by

10 Gambar Puja Mandala di Bali, Sejarah Masjid Nusa Dua + Latar Belakang

Puja mandala bali wikipedia masjid sejarah nusa dua gambar latar belakang pooja meaning pengertian sabarimala laxmi adalah kabupaten badung 80361 merupakan ungasan gereja katolik arti alamat arsitektur 5 agama bhakti foto panca bahasa indonesia catholic church worship complex cerita description definisi lokasi fasilitas festival gkpb
Puja Mandala, Foto: flamucanabella.blogspot.com

Lokasi: Jalan Nusa Dua, Kuta Selatan, Benoa, Kabupaten Badung, Bali 80361
Map: Klik Disini
HTM: Free
Buka/Tutup: 24 Jam
Telepon: (0361) 771010

Lambang Toleransi Antar Umat Beragama di Indonesia: Puja Mandala

Puja Mandala Nusa Dua Bali merupakan kompleks tempat peribadatan terletak di Nusa Dua. Lokasi tepatnya berada di pinggir sebelah kanan jalan rute ke Hotel Sekolah Tinggi Pariwisata atau disingkat dengan STP. Kawasan ini dibangun begitu cantik seperti kompleks di Bukit Kasih Kabupaten Minahasa, Sulut. Yang membedakan Puja Mandala dengan Bukit Kasih adalah Anda tidak butuh ekstra tenaga untuk menaiki ratusan tangga menuju lokasi. Akan tetapi di Bukit Kasih karena memang berada di ketinggian yang lumayan, panorama yang disuguhkan pun sungguh luar biasa sehingga perjuangan menapaki ratusan anak tangga takkan sia-sia

Puja Mandala mempunyai tempat-tempat ibadah dengan ornamen-ornamen yang sungguh indah. Kompleks Puja Mandala memiliki halaman cukup luas untuk mengakomodir parkir kendaraan. Halamannya memiliki luas kurang lebih 160 meter dan lebar yang variatif sekitar 20 sampai 30 meter. Disamping kiri kompleks terdapat villa dan juga ada Pura Setra Gede di arah barat yang berjarak kurang lebih 450 meter. Pura Setra Gede ini menghadap ke kawasan perumahan.

Kompleks Ibadah Puja Mandala Bali, Foto: vokamo.com

Sedangkan dikawasan paling kiri kompleks Puja Mandala terdapat Bangunan Masjid Agung Ibnu Batutah yang memiliki atap berbentuk tumpang susun, ciri khusus bangunan Masjid khas Pulau Jawa. Ibnu Batutah sendiri merupakan petualang yang berasal dari negara Maroko dan berhasil melakukan perjalanan mengelilingi dunia paling lengkap di abad 14-san. Beliau telah melewati jarak hingga 120.000 km ke negara-negara muslim termasuk juga 44 negara modern.

Jika Anda melewati pertigaan jalan By Pass Ngurah Rai menuju Jalan Tol Mandara, jarak yang dibutuhkan hingga sampai di komplek Puja Mandala kurang lebih 1,7 kilometer. Ketika Anda berada di perempatan Jalan Pratama Ray,  pilihlah belok ke arah kanan kemudian masuk ke arah Jalan Pintas Siligita. Dari sini akan ada perempatan pertama, pilihlah jalur ke kanan dan masuk ke arah Jl. Kurusetra. Disini akan ada perempatan yang terakhir, Anda hanya butuh perjalanan berjarak 400 meter-an.

Berlokasi di Bali, Foto: duniapusaka.com

Tepat berada di sebelah Masjid Agung Ibnu Batutah terdapat bangunan Gereja Katolik Bunda Maria Segala Bangsa. Gereja Katolik Bunda Maria Segala Bangsa mempunyai ciri khas tertentu yaitu menara tunggalnya dan dinding di area depan gevel menyesuaikan bangunan atap namun bagian belakang bangunan mempunyai bentuk atap tumpang.

Paroki dari tempat peribadatan ini adalah paroki berasal dari Gereja Katolik Roma (Keuskupan Denpasar) yang pusatnya berada di Benoa – Kuta Selatan, Kab. Badung. Gereja ini didirikan sejak tahun 1995 yang akhirnya dibenahi dan diresmikan pada tanggal 16 Okt tahun 2011 beserta penetapan status paroki.

Pusat Peribadatan 5 Agama, Foto: travellifelove.blogspot.com

Ada pula bangunan Wihara Budhina Guna Puja Mandala yang memiliki detail-detail berwarna putih keemasan yang begitu cantik. Bangunan wihara terlihat begitu anggun, indah dan mewah. Pembuatan patung beserta ornamen-ornamennya tampak begitu halus, rapi dan detail sekali. Disini terdapat sepasang patung pendekar dan patung naga, relief Buddha, serta patung gajah berwarna putih yang dihias dengan ornamen-ornamen sangat mendetail, halus dan sungguh indah.

