Jalan Menuju Danau Tamblingan Bali Buleleng + Sejarah Misteri Cerita Legenda

Danau tamblingan bali jalan sanur bedugul sejarah buleleng 80228 indonesia terletak di kabupaten camping prewedding map angker alamat letak hotel cerita camp eksekusi foto gambar jimbaran kembar kemah kisah keindahan kedalaman kasus kost lokasi legenda luas widi widiana misteri prewed provinsi pura peta penggusuran perkemahan pengertian singaraja street tour temple trekking villa view wiki wisata
Danau Tamblingan, Foto: wisatania.com

Lokasi: Desa Munduk, Buleleng, Bali, Indonesia
Map: Klik Disini
HTM: Rp. 10.000
Buka/Tutup: 24 Jam
Telepon: 0813-3854-6174

Sejarah dan Misteri Legenda

Dalam beberapa catatan sejarah tentang Indonesia, termasuk wikipedia, disebutkan bahwa pembentukan Danau Tamblingan, Buyan, dan Beratan terjadi karena letusan Gunung Lesung yang kemudian membentuk sebuah kawah besar. Lalu beberapa faktor alam lain, salah satunya adalah longsor hebat pada abad 19, akhirnya mengubah kaldera besar tersebut menjadi tiga danau yang terpisah. Hingga kini hanya Danau Tambilngan dan Danau Buyan yang terlihat masih menyatu, cuma dibatasi oleh kanal berukuran kecil yang dalam bahasa daerah masyarakat setempat disebut ‘telaga aya’. Ini kemudian menimbulakan anggapan bahwa kedua danau tersebut adalah danau kembar. Sedangkan danau Beratan terlihat sendiri dan letaknya agak jauh dari kedua danau ini.

Sejuknya Panorama Alam, Foto: ksmtour.com

Selain sejarah, adalah juga sebuah legenda terkenal, Legenda Tamblingan. Dalam legenda tersebut diceritakan bahwa di sekitar lereng Gunung Lesung pernah ada permukiman yang cukup ramai. Di sana ada kehidupan yang tertata baik kala itu. Ada sebuah sistem tradisi yang turut mengatur tata kehidupan masyarakat kala itu. Namun, pada suatu ketika, masyarakat yang menetap di permukiman tersebut terserang suatu wabah epidemi sehingga mereka menyebar lalu mendiami empat desa yang saling berdekatan, yaitu, Desa Munduk, Goblek, Gesing, dan Umejero. Entah dari mana asal wabah itu masih terus dipertanyakan.

Dikisahkan pula bahwa cara untuk menyembuhkan dan menghilangkan wabah tersebut adalah dengan mengambil air dari danau, namun tidak semua orang saat itu bisa dengan mudah mengambil air tersebut, hanya salah satu dari mereka yang telah disucikan sesuai tradisi masyarakat setempat ketika itu. Setelah mengambil dan menggunakan air dari danau tersebut akhirnya wabah menghilang. Air tersebut kemudian dipercaya memiliki kekuatan spiritual dan dianggap suci. Masyarakat setempat kemudian menyebut danau itu dengan nama Tamblingan.

Kata ‘tamba’ dalam bahasa daerah masyarakat lokal di Desa Munduk, Buleleng, berarti ‘obat’, sedangkan kata ‘elingang’ diterjemahkan sebagai ‘kemampuan spiritual’. Dua kata ini akhirnya membentuk nama Danau Tamblingan, yang berarti danau dengan air yang memiliki kekuatan spiritual. Oleh sebab itu, sejak dulu hingga saat ini masyarakat lokal sudah memanfaatkan air dari danau ini untuk pengobatan. Hal ini tentu berkaitan dengan cerita Legenda Tamblingan milik masyarakat setempat yang masih menjadi misteri hingga kini.

Keindahan Berbalut Sejarah, Foto: anythingbali.com

Letak geografis dan administratif

Jika dilihat secara geografis, Danau Tamblingan berada di bagian utara lereng Gunung Lesung. Terletak di ketinggian 1000 meter di atas permukaan laut. Luas danau ini diperkirakan menyentuh angka 1,15 kilo meter persegi dengan kedalaman mencapai 90 meter. Sedangkan secara administratif Danau Tamblingan berada di wilayah administrasi Desa Munduk, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali.

Eksotisme Danau Tamblingan

Menurut kepercayaan masyarakat lokal Danau Tamblingan berkesan magis, angker, dan menyimpan sisi spiritual. Oleh sebab itu, pengelola memutuskan bahwa selain wisata alam, Danau Tamblingan juga dijadikan tujuan wisata spiritual, budaya, dan sejarah tanpa ada konflik pembebasan lahan atau penggusuran seperti yang sering terjadi di Jakarta.

