10 Gambar Tari Kecak Uluwatu Bali, Jadwal Pertunjukan, Harga Tiket Masuk, Sejarah Berasal Dari? + Video

Tari kecak berasal dari uluwatu bali sejarah daerah gambar fungsi video gerakan properti kostum adalah ragam gerak dilakukan secara massal oleh memiliki pola lantai berbentuk jumlah penari ubud nonton gwk gratis tanah lot menceritakan tentang foto menggunakan iringan tiket mana jadwal termasuk jenis youtube wikipedia pura garuda wisnu kencana identifikasi ciri instrumen lengkap informasi dimana dan keterangannya lokasi jam suku clip api hot free cerita voucher uma dewi 2017 diilhami epos lantainya pandawa apa propertinya melambangkan
Tari Kecak, Foto: baliwisatatravel.com

Lokasi: Jl.Raya Uluwatu, Pura Uluwatu, Pecatu, Kuta Selatan, Kab.Badung, Bali 80361
Map: Klik Disini
HTM: Rp. 100.000/Dewasa, Rp. 50.000/Anak
Buka/Tutup: 08.00 – 19.00 Wita
Telepon: (0361)-904-1163/0821-4644-2745

Sebagaimana yang kita ketahui bersama, Indonesia yang kita cintai ini memiliki bentuk geografis berupa kepulauan yang tersebar mulai dari tanah sumatera hingga di tanah papua. Dengan bentuk geografis yang seperti ini, menjadikan Indonesia memiliki ragam budaya yang begitu kaya, dari berbagai suku yang turut mengisi & mewarnai Nusantara.

Sebuah website di google, bahkan membuat daftar dari seluruh suku yang ada di Indonesia dari berbagai daerah. Angka yang didapat pun terbilang fantastis, tercatat lebih dari 400 suku atau lebih tepatnya ada 415 suku di Indonesia, bahkan bukan tak mungkin masih ada yang belum terdata diluar sana mengingat geografis di Indonesia masih banyak hutan-hutan lebat dengan pegunungan terjal.

Keberagaman suku ini, tentunya memiliki imbas yang positif dengan keberagaman budaya yang dimiliki. Mulai dari situs-situs bersejarah, ragam pakaian adat, serta keanekaragaman bahasa & seni tari yang tentunya perlu kita lestarikan. Jangan sampai kekayaan adat & budaya yang kita miliki, musnah begitu saja tanpa jejak bagi generasi penerus.

Naah pada kesempatan kali ini, kita akan membahas salah satu seni tari yang tengah hot & sudah popular bahkan hingga ke mancanegara, pun demikian dengan daerah asalnya yang telah memiliki nama bagi wisatawan mancanegara. Penasaran dengan tarian apa yang di maksud? Yuk simak artikel dibawah ini untuk informasi yang telah kami rangkum dari beragam sumber selengkapnya.

Jadwal Show Tari Kecak Uluwatu, Foto: uluwatukecakdance.com

Sekilas Sejarah Tari Kecak Uluwatu

Tari Kecak yang kini banyak kita ketahui, rupanya berasal dari hasil modifikasi & diilhami Tarian Sanghyang yang menurut keterangannya merupakan tarian sakral yang hanya boleh dilakukan di dalam pura. Tari sanghyang ini sendiri, memiliki banyak jenis dengan tujuan yang sama yakni sebagai untuk menghindari bahaya seperti musibah & penyakit yang tengah melanda.

Namun berbekal rasa prihatin & ingin membawa kesenian Bali agar dapat di saksikan oleh khalayak umum & membuka mata dunia mengenai kebudayaan di Bali, akhirnya Wayan Limbak yang merupakan seorang penari Bali memodifikasi tarian sanghyang bersama rekannya yang merupakan seorang pelukis yakni Walter Spies asal Jerman dengan cirinya sendiri.

Dilansir Wikipedia, sang maestro yang bernama Wayan Limbak ini, lahir pada 1897 & mulai mendebut tarian kecaknya pada 1930an dengan berkeliling dunia bersama grup tarinya melakukan pementasan pada beragam festival international guna memperkenalkan tarian barunya yang merupakan hasil modifikasi dari Tarian sakral tanah dewata.

