest, bukan hanya dari Belanda saja memang mengkhawatirkan mengenai para kera yang berlarian dan juga bertingkah semaunya di karena kan mereka adalah hewan suci menurut orang Bali yang beragama Hindu. Sehingga jikalau para bule tersebut mengatakan Ubud Monkey Fores akan indah jika tanpa kera-kera ekor panjang, mereka salah besar, karena keindahan Ubud Monkey Forest dan juga candi-candi serta sacred temple akan menjadi sempurna dengan kedatangan keluarga monyet ekor panjang ini di didalamnya.

Menikmati Monyet Liar, Foto: ydcbalitour.com

Nah kali ini saya juga mau mengutip komentar dari beberapa turis yang datang dari Jerman. Kebanyakan dari mereka mengkhawatirkan kera ekor panjang yang masih liar dan belum ada sama sekali mengenai penanganan suntik rabiesnya atau dalam bahasa local mereka rabies itu artinya toolwut.

Berikut adalah ulasannya ; Hutan monyet Ubud sangat kami sukai sehingga kami harus memberikan tambahan hari dalam liburan kami. Tentunya sebagian besar pernah mendengar tentang Hutan di Bali ini, ya…. Ubud Monkey Forest : Monyet kecil dan imut berpose untuk para pengunjung di depan pemandangan yang indah untuk koleksi foto liburan yang terbaik, mereka dapat kita beri makan, bermain-main dan mereka sangat suka menggoda kami para turis.

Entah bagaimana Ubud Monkey Forest ini  benar-benar menakjubkan, hingga membuat semua orang dari Negara saya yang berkunjung bertanya-tanya apa yang tidak bisa terjadi di kuil ini. Padahal Ubud Monkey Forest ini bukanlah kebun binatang, tapi disini adalah tempat yang sangat religius untuk orang beragama Hindu, dimana orang harus menunjukkan rasa hormat yang sangat diperlukan untuk saling menghargai keyakinan agama tersebut. Monyet-monyet yang ada di Ubud Monkey Forest sebagian juga tidaklah berbahaya, malah kenyataannya ketika anda berada disini reaalitanya seindah yang mereka lihat.

Di dalam Ubud Monkey Forest banyak papan pemberitahuan yang bertuliskan peraturan serta pengamanan diri sendiri serta pengenalan mengenai candi yang terpampang jelas ada di papan tulis, dan disana mengakatan bahwa kawasan itu adalah komplek candi Hindu yang sangat penting bagi masyarakat. Dengan demikian, seseorang akan menemukan banyak turis di sini, tapi juga banyak orang yang beragama Hindu yang tengah menjalankan ibadah mereka.

Di dalam Ubud Monkey Forest ada 3 kuil yang konon telah eksis sejak abad ke-14 yang sangat indah (jika tidak salah nama candi tersebut adalah Pura Dalem – Candi yang di gunakan untuk penyembahan Dewa Siwa, Kuil Air Suci, serta Kuil Kremasi). Kuil di “suaka hutan monyet” kami tidak perbolehkan untuk memasukinya, karena sudah ada larangan yang mengatakan jika turis tidak diizinkan masuk karena dianggap sebuah batas suci pada kawasan tersebut & yang di perbolehkan masuk lebih dalam hanyalah bagi penduduk setempat yang sering ditemukan di jubah tradisional.

Selain itu banyak pohon besar dan pahatan di dalam Pura tersebut, dan juga ada monyet yang selalu menemani, tentu saja. Monyet di dalam Ubud Monkey Forest kebanyakan dari mereka memakan ubi jalar, tapi dalam campuran sehari-hari dengan hal lain seperti pisang, daun pepaya, buah atau sejenisnya. Dan bagi kalian para turis seperti kami, untuk menjaga kesehatan monyet liar di kawasan ini, Anda diminta untuk tidak memberi makan monyet dengan kacang, biskuit, permen, roti, dan lain-lain yang memang bukan makanannya.

Di karenakan banyaknya pengunjung yang datang ke Ubud Monkey Forest ini, perkiraan dari Bali yang mengunjungi sekitar 10.000 turis sebulan! Itu sebabnya monyet-monyet ini digunakan untuk cukup sedikit dan cukup jinak, tapi juga semakin berpengalaman dalam mencuri barang bawaan pengunjung yang tidak di berikan kepada mereka. Meski bagi sebagian orang hal tersebut dapat dikategorikan hiburan saat melihat mereka mencuri ataupun merebut dari pengunjung lainnya yang tengah berjalan, namun baiknya hal tersebut tidak dibiarkan begitu saja.