Keindahan Danau Tamblingan, Foto: brobali.com

Danau Tamblingan merupakan salah satu wisata alam yang sengaja tidak didesain oleh pengelola untuk dikembangkan menjadi tempat wisata yang moderen. Hal ini erat kaitanya dengan misi pengelola dan masyarakat setempat untuk tetap menjaga keaslian dan keasrian Danau Tamblingan dan lingkungan di sekitarnya.

Hingga kini keasrian dan keaslian lingkungan danau tetap terjaga dengan baik. Dukungan masyarakat lokal memberi pengaruh positif bagi kawasan wisata alam ini. Mereka tidak pernah melakukan penebangan liar seperti tindakan illegaloging yang terjadi di daerah-daerah lain. Selain itu, ada yang lebih menarik, masyarakat lokal selalu menggunakan sampan tradisional atau ‘pedau’ untuk melakukan aktifitas mereka di area danau. Ini tentu selaras dengan kebijakan pengelola yang tidak memperbolehkan penggunaan kendaraan bermotor di wilayah ini.

Sisi Lain Keindahan Bali, Foto: balipancatour.com

Bila dibandingkan dengan Danau Buyan dan Beratan, Danau Tamblingan ukuranya paling kecil. Akan tetapi, eksotisme danau ini juga tidak kalah menarik dengan dua saudaranya itu. Dikarenakan berada pada ketinggian 1000 meter di atas permukaan laut, Danau Tamblingan kerap diselimuti kabut sehingga berhawa sejuk dan dingin.

Sepanjang perjalanan menuju kawasan wisata Danau Tamblingan terdapat banyak spot yang baik untuk menikmati danau dengan pesona alamnya. Namun, view poin atau titik terbaik untuk menikmati semua keindahan kawasan wisata ini ada di Desa Asah Panji. Sebelum sampai tempat ini wisatawan disuguhkan hijaunya hutan dengan kera sebagai fauna yang paling sering ditemui. Saking banyak jumlahnya mereka sering berkeliaran di pinggir jalan. Selain itu, turis juga bisa menikmati suburnya perkebunan kopi, cengkeh, dan cokelat milik masyarakat setempat.

Pura Danau Tamblingan, Foto: anythingbali.com

Jika di Jimbaran, Bali, populer dengan wisata kuliner ikan bakar maka pesona alam Danau Tamblingan merupakan daya tarik utama bagi para wisatawan. Ada danau yang cukup luas siap memanjakan mata Anda. Padang rumput hijau yang indah di bibir danau serta hutan rimbun dengan vegetasi yang baik menambah kesan eksotisme kawasan wisata alam ini. Kemudian bangunan pura khas Hindu di sekitar danau, dimana Pura Embang dan Tukang Timbang merupakan peninggalan kerajaan Hindu sebelum abad ke 10, semakin melengkapi kebahagiaan liburan Anda bersama keluarga dan orang-orang tercinta.

Kawasan wisata alam Danau Tamblingan menjadi alternatif yang tepat bagi tujuan liburan Anda. Anda bisa berekreasi dengan gembira, melakukan tour menuju alam bebas. Banyak jenis aktifitas yang bisa dilakukan, misalnya, trekking, camping, fishing, refreshing, dan bird-watching. Wisatawan juga bisa melakukan yoga dan meditasi di tempat ini. Selain itu, Danau Tamblingan bisa mejadi pilihan bagi para wisatawan yang ingin mengabadikan momen-momen menjelang pernikahan, tempat yang cocok untuk foto prewedding.

Indahnya Matahari Terbit, Foto: wisataindonesia.today

Rute dan transportasi

Rute atau arah jalan yang bisa Anda gunakan adalah melalui jalur kota Denpasar menuju Singaraja Street melewati Bedugul. Sebelum tiba di Danau Tamblingan, Anda terlebih dahulu menyaksikan panorama dan keindahan Danau Buyan. Sedangkan Danau Tamblingan sendiri akan Anda nikmati eksotismenya sebelum masuk Desa Munduk, yaitu di Jalan Raya Pancasari.  Jika dihitung dari bandara Ngurah Rai jarak yang ditempuh menuju danau adlah 75 km. Bagi wisatawan yang kendaraan pribadi akan menghabiskan waktu tempuh selama 3 jam. Akan tetapi jika ada wisatawan yang berangkat dari arah pantai Lovina, maka perlu waktu tempuh 30 menit, karena jaraknya sangat dekat yaitu15 km saja. Untuk rute ini Anda bisa gunakan peta.