Hasil modifikasi dari Tari Sanghyang ini sendiri, menghasilkan sebuah tarian yang begitu memukau dunia dengan memberikan epos yang disadur dari kisah pewayangan Ramayana. Epos yang ditampilkan sendiri, biasanya mengambil kisah dimana Rahwana tengah menculik dewi Shinta, setelahnya ada juga pertarungan Sugriwa & Subali yang dikembangkan pada 1976 maupun Kecak Dewa Ruci yang dikembangkan pada 1982 oleh I Wayan Dibia. Tari ini sendiri mulai diakui & dijadikan icon budaya Bali sejak 1970an selepas perkembangannya yang begitu pesat.

Legenda Tari Kecak Uluwatu

Legenda yang ditampilkan tentunya di ambil dari kisah pewayangan Ramayana seperti Rahwana & Shinta, pertarungan Sugriwa & Subali serta kisah Dewa Ruci.

Aktifitas Wisata Wajib, Foto: tarikecakuluwatu.co.id

Keunikan Tari Kecak Uluwatu

Tarian ini memiliki nama lain yang begitu dikenal oleh wisatawan mancanegara, dengan sebutan The Fire Dance ataupun The Monkey Dance. Hal ini disebabkan terkadang terdapat api unggun ditengah-tengah para penari & juga kemunculan Hanoman pada epos yang digunakan. Tarian ini biasanya dimainkan secara massal dengan jumlah penari paling tidak 50 orang atau bisa juga 100 orang, bahkan bisa saja lebih besar membentuk lingkaran.

Uniknya dari tari kecak ini, tidak seperti tarian lain di Indonesia pada umumnya yang menggunakan beragam alat musik daerah. Tari Kecak ini, hanya mengandalkan ritme dari lantunan kata Cak yang di lantunkan para penarinya dengan bersahutan & gelang krincingan sebagai tambahan. Keunikan lainnya ialah tarian ini hanya dilakukan oleh para pria saja, sementara wanita biasanya hanya sebagai pengisi dari tokoh yang muncul dalam epos yang ditampilkan.

Para penari pria ini biasanya akan tampil tanpa baju & propertinya berupa selendang bermotif checker board dengan warna putih hitam serta terselip Bunga di telinga. Tarian ini pun tak sekedar pertunjukan seni untuk hiburan saja namun juga memiliki beragam fungsi seperti pada awalnya yang ditujukan untuk melakukan upacara adat serta diturunkan ditiap generasi.

Selain itu Tari Kecak juga dapat dipergunakan sebagai bentuk komunikasi dalam penyampaian pesan moral dari legenda yang ditampilkan sehingga pendidikan berjalan lebih menarik dengan tetap mengedepankan estetika tariannya. Sebagai contoh pada pementasan Rahwana menculik Shinta, reka adegannya lebih kurang seperti berikut :

Tari Kecak Uluwatu, Foto: rentalmobilbali.net
  1. Pertunjukan pertama

Pada bagian ini para penari kecak & pelakon tokoh mulai menceritakan latar kejadian dimana Rama & Shinta tengah berada di hutan, dengan dilanjutkan kemunculan sesosok kijang berwarna emas. Singkatnya, pada akhir bagian ini nantinya Rahwana berhasil menculik Shinta & membawanya menuju tempat kekuasaannya yakni Kerajaan Alengka.

  1. Pertunjukan kedua

Disini para pelakon mulai menceritakan tentang kehidupan Dewi Shinta yang begitu sedih ketika ditahan dilingkungan kerajaan Alengka, serta dijaga ketat oleh keponakan Rahwana yang bernama Trijata. Adegan lainnya akan menampilkan bagaimana Dewi Shinta sangat mengharapkan kedatangan Rama untuk membebaskan dirinya dari belenggu Rahwana.

Selanjutnya ialah adegan kemunculan Hanoman, yang di utus oleh Rama untuk memberi isyarat mengenai kedatangannya untuk segera menyelamatkan Shinta. Selanjutnya Hanoman akan membuat kekacauan & membakar beberapa bangunan kraton serta taman di kawasan Alengka hingga bangunan-bangunannya porak poranda.

  1. Pertunjukan ketiga

Babak ini akan menjadi kisah dimana Rama berhasil tiba di Kerajaan Alengka, dengan beberapa pasukannya untuk melepaskan belenggu Rahwana pada Dewi Shinta. Namun sayangnya Pasukan Rama tak seberapa kuat disbanding pasukan sang Rahwana, sehingga Rama mengalami kekalahan.

Selanjutnya ditengah keputusasaan akan kekalahan pasukannya, Rama memanjatkan Doa pada Sang Dewa & datanglah Garuda untul menyelamatkan Rama dari sihir yang di pakai keturunan Rahwana pada Rama.

  1. Pertunjukan keempat

Selanjutnya yang asyik adalah adegan pertempuran antara Rama dengan Rahwana berlangsung sengit & seru, disini Sugriwa akan tampil untuk mengalahkan Megananda atas perintah dari Rama.

  1. Pertunjukan kelima

Penutup kisah sekaligus puncak dari pagelaran Tari Kecak, mengisahkan kemenangan Rama dalam melepaskan Shinta dari Belenggu Rahwana. Tari kecak pun ditutup dengan adegan bertemunya kembali sepasang sejoli, Rama & Shinta serta Hanoman, Sugriwa & pasukan Rama yang setia.

Untuk dapat menyaksikan tarian ini, anda bisa datang ke beberapa tempat yang memang menyajikan kesenian Bali sebagaimana yang ada di Garuda Wisnu Kencana. Naah sementara bagi anda yang ingin menyaksikan pagelaran Tari Kecak terbaik di Bali menurut review dari TripAdvisor, anda bisa langsung datang ke Pecatu atau tepatnya ke Uluwatu dimana Tari Kecak akan disajikan untuk para pengunjungnya di pelataran Pura Luhur Uluwatu.

Pelataran yang dipergunakan sebagai area pagelaran Tari Kecak di Pura Luhur Uluwatu sendiri, tak jauh dari area parkir & memiliki kursi membentuk pola melingkar sebagaimana posisi para penarinya yang juga berbentuk melingkar. Para pengunjung dapat duduk di bangku yang dibuat berundak, dengan daya tamping maksimum 1000 orang. Namun bila tengah musim liburan ataupun weekend, biasanya akan membludak hingga 1400 orang sampai harus ditambah kursi plastik, bahkan ada yang memaksakan untuk duduk di area lantainya.

Panorama laut Hindia yang akan menghempas tebing dari Pura Luhur Uluwatu yang berada di tebing dengan ketinggian lebih kurang 50mdpl, serta keindahan bentuk arsitektur Puranya, dilengkapi dengan apiknya pagelaran Tari Kecak yang dibawakan oleh para penari tentunya akan menghipnotis para pengunjung hingga waktu 1 jam tak terasa telah terlewat begitu saja. Apalagi anda juga berkesempatan untuk menyaksikan sunset sambil menikmati Tari Kecak ditempat ini.

Tujuan Wisata, Foto: uluwatukecakdance.com

Lokasi pagelaran Tari Kecak Uluwatu

Lokasi dari area yang menjadi tempat pagelaran Tari Kecak bernama Pura Luhur Uluwatu, yang letaknya sendiri ada di Desa Adat Pecatu yang berada di kawasan Kecamatan Kuta Selatan, Kab. Badung Bali. Posisi dari Pura Luhur Uluwatu sendiri sangat strategis, dimana terletak pada tebing yang berhadapan langsung dengan laut Hindia pada ketinggial 50mdpl.

Nilai yang terkandung dalam Tari Kecak Uluwatu

Tari Kecak masih tergabung dalam bagian Tari Babali yang biasanya dipersembahkan pada sebuah upacara adat yakni upacara Panca Yajna, namun bisa juga dipergunakan sebagai sambutan bagi tamu atau hiburan para pelancong. Sebagai Tari yang merupakan hasil modifikasi dari Tari Sanghyang yang biasanya dipergunakan untuk mengusir penyakit serta melindungi masyarakat Bali dari ancaman kekuatan jahat, tentunya Tari Kecak juga memiliki beberapa nilai didalamnya yang diantaranya :

Nilai Religi

Masyarakat Bali memiliki kepercayaan tersendiri mengenai kekuatan Tari Kecak yang mampu mengusir penyakit & melindungi kawasan sekitar dari kekuatan jahat dengan melakukan tari ritual untuk memanggil sesosok Dewi. Dewi yang dipanggil & dipercaya mampu melindungi dari berbagai ancaman biasanya Dewi Suprabha maupun Tilotama.

Nilai Estetika

Meski merupakan sebuah tarian yang memiliki daya magis, namun karya seni tetaplah karya seni yang harus memiliki nilai estetika dalam setiap gerakannya. Yang paling terasa bagi para penontonnya ialah bagaimana para penari bergerak begitu selaras satu sama lainnya & mengikuti ritme meski tanpa iringan instrumen maupun alat musik. Dalam perkembangannya, tarian ini tak hanya tarian suci ataupun sakral sebagaimana pada Tarian Sanghyang, namun juga menjadi pentas drama untuk mengisahkan perwayangan Ramayana ataupun Mahabarata.

Perbedaan nilai dari filsafat yang terkandung dalam Tarian Kecak, tentunya bergantung pada epos apa yang tengah dibawakan. Pada Epos Ramayana, melambangkan konsep hitam & putih terlihat begitu jelas dalam membedakan yang baik & buruk dalam kisah tersebut. Sementara pada Epos Mahabarata di indentifikasi memiliki konsep abu-abu, memiliki nilai berbeda yakni :

Nilai Religi

Pada contoh adegan dimana Rama memohon & berdoa pada Dewata atas kekalahan Pasukannya, menunjukan bagaimana kita sebagai manusia harus mempercayai Tuhan akan menolong diri kita. Hal ini juga berhubungan dengan pakaian yang digunakan penari wanita, dimana atasannya menggunakan kemben tertutup & tidak bertelanjang dada seperti penari pria & tidak diperkenankan menjadi pasukan kera.

Nilai moral

Nilai yang satu ini juga banyak terselip dalam adegan Tari Kecak, dimana Shinta begitu setia pada Rama yang merupakan suaminya, termasuk kesetiaan Laksmana yang merupakan adik dari Rama dalam membantu kakaknya. Pun demikian pada adegan dimana Burung Garuda sampai harus mengorbankan sayapnya, ketika hendak menolong & membebaskan shinta yang tengah di cengkeram oleh Rahwana.

Nilai lainnya yang dapat kita ambil moralnya ialah, kita tidak boleh menjadi seperti Rahwana yang memiliki sifat begitu buruk & serakah. Bahkan Rahwana pun sangat tamak & hendak mengambil Shinta yang bukan miliknya dari Rama.

Nilai lainnya berupa Kesetiaan, ditampilkan oleh Kumbakarna yang merupakan adik kandung dari Rahwana. Meski ia tak setuju dengan tindakan Rahwana, namun sebagai adik & anggota kerajaan ia tetap membantu kerajaannya dalam perang menghalau pasukan Rama untuk membela negaranya.

Favorit Wisatawan, Foto: kebalilagi.com

Nilai estetika

Poin terakhir tentunya tak luput dari beragam gerakan yang dilakukan pada Tari Kecak, gerakan tari yang begitu indah & khas serta memiliki keunikan tersendiri tentunya memiliki nilai estetika yang layak di acungi jempol.

Tari Kecak juga menggabungkan bagaimana unsur gerak & bunyi yang sederhana tanpa alat musik, tetap mampu ditampilkan secara baik dengan gerakan yang seragam sesuai ritme sebagai perlambang dari filosofi persaudaraan universal.

Fasilitas di tempat pagelaran Tari Kecak Uluwatu

Meski merupakan tempat untuk beribadah ataupun Wisata Religi, seiring banyaknya pengunjung yang tertarik untuk datang ke Uluwatu akhirnya disediakan beberapa fasilitas bagi pengunjung untuk semakin memperlengkap sarana yang diantaranya ialah :

  • Toilet

Satu hal yang tentunya tak bisa dilepaskan dari kehidupan manusia sehari-hari, meski tengah berwisata dimanapun ialah ketersediaan Toilet. Bila fasilitas yang satu ini tidak tersedia, tentu terbayang bukan bagaimana paniknya bila anda berada di kawasan tersebut & tiba-tiba saja ingin buang air? Tentu akan merasa tidak nyaman & memilih berwisata di daerah lain.

  • Warung makan

Fasilitas ini pun sebenarnya optional mengingat tempat yang tengah kita tuju ialah tempat ibadah & tempat suci, bukan tempat dengan wisata kuliner. Namun bagi pengunjung khususnya yang traveling dengan budget sedikit, tentu fasilitas ini akan sangat membantu dibanding harus makan di restaurant yang tentunya lebih mahal bila dibanding dengan warung kecil.

  • Parkir kendaraan

Tanpa fasilitas ini, mungkin jumlah pengunjung ke Pura Luhur Uluwatu tidak akan sebombastis sekarang. Sebab tentunya wisatawan ingin mendapat kepastian keamanan kendaraan yang mereka bawa ketika menghabiskan waktu di tempat wisata tujuan.

Parkiran yang ada di Pura Luhur Uluwatu ini tergolong luas karena tak hanya mampu menampung mobil maupun motor saja, namun juga kendaraan sebesar Bus pariwisata. Biayanya relatif murah, cukup 2 ribuan untuk motor, 5 ribuan untuk mobil & 10 ribuan untuk rombongan yang menggunakan Bus.

Ramai Pengunjung, Foto: bebadog.com
  • Selendang

Sebagaimana tempat suci & disakralkan lainnya, Pura Luhur Uluwatu juga mengharuskan pengunjungnya menggunakan selendang di pinggang untuk dapat masuk ketempat ini. Hal ini tentunya bertujuan untuk menjaga kesucian & menghargai tempat sakral seperti pura.

  • Guide

Untuk yang satu ini, sebenarnya optional apakah ingin digunakan atau tidak. Sebab tentunya ada biaya lain untuk membayar guide yang akan menemani anda & menceritakan beberapa sejarah dari Pura Luhur Uluwatu.

Harga Tiket Masuk 2017 & Jam Operasional Tari Kecak Uluwatu

Meski area pertunjukan dari Tari Kecak di Pura Luhur Uluwatu ini berada tak jauh dari Area Parkir, namun bagi anda yang ingin masuk ke dalam pura tentunya tak gratis. Biaya tiketnya cukup 20 ribuan saja bagi Dewasa & separuh harga bagi anak-anak. Sementara bagi anda yang ingin nonton Tari Kecak pun tidak free, dapat langsung membeli tiket ditempat dengan biaya 100 ribu untuk Dewasa & 50 ribuan untuk anak-anak.

Beberapa website tour yang melayani rute Pura Uluwatu ini, juga memberikan diskon yang bersaing bagi anda yang ingin menyaksikan pertunjukan ini dengan potongan hingga 15 ribu dari tarif ditempat bagi Dewasa & 10 ribu bagi anak-anak. Pura Luhur Uluwatu yang menjadi tempat penyelenggaraan Tari Kecak buka mulai jam 8 pagi hingga 9 malam WITA, bagi anda yang ingin kesini untuk menyaksikan Tari Kecak, dapat datang pada sore hari karena jadwal pagelaran Tari Kecaknya sendiri dimulai pukul 18.00 WITA.

Pertunjukan Tari Kecak, Foto: youtube.com

Cara menuju tempat pagelaran Tari Kecak Uluwatu

Bagi anda yang kebetulan tengah berada di Bali & bingung menentukan tempat liburan mana yang baiknya anda datangi terlebih dahulu, bisa mencoba datang menuju Pura Luhur Uluwatu dengan rute sebagai berikut :

  • Untuk wisatawan yang kebetulan baru tiba di Bali atau tengah berada di sekitar Bandara Ngurah rai, bisa mendatangi tempat yang memang menawarkan penyewaan kendaraan baik motor maupun mobil. Dari situ anda tinggal mengarahkan kendaraan anda menuju rute yang sama dengan rute menuju gwk alias Garuda Wisnu Kencana.

Gunakan Jl.Airport NgurahRai & teruskan hingga menemukan bundaran, dari situ beloklah ke kanan melalui Jl.ByPass NgurahRai & terus saja hingga menemukan Kantor unit lakalantas Jimbaran & menyebrang kekanan menuju jalur yang ada persis di depannya & belokan lagi kendaraan anda ke kanan menuju Jl.Uluwatu II.

Dari situ terus saja hingga bertemu persimpangan dengan bundaran di depannya selepas RM. Darma Sokha, jangan lurus menuju ke bundaran namun tetap di jalur dengan mengambil arah kiri menuju Jl.Raya Uluwatu & terus saja hingga bertemu percabangan jalan sebelum homestay Batu Kandik & ambil rute kiri. Dari situ tinggal lurus saja & pada persimpangan jalan anda akan melihat gapura masuk menuju Pura Luhur Uluwatu.

  • Sementara bagi anda yang kebetulan tengah berada di kawasan Tanah Lot, memang agak jauh rutenya. Namun anda dapat menggunakan Jl.Raya Tanah Lot hingga tiba di Jl.ByPass Tanah Lot. Setibanya di Jl.ByPass Tanah Lot terus saja lurus hingga melewati SMP Pancasila Canggu & terus saja hingga tiba di pertigaan. Dari pertigaan, belok kanan & teruskan hingga bertemu pertigaan selanjutnya yang berdekatan dengan seminyak Language Canggu & belokan kendaraan anda ke kiri.

Dari situ terus saja ikuti jalur hingga bertemu perempatan RM.Babi Guling enak sekali, ambil arah kanan & terus saja ikuti jalur hingga melewati Pura Dalem Penataran, dari situ terus saja ikuti jalan hingga menemukan arah ke Jl.Banjar Bandung selepas Warung Sederhana & beloklah kearah kiri. Dari situ terus saja hingga melewati sungai & beloklah lagi ke kiri pada gang pertama, terus lurus hingga bertemu pertigaan & ambil arah kanan terus lagi hingga bertemu perempatan & kembali berbelok ke kanan.

Teruskan hingga menemukan Mall Bali Galeria & terus saja melewati Kitchen House dari Pia Legong, tak jauh anda akan menemukan bundaran pertama yang sama dengan rute sebelumnya & dapat mengikuti rute yang sama.

  • Pun demikian dengan anda yang berangkat dari kawasan Ubud, akan memakan waktu lebih kurang 2 jam perjalanan. Namun anda bisa menggunakan Bali Beach Golf sebagai patokannya & terus saja hingga menuju Mandara Toll Road & exit pada bundaran yang sama dengan rute pertama, selebihnya gunakan rute yang sama.
Sejarah Kecak Uluwatu, Foto: uluwatukecakdance.com

Penginapan & Wisata sekitar tempat pagelaran Tari Kecak Uluwatu

Naah bagi anda yang kebetulan ingin menginap & menghabiskan waktu disekitar Uluwatu, tentunya tak perlu repot-repot mencari penginapan. Berikut ini daftar penginapan yang direkomendasikan yang tak jauh dari Pura Luhur Uluwatu yang diantaranya :

  1. Batu Jaran Hill
  2. Ketty Homestay
  3. Belong Bunter Homestay
  4. Bobby’s Place
  5. Puri Kelapa Guesthouse
  6. Uluwatu Surf House
  7. Bhujangga’s Village
  8. Puri Uluwatu Villas
  9. Three Monkeys Villa
  10. Mamo Hotel Uluwatu

Untuk fasilitas, harga per malam & lainnya, anda bisa coba mengecek langsung info selengkapnya. Namun tak perlu repot mencari satu persatu di Google, karena kini cukup menggunakan TripAdvisor anda bisa langsung mencari semuanya lengkap dengan fasilitas, review, harga & beberapa foto dari roomnya. Sementara bagi anda yang ingin berwisata di kawasan Uluwatu, anda juga dapat mengunjungi beberapa daftar di bawah ini seperti :