Oleh karena itu dianjurkan, jangan membawa makanan. Monyet akan (berhasil) mencoba menangkap semuanya sekaligus. Dan jika Anda tidak memberikannya secara sukarela, kera bisa menjadi sangat agresif dan menggigit dengan sangat keras. Anda lagi-lagi mendengar cerita horor turis ceroboh yang harus dijahit setelah digigit & bukan tidak mungkin akan semakin serius karena hewan bisa menularkan hepatitis. Jika Anda tidak bisa menolak memberi makan binatang kecil Anda dapat membeli pisang di tempat, setidaknya Anda mendukung penduduk setempat.

Favorit Wisatawan, Foto: edwebproject.org

Entrance Fee Ubud Monkey Forest

Nah bro and sis untuk review harga entry dari Ubud Monkey Forest termasuk dalam harga yang terjangkau. Sebanding lah bro and sis dengan apa yang kita dapat di dalam Ubud Monkey Forest tersebut. Untuk parkirnya gratis lho buat para pengunjung yang mau ke Ubud Monkey Forest, dan untuk harga tiket masuk Orang Dewasa dikenakan harga atau tari Rp 50,000,-/orang dan Ubud Monkey Forest member tariff berbeda kepada anak dengan batasan umur untuk umur 3 tahun sampai 12 tahun dengan tarif Rp 40,000,-/anak.

Jadi bro and sis, kita bias lihat, untuk menikmati keindaahan serta inginya bermain bersama si kera keor panjang tersebut kita hanya harus mengeluarkan uang yang terhitung harga terjangkau dan dengan semua keindahan yang tergores indah di dalam Ubud Monkey Forest tersebut. Dan juga ukiran serta gambaran keindahan dari kuil yang ada di dalam Ubud Monkey Forest.

Semua yang kita  bakal lihat dan nikmati tidak hanya keseruanberjalan sepanjang hutan dari Ubud onkey Forest saja, semua dari situs sejarah candi dan kuil-kuil yang indah dapat kita nikmati bersama dengan teman maupun keluarga. Namun anda harus ingat patuhi setiap peraturan yang ada dan menjaga kelestariaan lingkungan. Dan anda harus ingat hal terpenting bahwa monyet ekor panjang adalah mahluk yang di anggap suci oleh penduduk sekitar Bali.

Bermain Bersama Monyet, Foto: funlifecrisis.com

Paradise in Ubud, Penginapan Indah

Nah buat bro and sis yang mau tau sehabis berjalan-jalan di Ubud Monkey Forest terus bingung mau kemana. Saya akan reviews beberapa hotel atau nears hotels in Ubud Monkey Forest. Karena mayoritas kebanyak turis yang datang ke Bali untuk berlibur bro and sis, saya mau merekomendasikan  beberapa tempat yang indah untuk di jadikan penginapan disana serta biaya accommodation yang terhitung murah serta pas dengan harga kantong bro and sis sekalian.

Dan beberapa tempat yang saya rekomendasikan ini adalah tempat yang bro and sis bias temui dekat sekali dengan Ubud Monkey Forest. Dikarenakan Ubud Monkey Forest ini buka dari jam 08.30 sampai dengan jam 18.00 sangat indah jika para bro and sis berjalan-jalan sore menikmati pemandangan langit sore Bali.

Setelah menikmati indahnya langit sore di Bali, ingin pulang ke tempat penginapan yang indah dan harga terjangkau, apalagi untuk Indonesian Guest House yang harus pasti harganya terjangkau dan juga merakyat. Apa lagi jika pengenipan tersebut atau Hotel yang kita tempati ini ada bungalow, dan juga spa dan yang pasti memanjakan diri bro and sis layaknya raja dan ratu.

Tur di Bali, Foto: tripadvisor.com

Dalam beberapa tempat di map atau biasa di akses melalui situs traveler atau booking hotel yang bro and sis biasa pakai. Di sekitaran Ubud Monkey Forest juga banyak tredapat kuliner ala-ala bule dan juga nasional yang bisa bro and sis nikmati disana.

Bro and sis biasa searching menggunakan trivago, pegi-pegi, dan masih banyak lagi cara untuk mencari tempat penginapan yang dekat dengan Ubud Monkey Forest. Di beberapa tempat seperti di belakang Ubud Monkey Forest anda akan menemukan penginapan yang hanya berjalan kaki kurang lebih selama 15 menit.

Sebagai contoh ada Komaneka @Monkey Forest yang merupakan penginapan dengan rating terbaik di berbagai website reviewer. Hotel yang satu ini merupakan salah satu hotel berbintang 4 yang ada di Bali, hotel yang unik ini menggunakan ragam interior & gaya arsitektur yang tentunya kental dengan suasana Bali, ditempat ini anda juga bisa merasakan sensasi menginap dengan pemandangan menghadap ke rice field.

Beberapa dari tempat lainnya juga mempunyai tempat yang sangat indah dan juga mempunyai sarana serta fasilitas seperti komaneka dengan bungalownya. Tempat-tempat  yang berdeketan dekat Ubud Monkey Forest seperti Bali Bohemia, Wenara Bali Bungalows, Champlung Sari Hotels, Umaya Villa Ubud, Sarinubud Villa and Spa, serta masih banyak lagi jika anda melihat melalui google map. Dan juga banyak tempat kuliner yang sangat dekat dengan Ubud Monkey Forest seperti Tropical View Café, dan Hubud dan restoran seperti Laka Lake.

Dan juga anda para bro and sis yang dari mancanegara yang takut uang rupiahnya habis di dekat Ubud Monkey Forest ada sebuah tempat untuk Money Charging anda. Nama tempatnya adalah PT. Dirgahayu Valuta Prima (Money Changer), dekat dengan jalan di Ubud Monkey Forest dan dapat di lalui hanya berjalan kaki dari tempat tersebut.

Dan buat para traveler yang mau mengakses atau mendapatkan preview harga yang terjamin serta bisa dibandingkan dengan harga para website travel lainnya, ada salah satu website yang membantu memilih harga yang bagus untuk berlibur bro and sis, tidak hanya ke Bali saja bahkan untuk ketempat lain pun bisa. Nama website yang menyediakan harga untuk traveler itu adalah Zenrooms, yang merupakan web recommended untuk mencari review di berbagai kota.

Memberi Makan, Foto: gustibali.com

Cara menuju Ubud Monkey Forest

Bagi anda yang berkunjung ke kawasan wisata yang memiliki nama lain wisata wenara wana & kebetulan tengah berada di Ubud tentunya sangat beruntung sekali karena jarak tempuhnya sangat dekat dari lokasi anda.

Cukup arahkan kendaraan anda menuju Jl.Raya Ubud & beloklah ke kanan menuju Jl.Hanoman yang ada setelah Anomali Coffee ubud. Terus ikuti jalur hingga tiba di jalur bercabang setelah Bebek Bengli, lanjutkan ke Jl.Monkey Forest dengan mengambil lajur kanan, dari situ anda tinggal mengikuti jalan saja karena Ubud Monkey Forest alias Wisata Wenara Wana sudah berada didepan mata.

Sementara bagi anda yang tengah berada di kawasan Uluwatu memiliki 2 pilihan apakah akan menggunakan tol maupun rute biasa, bila menggunakan tol tentunya arahkan kendaraan anda menuju gerbang tol Mandara & Exit di Denpasar Sanur. Dari situ tinggal melanjutkan menuju simpang tohpati & ambilah arah ke kanan melalui Jl.W.R. Soepratman, teruskan hingga melalui Bali Bird Park.

Selepas melalui Bali Bird Park pada perempatan pasar negari bisa mengambil ke kanan & teruskan hingga bertemu pertigaan besar & ambil jalur kiri, terus saja hingga Museum seni Agung Rai & tak lama lagi anda tiba di tujuan.

Bagi anda yang kebetulan menginap di kawasan ini, bisa juga menghabiskan waktu liburan di beberapa spot terdekat dari Wisata Wenara Wana yakni Museum Seni Agung Rai, Campuhan Ridge Walk, Goa Gajah, Tegenungan Waterfall, Bali Bird Park, Bali Zoo, serta Bali marine park & Tegalarang Rice Terrace. Tertarik untuk mengunjungi kawasan wisata ini? Yuk ajak keluarga, pasangan maupun teman terdekatmu berlibur di tanah para dewata ini & bagikan moment keseruanmu selama di tempat ini! Yuk visit Bali!