Sedangkan untuk alat transportasi, apabila wisatawan tidak membawa sepeda motor atau mobil pribadi, bisa menyewa kendaraan. Di Bali, harga penyewaan mobil cukup variatif, tergantung pada jenis mobil, masih baru atau lama mobil tersebut. Harga sewa mobil lama lebih murah daripada mobil baru. Biasanya harga sewa yang biasa dipatok Rp. 200.000. Apabila Anda masih kesulitan dengan jalur trasportasi dan rute menuju Danau Tamblingan, bisa menggunakan bantuan peta atau Google Map.

Rileks Sejenak, Foto: rujukantraveler.blogspot.com

Harga Tiket Masuk, Parkir, dan Fasilitas

Harga tiket masuk ke Danau Tamblingan Rp. 10.000 per orang dan sewa parkir sebesar Rp. 3.000 per sepeda motor dan RP. 5.000 per mobil. Harga tiket masuk dan parkir ini sewaktu-waktu bisa berubah sesuai dengan keputusan pihak lain pengelola area wisata ini.

Selain ada loket tiket, di area wisata Danau Tamblingan juga tersedia fasilitas-fasilitas umum demi kenyamanan dan kepuasan wisatawan. Pertama, pengelola sudah menyediakan lokasi parkir yang lokasinya dekat dengan danau. Parkiran sengaja disiapkan lebih luas agar memenui jumlah kendaraan yang masuk. Kedua, di kawasan wisata danau ini juga disediakan perahu dan pemandu yang siap mengantarkan para pengunjung melakukan berbagai aktifitas, seperti memancing dan mengelilingi danau sambil mengambil gambar atau foto dari view yang menarik.

Ketiga, ada warung makan dan warung kopi, yang disediakan khusus bagi para wisatawan yang ingin menikmati makanan khas dan minuman segar. Semuanya higenis ditambah iringan lagu-lagu Widi Widiana dengan album Nasi Goreng Spesial. Keempat, ada lokasi perkemahan yang disediakan bagi wisatawan yang ingin mendirikan kemah atau camp. Bisa camping di Danau Tamblingan dan tracking menuju Danau Buyan. Lokasinya dekat danau, udaranya segar. 

Pesona Bali yang Masih Asri, Foto: kompas.com

Penginapan terdekat

Kebanyakan wisatawan memilih penginapan terdekat karena mereka tidak mendirikan kemah. Oleh karena itu, dari lokasi Danau Tamblingan, jaraknya juga tidak terlalu jauh, ada beberapa referensi penginapan dari tripadvisor, seperti hotel, villa, homstay, dan resort yang bisa menjadi alternatif tempat Anda untuk menginap.

  1. Agus Homestay

Penginapan ini jaraknya tidak jauh dari kawasan wisata Danau Tamblingan. Lokasonya di Lovina, tepatnya di jalan Seririt – Singaraja, Buleleng. Di sini disediakan tujuh kamar ber-AC dan bebas asap rorok. Ada juga kursi tamu, sofa tidur, meja tulis, TV, kamar mandi pribadi, dan teras. Pengunjung tentu bisa nyaman dengan fasilitas ini.

  1. Bali Lovina Beach Cottages

Lokasi penginapan ini juga dekat dengan dari kawasan wisata alam Danau Tamblingan. Alamat penginapanya tepat di area Pantai Lovina, Desa Kaliasem, Buleleng.Semua kamar dilengkapi TV kabel, kamar mandi, layanan pijat, dan fasilitas lain yang nyaman.

  1. Hotel Bali Taman Lovina

Hotel ini beralamat di Jalan Raya Lovina, Tukadmungga, Buleleng. Tidak jauh dari kawasan Danau Tamblingan. Hotel yang didominasi desain arsitektur kayu ini menjadi tempat yang tepat bagi wisatawan. Tersedia kamar yang nyaman dengan fasilitas yang lengkap.

  1. Padmasari Resort

Berlokasi di Buleleng, tepatnya di Jalan Raya Seririt, Singaraja, Buleleng. Tersedia TV, kamar ber-AC, pemandangan taman yang sejuk, kolam renang, kursi jemur, dengan dekorasi-dekorasi gaya moderen. Para pengunjung tentu bisa nyaman dengan pelayanan di sini.

Menjadi Favorit Wisatawan, Foto: pinterest.com
  1. Puri Saron Beach Hotel

Lokasi hotel ini ada di Jalan Raya Pemaron, Singaraja, Buleleng, Bali. Pengunjung ditawarkan penginapan dengan gaya pondok dan vila. Ada 3 kolam renang luar ruangan. Kamar ber-AC, balkon pribadi. Tiap kamar memiliki TV kabel, lemari es dan minibar.

Semua informasi dalam artikel ini benar dan lengkap sehingga Anda tidak perlu ragu untuk merencanakan liburan bersama keluarga.