Ada 8 lingkaran yang mengelilingi Buddha sepertinya merupakan lambang ajaran yang mencerminkan supaya bebas dari penderitaan sehingga manusia harus mengikuti jalan utama yang memiliki unsur 8 Sradha (iman). Delapan Sradha ini antara lain:

  • Percaya yang benar
  • Maksud benar
  • Kata-kata benar
  • Perbuatan benar
  • Hidup benar
  • Usaha benar
  • Ingatan benar
  • Semedi yang benar
Gereja Protestan Jemaat Bukit Doa, Foto: vakansee.blogspot.com

Disebelah Wihara terletak sebuah Gereja Kristen Protestan Bukit Doa yang memiliki bangunan berornamen lokal sangat kental. Bangunan-bangunan di kompleks Puja Mandala mulai dibuat pada tahun 1994 dan diresmikan pada tahun 1997 antara lain Gereja Katolik Bunda Maria Segala Bangsa, Masjid Agung Ibnu Batuta, dan Gereja Kristen Protestan Bukit Doa. Sedangkan, Wihara Budhina Guna baru rampung dibuat pada tahun 2003, dan Pura Jagat Natha Nusa Dua merupakan bangunan tempat peribadatan yang paling akhir selesai dibangun.

Dibagian kanan paling ujung dari kompleks Puja Mandala ada Bangunan Kori Agung Pura Jagat Natha yang dilengkapi tengara nama berornamen Kala. Pada pintu bangungan ini ada Kala makara dan yang terbesar dikerjakan beserta sepasang tangan dengan kuku panjang-panjang. Ini merupakan sesuatu hal tidak biasa ditemui di beberapa candi Pulau Jawa.

Gereja Katolik Bunda Maria, Foto: 1001wisata.com

Anda akan melihat beberapa pengunjung yang bersemedi dan memohon doa di bawah bangunan inti Pura yang bentuknya mirip dengan candi. Bangunan menyerupai candi ini umumnya berada dikompleks Utama Mandala dan berbahan dasar batu putih serta naga disamping kiri dan kanan juga dibagian atas candi. Ada juga bangunan arca-arca yang menghiasi candi.

Puja Mandala Nusa Dua Bali merupakan ikon toleransi yang dijaga dan akan terus dipertahankan sesama umat beragama, supaya dapat selalu hidup dengan damai dan berdampingan. Berpegang teguh dengan apa yang diyakini merupakan hal yang wajar, dan berpendirian bahwa apa yang dipercayanya merupakan yang paling benar juga sebuah kewajaran. Akan tetapi, jika hubungan seorang hamba dengan Tuhannya itu baik, maka kebaikan tersebut dapat tercermin dari hubungannya dengan sesama, apa pun keyakinan yang dianutnya.

Gerbang Pura, Foto: pejalansantai.com

Sejarah dan Latar Belakang Masjid Ibnu Batutah Nusa Dua

Saat Anda datang ke Bali khusunya saat berada di Nusa Dua, Anda tidak hanya disediakan pemandangan laut yang memukau namun keharmonisan antar umat beragama yang dijaga disini. Anda akan melihat sebuah bangunan masjid yang bersebelahan dengan gereja. Ketika melakukan perjalanan wisata ke Bali, suasana Hindu begitu terasa dan sangat mendominasi disini. Anda akan menemukan banyak bangunan Pura dihampir setiap kawasan. namun, di Bali juga terdapat masjid yang sangat megah dan indah.

Masjid di Nusa Dua ini terletak di kompleks Puja Mandala. Jadi Anda tidak perlu merasa heran saat berada di masjid kompleks Puja Mandala kemudian mendengar kidung hindu ataupun lonceng gereja. Umat hindu, buddha, kristiani atau yang lainnya juga telah terbiasa mendengar suara azan bersamaan dengan kidung atau lonceng. Disini, kerukunan umat beragama begitu dijaga dengan baik. Mereka saling menghormati agama satu sama lain sehingga membuat kawasan ini begitu menarik perhatian para wisatawan yang datang ke Bali. Para wisatawan ingin melihat langsung bagaimana satu kompleks terdapat berbagai tempat peribadatan namun tetap rukun dan damai.

Masjid Agung Ibnu Batutah, Foto: pesisirnusadua.blogspot.com

Meskipun bangunan masjid tidak sebanyak bangunan Pura di Bali, namun ada beberapa masjid yang berdiri megah di Pulau Dewata dan salah satunya yang paling populer adalah Masjid Agung Ibnu Batutah Puja Mandala Nusa Dua. Sehingga, masjid ini selalu terlihat ramai oleh jamaah yang datang untuk melakukan kegiatan ibadah.