Pantai Uluwatu

Pantai yang satu ini bak Hidden Paradise di kawasan Uluwatu Bali, pantai yang memiliki nama lain Pantai Suluban ini dinamai demikian dari kata Mesulub yang merupakan bahasa Bali, dengan arti berjalan melalui sesuatu yang ada diatas kepala manusia. Keindahannya pun tak perlu dipertanyakan lagi, dengan hamparan pasir nan begitu putih & lembut, dilengkapi dengan panorama laut & pura khas Bali tentu akan membuat siapapun betah berlama disini.

Pantai yang juga disebut Blue Point Beach ini juga memiliki hal menarik lainnya yakni “balkon”, yang bisa di akses & dipergunakan selayaknya gardu pandang yang ada diatas tebing untuk memperluas view yang akan anda dapatkan dikawasan Uluwatu ini.

Pantai Nyang-nyang

Satu lagi pantai berpasir putih & lembut dari kawasan Uluwatu Bali yang patut anda kunjungi ketika tengah berwisata. Hamparan pantai & pasir putihnya pun tersebar dengan luasnya, serta memiliki batuan karang berwarna kehijauan saat diterpa cahaya mentari yang semakin mebuat suasana di sekitarnya semakin asyik untuk melakukan pengambilan gambar, foto pre-wedding maupun clip video log youtube.

Meski pantai yang satu ini memiliki nama yang unik, jalur yang perlu ditempuh sebelum tiba ke pantainya membutuhkan sedikit tenaga selayaknya orang hiking. Meski demikian, pemandangan dari panorama alam sekitarnya & sepi nya pantai dibandingkan pantai lainnya di Bali membuat segala lelah yang melanda tubuh terbayar & sirna begitu saja. Meski demikian pantai yang letaknya sebelum Pura Luhur Uluwatu ini, merupakan pantai yang cocok untuk melakukan surfing dibandingkan untuk berenang maupun bermain air dengan kedalamannya.

Pantai Pandawa

Belum sampai di Pantai Pandawa, anda sudah akan takjub dengan tebing kapur yang telah tertata rapih sepanjang perjalanan menuju ke Pantai yang satu ini. Sama dengan 2 pantai lainnya yang telah kita bahas, Pantai ini juga memiliki hamparan pasir putih nan begitu luas & dilengkapi dengan beberapa perahu kano & kursi pantai lengkap dengan payungnya.

Salah satu hidden paradise in uluwatu ini, berada di balik bukit besar dengan 2 tebing besar di kiri & kanannya serta patung para pandawa yang berjajar berurutan 5 buah & 1 patung dewi Kunti.

Sang Penari, Foto: rentalmobilbali.net

Pantai Jimbaran

Pantai yang satu ini memang sama dengan pantai lainnya yang berpasir putih, namun bedanya pantai yang satu ini lebih dikenal sebagai sentra kuliner bagi pecinta seafood. Awalnya pantai ini hanyalah kampung bagi para nelayan yang bermata pencaharian sebagai pencari ikan & hasil laut lainnya.

Lambat laun para nelayan berinisiatif untuk menjadikan kawasan ini sebagai sentra kuliner bagi seafood, dengan menu andalan ikan asap. Kesegaran seafood yang baru saja ditangkap, dibakar dengan sabut kelapa & disajikan dengan sambal matah khas Bali tentu menjadikan rasanya begitu semarak di lidah.

Bagaimana? Tertarik untuk menghabiskan waktu di Uluwatu & menyaksikan indahnya ragam gerak yang dilakukan para penari saat mempertunjukan Tari Kecak lengkap dengan kostum & berbagai property di tempat ini / mempelajari gerakan Tari Kecak, bisa langsung mengunjungi Pura Luhur Uluwatu & Sanggar Uma Dewi, Rasakan sensasinya menyaksikan pagelaran Tari Kecak Uluwatu. Untuk keterangan lebih lanjut ataupun voucher promo lainnya, silahkan hubungi no yang tertera di awal artikel. Yuk visit Bali !.