Masjid Agung Ibnu Batutah Puja Mandala Nusa Dua memiliki bangunan yang besar dengan atap yang berbentuk limas sehingga menjadikannya terlihat jelas meskipun dari kejauhan. Masjid ini memiliki dua lantai yang juga sebagai pusat aktivitas masyarakat muslim di Bali.

Indahnya Toleransi Beragama, Foto: merdeka.com

Saat berada dilantai 1, Anda akan melihat ruangan area dasar masjid sebagai pusat berbagai aktivitas diantaranya TPQ (Taman Pendidikan Al quran) serta pengumpulan zakat. Sedangkan lantai 2 merupakan ruangan yang digunakan sebagai ibdah sholat sepenuhnya. Nuansa kesederhanaan, sejuk, damai dapat langsung dirasakan saat berada di area ini. Lantai masjid berwarna abu-abu terlihat begitu indah diselaraskan dengan dinding yang berlapiskan keramik berwarna abu-abu tua.

Saat melihat ke area mihrab, Anda dapat merasakan kesan anggun dari interior desan minimalisnya. Yang semakin menambah keanggunan dari area ini adalah terdapat berbagai koleksi barang-barag antik milik Masjid Agung Ibnu Batutah Puja Mandala Nusa Dua diantaranya bedug lama dan Al quran yang ditulis dengan tangan.

Ketika pertama kali diadakan rapat koordinasi dengan pihak-pihak terkait, kendala utamanya adalah dana pembangunan. Dan setelah terjadi diskusi dan pembicaraan dengan dirut keuangan BTDC,  Bapak Drs. H. Wagiman Subiyarso serta dukungan penuh dari bapak Joop Ave (menteri pariwisata) maka akan diadakan penggalangan dana pembangunan masjid berlokasi di Jakarta. Penggalangan dana tersebut pada waktu itu dilakukan ketika bulan ramadhan dengan mengikutsertakan beberapa pengusaha dan investor yang khususnya sedang berinvestasi di Nusa Dua di rumah dinas bapak menteri pariwisata dan juga dibuka langsung oleh beliau.

Setelah pertemuan pada malam hari itu, dana yang terkumpul mencapai Rp.678.000.000,- yang dijadikan modal awal pembangunan masjid. Setelah melalui berbagai rintangan dan hambatan dalam proses pembangunannya, akhirnya pembangunan masjid dapat dirampungkan. Nama Ibnu Batutah sendiri diberikan langsung oleh Bapak K.H. Habib Adnan selaku Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI (Majelis Ulama indonesia) Daerah Tingkat I Bali.

Bukti Perdamaian Indonesia, Foto: thecrazytourist.com

Beliau mengambil nama Ibnu Batutah yang merupakan seorang pesyiar agam islam dan pujangga yang berasal dari Persia. Ibnu Batutah merupakan pengembara yang sangat terkenal. Beliau senang sekali berkeliling dunia sambil berdakwah, berpindah tempat, berpetualang, berdarma wisata dan melalukan pelayaran dakwah islam ke seluruh dunia dari pulau satu ke pulau lainnya dari benua satu ke benua lainnya termasuk ke Indonesia. Ibnu Batutah telah berkeliling menjelajah dunia jauh sebelum bangsa Eropa melakukannya.

Penambahan kata Agung setelah kata Masjid diharapkan pada setiap kabupaten memiliki satu masjid agung sebagai penggerak, penghela, penyokong, serta pendorong kemajuan dan kesejahteraan masjid dikawasannya. Tempat-tempat peribadatan lain di kompleks Puja Mandala diantaranya Pura, Gereja, Masjid, Vihara, yang telah resmi dapat digunakan pada tanggal 22 Desember 1997. Peresmian tersebut dihadiri oleh Bapak dr. Tarmizi Thaher selaku Menteri Agama R.I, Prof. Dr. Ida Bagus Oka selaku Gubernur Bali dan beberapa kalangan seperti para tokoh masyarakat beserta pemuka-pemuka agama yang ada di Pulau Dewata.

Sumber informasi Puja mandala bali sebagian berasal dari wikipedia dan sumber-sumber lain terpercaya lainnya. Ada bebrapa masjid lainnya dan juga bersejarah terdapat di nusa dua. Ada informasi gambar, latar belakang, pooja, meaning, pengertian, sabarimala, laxmi, dan beberapa istilah hindu lainnya. Puja Mandala adalah berada di kabupaten badung 80361, yang merupakan ungasan gereja katolik, wihara, pura, masjid. Informasi arti, makna, alamat, arsitektur, kerukunan 5 agama, bhakti, foto panca tempat ibadah dengan bahasa indonesia, catholic, church, worship, complex, cerita dan description serta definisi lokasi, fasilitas, festival, gkpb, dan lainnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed